Asisten I Ikut Lomba Menembak Polres Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Perwakilan Pemerintah Kabupaten Batang Hari asisten I Setda ikut memeriahkan lomba menembak rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke 77 yang diadakan Polres setempat, Senin (26/06/2023).

 

Asisten I, M Rifai Kadir mengatakan, kegiatan ini sangat positif untuk menjalin silaturahmi antar Forkompinda.

 

“Kegiatan ini sangat positif dan seru, karena bisa mencoba dan diajarkan untuk menembak dengan senjata asli,” singkatnya.

 

Dalam sesi kegiatan, Rifai berlomba membidik sasaran bersama Ketua DPRD, Kapolres, Wakapolres, Kepala BNNK, Kepala Kejaksaan Negeri, Direktur Rumah Sakit, Ketua Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan Ketua Koni Kabupaten Batang Hari. (Red)




Polres Batang Hari Adakan Lomba Menembak Peringati HUT Bhayangkara ke 77

Batang Hari, Jambi – Rangkaian HUT Bhayangkara ke 77, Polres Batang Hari mengadakan lomba menembak di lapangan tembak Muara Bulian, Senin (26/06/2023).

 

Lomba menembak salah satu rangkaian perlombaan lainnya yang diadakan Polres. Selain Personel Polres, lomba menembak juga diikuti oleh Forkompinda setempat.

 

Kapolres Batang Hari AKBP Bambang Purwanto, S.I.K mengatakan, kegiatan paling bagus yaitu menembak yang bisa mempererat silaturahmi dengan Forkompinda.

 

“Saya harapkan nanti bapak ibu sekalian yang mengikuti kegiatan ini dengan senang hati sesuai dengan arahan instruktur,” ucapnya.

 

Bambang juga mengucapkan terimakasih kepada Forkompinda yang ikut dalam kegiatan ini.

 

“Terimakasih kepada Forkompinda yang telah menyempatkan diri untuk dapat hadir dalam rangkaian kegiatan HUT Polri ini. Semoga dapat mempererat silaturahmi kita,” singkatnya.

 

Selain personel dan Bhayangkari Polres Batang Hari, kegiatan juga dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten diwakili asisten 1 M Rifai Kadir, Ketua DPRD, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala BNN, Forkompinda lainnya. (Red)




Anita Yasmin Ikut Lomba Nembak Polres Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari, Anita Yasmin, S.E., ikut lomba menembak rangkaian HUT Bhayangkara ke 77 yang diadakan Polres setempat di lapangan tembak, Senin (26/06/2023).

 

Dalam sesi pertama lomba menembak, Anita Yasmin serentak dengan Kapolres dan Wakapolres, Kajari, Kepala BNNK, Ketua Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Ketua Koni, dan Direktur Rumah Sakit Hamba.

 

Anita sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan Polres Batang Hari.

 

“Sukses selalu untuk Polri, dalam hal ini kepemimpinan bapak Bambang selaku Kapolres semoga menjadi lebih kompak dan payung bagi kita semua dalam menegakkan kebhinekaan,” singkatnya.

 

Meski tidak mendapatkan juara, wanita satu anak ini terlihat tidak gentar menggunakan senjata api dalam perlombaan dan mendengarkan suara tembakan. (Red)




Ketua Koni Batang Hari Juara Satu Lomba Nembak

Batang Hari, Jambi – Lomba menembak rangkaian kegiatan HUT Polri ke 77 yang diadakan Polres Batang Hari, ketua Koni raih juara satu, Senin (26/06/2023).

 

Ketua Koni Kabupaten Batang Hari Tandri Saputra sangat mengapresiasi kegiatan lomba menembak yang diadakan Polres Batang Hari.

 

“Terimakasih kepada bapak Kapolres atas kegiatan hari ini, mudah-mudahan acar yang seperti ini bisa terus terlaksana agar menumbuh kembangkan minat penembak di Batang Hari,” ucapnya.

 

Perbakin Batang Hari baru saja dibentuk, Tandri berharap semoga ke depan menjadi ajang prestasi yang sifatnya pembinaan.

