Proyek Rahasia Ilahi di Tebo Menjadi Sorotan

Tebo Jambi – Proyek rahasia Ilahi ini berada di Jalan Lintas Batang Hari – Tebo Kecamatan Tebo Tengah, seperti pembangunan turap, Rabu (07/9/2022).

Bak Sinetron rahasia ilahi, proyek tersebut hanya diketehui oleh perusahaan sama Tuhan Yang Maha Esa, karena tidak ada papan merek sehingga masyarakat tidak mengetahui apa, siapa dan berapa anggaran yang digunakan.

Tak hanya menjadi rahasia ilahi, pekerjanya pun sudah yakin dengan keselamatannya, hal itu terlihat beberapa pekerja saat beraktifitas tidak mengunakan alat keselamatan saat bekerja. Tanpa menggunakan pelindung diri seperti sepatu boot dan helm, sementara resiko keselamatan saat bekerja cukup rawan.

Ditambah lagi, penanggung jawab pekerjaan tersebut tidak mengizinkan pengawas memberikan nomor hpnya kepada awak media untuk bertanya lebih jelas. Kendati demikian, kemungkinan hanya Tuhan yang boleh memanggilnya dan hanya malaikat yang boleh bertanya tentang pekerjaan turap.

Pembangunan tersebut menjadi sorotan beberapa awak media. Pasalnya, baru seumur jagung proyek pembangunan penahan tebing itu sudah mulai retak-retak. Disinyalir, kualitas bahan beton dan pengecorannya asal-asalan.

Saat awak media ingin menjumpai penanggung jawab proyek tersebut dan meminta nomor telepon kepada salah satu pengawas yang berada dilokasi tetapi pengawasnya menghindar.

“Bos tidak ada pak, lagi dijambi. Kalau nomor telepon pimpinan saya tidak bisa kasih pak, karena itu pesan beliau kepada saya siapun itu,” Katanya.

Akhirnya, pengawas mencoba menghubungi melalui telepon selulernya kepada pimpinan proyek turap tersebut.

Awalnya Bambang mengatakan pimpinan akan segera datang. Namun, setelah ditunggu-tunggu tak kunjung datang dengan dalih mobilnya mogok.

Ia mejelaskan bahwa proyek pembangunan turap tersebut sudah memakan waktu hampir 6 bulan.

“Pekerjaan sudah 6 bulan pak, untuk waktu pengerjaan proyek ini selama 8 bulan,” Ujarnya.

“Papan informasinya ada dulu pak, diperbatasan depan, untuk pelaksananya kita dari PT Tembesi Agung,” Ujarnya.

Sementara, Salah satu pengendara yang saat itu melintas, Iwan mengatakan kalau dirinya merasa resah dengan pembangunan yang diduga asal jadi itu.

“Saya sih resah melihat pengerjaanya pak, karena temboknya sudah mulai retak-retak. Tentu, menambah kekhawatiran warga untuk melintas, apalagi dibawahnya jurang,” jelasnya.

Beberapa pendapat yang berhasil awak media rangkum mengatakan, proyek turap ini sangat rawan karena kalau hancur banyak alibi yang bisa melepaskan tanggung jawab.

Biasanya tanggung jawab terhadap bangunan turap itu hanya selama kurang lebih lima tahun, sesudah itu tidak ada lagi tanggung jawab oleh pemilik proyek.

Menurut mereka, jika sudah lepas masa tanggung jawabnya, ketika hancur maka akan digunakan faktor alam. Kalau sudah faktor alam, artinya sudah tidak ada lagi yang bisa dituntut.

Kendati demikan, pekerjaan turap melalui proses yang panjang dengan meneliti jenis tanah yang ditahan dan ketinggian jurang.

Untuk menyelaraskan pendapat-pendapat masyarakat, penanggung jawab proyek tersebut tidak bisa ditemui. (Red)




Wakapolres Tebo Bersama Kasatlantas Beri Penjelasan Lakalantas Sungai Keruh

Tebo, Jambi – Wakil Kepala Polisi Resort Tebo bersama Kasatlantas memberikan penjelasan mengenai perkara kecelakaan di sungai keruh pada Mei lalu antara truk Hino vs Avanza, Senin (05/09/2022).

Wakapolres Kompol Yuda Lesmana, S.I.K., bersama AKP Iwan Wahyudi di ruangan Kasatlantas mengatakan, perkara lakalantas tersebut sudah berstatus SP3.

“Perkara tersebut sudah di SP3 kan, karena penggugat sudah meninggal dunia dan sudah ada perdamaian dari kedua belah pihak,” ucap Wakapolres.

Wakapolres mengatakan, perkara tersebut sudah selesai dan pihak korban juga sudah mendapatkan hasil rundingan yang sama-sama disepakatinya.