 

“Alhamdulillah dapat juara satu diantara Forkompinda yang ikut dalam sesi pertama,” ungkapnya.

 

Diketahui, Tandri mendapatkan juara satu dalam sesi Forkompinda. Yang diikuti, Asisten I Setda Batang Hari, Ketua Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Ketua DPRD, Direktur Rumah Sakit Hamba.

 

Selain personel dan Bhayangkari Polres Batang Hari, kegiatan juga dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten diwakili asisten 1 M Rifai Kadir, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, BNN Kabupaten Batang Hari, Ketua Pengadilan Negeri dan Forkompinda. (Red)




Pembangunan Jamban Sehat Desa Olak Kemang Jadi Sorotan

Batang Hari, Jambi – Pembangunan fisik berupa dua unit jamban sehat dan sumur di Posyandu Tahun Anggaran 2022 Desa Olak Kemang Kecamatan Maro Sebo Ulu menjadi sorotan, Kamis (22/06/2023).

 

Ketua LSM Gempita Batang Hari Miki Lavin, mengatakan, tidak mungkin para staf Desa tidak mengetahui pagu anggarannya.

 

“Mereka saling tunjuk saat ditanya mengenai anggaran pembangunan fisik yang telah dilaksanakan. Dan akhirnya menyebutkan pembangunan Jamban Sehat dan sumur itu dianggarkan sebesar tiga puluh lima juta,” tutur Lavin.

 

Ia menambahkan, “Informasi lengkap tidak bisa kami dapatkan mengenai pembangunan tersebut. Dan saat pemantauan ke lokasi bangunan, masih ada sesuatu yang mengganjal dibenak saya dan harus dicari kebenarannya.”

 

Ternyata, anggaran yang disebut staff desa sebanyak 35 juta tidaklah benar.

 

“Informasi terbaru dari sumber terpercaya mengatakan bahwa pagu anggaran jamban sehat itu kurang lebih lima puluh sembilan juta tujuh ratus tujuh puluh sembilan ribu rupiah,” tegasnya.

 

Menurut Lavin, patut dipertanyakan kebenaran bangunan tersebut, karena penyampaian awal pihak desa ada kebohongan.

 

“Kita akan periksa kebenaran dari bangunan tersebut, dengan instansi terkait,” singkatnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, mantan Kades Olak Kemang Ahmad tidak memberikan tanggapannya. (Red)




Amdal Tambang Batubara Nanriang Bukit Tambi Patut Dipertanyakan

Batang Hari, Jambi – PT Nanriang yang bergerak di bidang pertambangan batu bara di Bukit Tambi Desa Padang Kelapo Kecamatan Maro Sebo Ulu patut dipertanyakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Kamis (22/06/2023).

 

Pasalnya stockpile hasil tambang yang hendak diangkut ke transportasi jalur sungai tersebut sangat dekat dengan bibir sungai Batanghari. Kolam penampungan limbah di depan tumpukan batu bara juga terlihat tidak lebar.

 

Terpantau dari kejauhan bibir sungai sudah hitam banyaknya baru bara yang melekat disana. Kemungkinan besar ketika hujan lebat limbah batu bara langsung mengalir ke sungai Batanghari.

 

Terpisah, mengenai hal tersebut Usman Yusup ketua LSM Komunitas Masyarakat Peduli Hutan, Tahura dan Lingkungan (LSM KOMPIHTAL) mengatakan, saya sudah dapat laporan dari warga setempat terkait stockpile tersebut.

 

“Saya akan berkoordinasi dengan pihak ESDM provinsi dan dinas lingkungan hidup kabupaten Batang Hari dan provinsi, kebetulan LSM KOMPIHTAL juga merupakan koordinator forum daerah aliran sungai (forum DAS) provinsi Jambi untuk wilayah kabupaten Batang hari,” ucapnya

 

Dalam waktu dekat, Usman akan turunkan tim dari forum DAS batang hari untuk cek stockpile tersebut, kalau memang ada pelanggaran kami minta pemerintah segera ambil langkah hukum dan sebagai LSM kami akan melakukan aksi masa dalam waktu dekat kata Usman Yusup, (Red)




Azan: Oknum Kadis NF Senior, Butuh Waktu Membicarakan Permasalahannya

Batang Hari, Jambi – Terkait adanya oknum Kepala Dinas berinisial “NF” yang mengambil terlebih dahulu uang rekanan dengan dijanjikan Paket Proyek di Dinas yang ditempati oleh “NF”. Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi akan minta dorongan dan petunjuk dari Bupati terlebih dahulu.

 

Hal tersebut disampaikan oleh Sekda H. Muhammad Azan diruang kerjanya kepada media ini beberapa hari yang lalu, M. Azan mengatakan, Bahwa saya secara pribadi butuh waktu untuk membicarakan hal ini kepada Oknum Kadis “NF” terkait permasalahan tersebut.

 

“Kalau secaro pribadi sayo perlu waktu nak nyakapkannyo (membicarakannya-red) terkait menjanjikan sesuatu, Iko gawean dan sebagainya”, Ujar Sekda dengan logat bahasa Jambinya.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari juga akan meminta petunjuk dari Bupati Batanghari untuk masuk keranah polekmik terkait Kadis “NF” tersebut.

 

“Maaf, Sayo jugo meminta dorongan kepada bapak Bupati untuk memasuki keranah itu, agar jangan salah makna nantinya karena kita masuk kerana itu nak klarifikasi agar tidak terlalu menyudutkan, walaupun macam Mano beliau itu senior Sayo baik itu di umur maupun di kuliah”, beber Azan. (Red/Tim)




KPK Tahan Tersangka Korupsi Tukin Pegawai Kementerian ESDM

Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 10 orang tersangka dan menahan 9 orang terkait kasus korupsi pembayaran Tunjangan Kinerja (Tukin) pegawai di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran 2022, Jakarta, Kamis (15/06/2023).

 

Dikutip dari Twitter @KPK_RI, para tersangka diduga memanipulasi rencana dan menerima pembayaran Tunjangan Kinerja yang tidak sesuai ketentuan. Akibatnya jumlah tunjangan kinerja yang seharusnya dibayarkan sebesar Rp1,3 M menjadi Rp29 M, atau terjadi selisih sebesar Rp27,6 M.

 

Perkara ini bermula dari adanya realisasi pembayaran belanja pegawai berupa tunjangan kinerja di lingkungan Kementerian ESDM pada tahun 2020-2022.

 

Para tersangka diduga memanipulasi rencana dan menerima pembayaran Tunjangan Kinerja dengan melakukan:

 

Pengkondisian daftar rekapitulasi pembayaran dan daftar nominatif, dimana PAG meminta kepada LFS agar dana dilakukan pengkondisian dengan istilah ‘Dana diolah untuk kita-kita dan aman’. Selanjutnya, menyisipkan nominal tertentu kepada 10 orang secara acak dan pembayaran ganda atau lebih kepada 10 orang yang telah ditentukan.

 

Sepuluh orang tersebut: PAG (Subbagian Perbendaharaan / PFPSPM), NHS (Pejabat Pembuat Komitmen / PPK), LFS (Staf PPK), A (Bendahara Pengeluaran), CHP (Bendahara Pengeluaran), HP (PKK), BA (Operator Surat Perintah Membayar / SPM), H (Penguji Tagihan), ORA (Petugas Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai / PPABP), MFV (Pelaksana Verifikasi dan Perekaman Akuntansi).

 

KPK menahan 9 orang tersangka, satu tersangka A masih menjalani pemeriksaan kesehatan lebih dahulu.

 

Hingga saat ini, KPK telah menerima pengembalian sebesar Rp5,7 Miliar dan logam mulia 45 gram, sebagai salah satu upaya optimalisasi asset recovery hasil korupsi yang dinikmati pelaku pada perkara dimaksud.

 

KPK menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat serta Kementerian/Lembaga terkait yang telah mendukung proses penanganan perkara ini. KPK berkomitmen untuk mengembangkan perkara ini hingga tuntas, demi keadilan hukum pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. (Red)




Pemkab Batang Hari Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar dan Penurunan Stunting Bersama Tanoto Foundation

Batang Hari, Jambi – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menandatangani kesepakatan dan perjanjian bersama Tanoto Foundation di Jakarta dalam program peningkatan kualitas pendidikan dasar dan upaya percepatan penurunan angka stunting, Kamis (15/06/2023).

 

Fadhil mengatakan, Pemerintah Kabupaten Batang Hari berupaya untuk peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui program pintar yang telah berjalan dari tahun 2018 hingga saat ini.

 

“Terimakasih saya ucapkan kepada Tanoto foundation dengan program pintar, tanoto foundation telah membantu capaian kemampuan dan kompetensi literasi dan numerasi asesmen Nasional baik pada jenjang SD maupun SMP,” ungkap Fadhil.

 

Menurutnya, berdasarkan keberhasilan capaian pintar tersebut, Pemkab Batang Hari kembali mengajukan minat kepada Tanoto Foundation untuk program SIGAP dalam rangka upaya penurunan stunting di Kabupaten Batang Hari.

 

“Alhamdulillah, surat pernyataan minat kami pada 28 oktober 2022 yang lalu di sambut dengan baik oleh Tanoto Foundation dengan penandatangan naskah kesepakatan bersama dan perjanjian bersama,” sambungnya.

 

Pemkab Batang Hari berharap dengan kesepakatan dan perjanjian bersama Tanoto Foundation ini bisa menurunkan stunting di Kabupaten Batang Hari.

 

“Mudah-mudahan atas kolaborasi kita bersama dengan Tanoto Foundation dalam kualitas pendidikan dan upaya percepatan penurun stunting sesuai apa yang kita harapkan,” singkat orang nomor satu di Batang Hari.

 

Margaret direktur pendidikan dasar Tanoto Foundation mengatakan, Pemkab Batang Hari sangat berkomitmen dalam kualitas pendidikan dasar dan upaya penurunan stunting yang ada di Kabupaten setempat.

 

“Saya harap kepala OPD bisa membantu Bapak fadhil supaya bisa terwujud visi-misi Batang Hari tangguh,” tuturnya.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh direktur of basic education, head of early childhood and education development, head external affair Tanoto Foundation, serta Kepala OPD lingkup Pemkab Batang Hari.

 

Sekilas mengenai Tanoto Foundation, dikutip dari laman web tanotofoundation.org mengenai program SIGAP.

 

Tanoto Foundation berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia dengan berkontribusi pada pencegahan stunting dan pengasuhan pada anak usia dini untuk generasi siap sekolah.

 

Melalui program unggulan SIGAP, yang berarti energik atau siap untuk mengambil tindakan, Tanoto Foundation menyentuh semua fase pendidikan “dari buaian hingga menjadi pemimpin”. SIGAP adalah panduan kami dalam bekerja bersama mitra yang kredibel di tingkat sub nasional, nasional, dan regional untuk membawa dampak anak usia 0 hingga 6 tahun. Kami menyelaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) untuk memastikan bahwa semua anak memiliki akses terhadap pengembangan anak usia dini yang berkualitas, perawatan, dan pendidikan pra-sekolah dasar sehingga mereka siap untuk mengikuti pendidikan dasar. (**)




Wartawan dengan Sepatu Lusuhnya

Penulis: Randy Pratama, S.Pd.

 

Berjalan seorang pria dengan pakaian rapi dan rambut klimis dengan kartu pengenal di dadanya ke arah ruang kerja salah satu pejabat publik. Mengetok pintu, lalu masuk ke dalam ruangan menghadapnya.

 

Terdengar dari luar ruangan tersebut suara pembicaraan yang selalu bersambung, sesekali diiringi dengan tawa yang lepas.

 

Tidak semua pejabat publik yang menerima kedatangannya. Terkadang ada juga yang tidak bisa ditemui dengan beribu alasan.

 

Ketika ia keluar dari ruangan, seketika mata turun ke bawah dan terlihat sepatu lusuh yang masih ia gunakan.

 

Aku melihat tidak ada wajah murung diwajahnya, selalu ada canda tawa di setiap pembicaraannya. Meskipun sedikit ghibah namun dibumbui dengan candaan sehingga bagaikan komika yang sedang memaparkan suatu masalah dengan lawakan.

 

Tidak pernah terdengar keluhan kehidupan yang ia hadapi. Walaupun sesekali udara dingin masuk ke rongga sepatu yang menciptakan rasa dingin hingga ke kepalanya dan sesekali terpeleset ketika berjalan diatas keramik.

 

Seseorang yang tidak memperdulikan penampilannya, namun tetap menggeluti profesi yang ia cintai sebagai pemburu informasi. Padahal masih banyak pekerjaan lain yang bisa mencukupinya untuk sekadar membeli sepatu.

 

Menjadi hal yang menarik, tentang sepatu lusuh dan profesi wartawan yang ia geluti.

 

Pertanyaan demi pertanyaan datang dalam benakku, apa yang menjadi alasan ia untuk tidak membeli sepatu dan tetap menggeluti profesinya.

 

Apakah profesi ini tidak menjanjikan kemaslahatan hidup seseorang?

 

Setiap hari, ia berkeliling menemui pejabat publik atau pun ke masyarakat demi sebuah informasi yang akan disajikannya di media tempat ia bekerja.

 

Mencari informasi tidak sama seperti menjual suatu barang. Orang-orang bisa menikmati barang dengan cara membelinya. Namun, berita yang ia sajikan tidaklah dibayar oleh pembacanya.

 

Kebanyakan orang lebih memilih tidak membaca sama sekali daripada harus membayar. Berbeda dengan tulisan pada buku pelajaran, mau tidak mau harus dibeli untuk menambah ilmu.

 

Padahal, untuk mendapatkan informasi yang akurat membutuhkan waktu dan modal yang kuat dari orang yang menjalani profesi wartawan.

 

Terbesit dalam benakku, sepatu itulah bukti jauhnya perjalanan untuk mencari informasi yang berharga untuk masyarakat.

 

Bukan karena tidak mampu membeli, namun kebutuhan untuk keluarganya pas-pasan dengan rezeki yang ia peroleh.

 

Berbeda dengan oknum-oknum yang bersepatu lancip hitam yang mengkilat. Mereka akan turun menindaklanjuti laporan masyarakat setelah adanya Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), ketika itu tidak dianggarkan tahun ini maka tahun depan baru bisa turun ke lapangan.

 

“Di tahun ini memang belum dianggarkan untuk turun langsung ke sana (lokasi yang dilaporkan wartawan), mungkin tahun depan akan kita anggarkan,” ucap oknum pejabat publik.

 

“Wai pak masa iya seperti itu, bapak kan sudah diberi mandat oleh negara sebagai pelayan masyarakat, yang digaji untuk melaksanakan kewenangan yang bapak miliki. Kami saja swadaya turun ke lokasi itu, masa bapak yang sudah digaji masih menunggu SPPD,” ucap wartawan dengan tegas saat menanggapi ucapan pejabat publik yang ia temui untuk melaporkan suatu kejadian agar ditindaklanjuti olehnya.

 

Benar seperti pernyataan guru besar Columbia Amerika Serikat, John Hohenberg, 1978, dalam buku jurnalisme dasar.

 

“Jurnalis/wartawan adalah orang yang ditakdirkan selalu mencoba sesuatu yang mustahil, yakni menemukan, mengumpulkan, menyusun, menjelaskan, dan menyebarkan berita, gagasan, atau pendapat hari itu kepada masyarakat. Oleh karena kemustahilan itu, motivasi menjadi seorang jurnalis bukan karena harta kekayaan, jaminan sosial, kemasyhuran, dan bukan pula karena romantika, melainkan karena keresahan terhadap fakta atau realitas yang dihadapinya,” John Hohenberg.

 

Dalam ajaran agama pun menyatakan, jika sang pencipta menakdirkan hambanya menjadi orang yang kaya raya, dengan cara apapun ia akan menjadi kaya raya dengan tidak memandang apapun profesinya.

 

Jika ingin menjadi kaya raya bukanlah harus memilih suatu profesi tertentu namun harus mencintai profesi itu sendiri, karena sehebat apapun profesi itu jika belum ditakdirkan menjadi kaya raya maka tetap biasa saja.