“Korban juga sudah mengucapkan terimakasih kepada pihak Polres Tebo atas selesainya perkara lakalantas yang sudah difalitasi secara kekeluargaan,” tutupnya. (Red)




Jamaah Ajwa Tour Batang Hari Keberangkatan Awal Musim Sudah Kembali

Batang Hari, Jambi – Jamaah Ajwa Tour Umroh dan Haji Plus Batang Hari keberangkat awal musim yang dilepas langsung oleh camat Maro Sebo Ulu Budimansyah pada Sabtu (20/08) sudah kembali ke kediaman masing-masing, Sabtu (03/09/2022).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Cabang Ajwa Batang Hari Khusairozi melalui via WhatsAppnya kepada awak media.

Ia mengatakan, alhamdulillah semua jamaah sudah menunaikan rangkaian dengan maksimal dengan pelayanan prima dari Tim Ajwa Tour Batang Hari. Rabu kemarin (31/08) sudah kembali ke tanah air, mendarat di Bandara Internasional Minang Kabau Padang.

“Jamaah asal Batang Hari saat ini sudah kembali ke kediamannya masing-masing dengan aman dan selamat,” katanya.

Jamaah asal Batang Hari sendiri berjumlah 29 orang, dan digabung dengan jamaah Ajwa Pusat berjumlah 21 orang, termasuk keberangkatan group ke lima.

Khusairozi menambahkan, Saat tiba di Madinah jamaah disambut langsung oleh Direktur Utama PT. Andalas Jaya Wisata (Ajwa) dan Tim Muasasah.

“Keberangkatan kali ini merupakan hal yang spesial karena langsung disambut oleh H. Angga Perdana Dirut Ajwa beserta tim Muasasah di Bandara Madinah,” ujarnya.

Kepala Cabang Ajwa Asal Kecamatan Maro Sebo Ulu ini menjelaskan lebih lanjut mengenai jadwal keberangkatan berikutnya tgl 29 Oktober umroh plus kota thoif masih tersisa 45 seat dari 80 seat.

Sedangkan, keberangkatan bulan September tanggal 03-06-20-24 full seat. Untuk 01 Oktober dan 22 Oktober juga sudah full seat.

“Saya optimis dengan visi misi Ajwa mempermudah keberangkatan tamu Allah, akan lebih banyak lagi tamu Allah dari Batang Hari yang bisa lebih mudah dan nyaman berangkat Umroh dan haji plus bersama travel kami,” tutupnya. (Red)




Fadhil Ingatkan Untuk Honorer yang Didata Jangan Terlalu Bahagia, Ini Alasannya

Batang Hari, Jambi – Diselah pelantikan Kepala Sekolah dan Pengawas di Serambi rumah dinas, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief ingatkan untuk tenaga honorer yang didata jangan terlalu bahagia, Jumat (02/09/2022).

Karena menurutnya, jika terlalu berbahagia maka banyak harapan yang akan muncul. Sehingga menjadi celah untuk dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk honorer yang didata, jangan bahagia dulu. Jangan sampai berharap akan masuk menjadi PPPK sehingga mencari jalur yang cepat. Karena terlalu bahagia ini banyak harapan yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan memberikan berbagai iming-iming,” katanya.

Ia menjelaskan, jangan sampai ada yang tertipu akan bisa diloloskannya untuk menjadi PPPK, sedangkan aturannya pelaksanaannya belum jelas dan masih dalam pengajuan. Untuk menjadi PPPK itu sendiri sesuai regulasi dan ada berbagai ujian yang harus diikuti.

“Jangan khawatir, kalau sudah menjadi rezeki itu tidak akan kemana-kemana, jadi santai saja dulu,” imbuhnya.

Fadhil sendiri telah mengajukan sebanyak 1.035 kebutuhan untuk PPPK, tetapi belum tahu berapa yang disetujui.

Usulan ini menurut Bupati berdasarkan jumlah kekurangan pegawai di lingkungan Pemkab Batang Hari. Walau kekurangan pegawai ia menginginkan keterisian itu dari orang yang sudah mengabdi sesuai dari petunjuk dari Kementrian.

“Tetapi tidak cukup untuk yang mengabdi saja karena memang guru kita banyak yang pensiun.”

“Sebagian besar dari jumlah itu adalah formasi guru berjumlah 950 formasi, kemudian diikuti tenaga kesehatan, tenaga administrasi yang berdasarkan analisa jabatan dan kebutuhan Pemkab Batanghari,” pungkansya. (Red)




Pelantikan Kepala Sekolah dan Pengawas Kabupaten Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Bupati Batang Hari lakukan pengangkatan pegawai negeri sipil dalam jabatan pengawas sekolah serta pemberhentian mutasi dan penugasan guru sebagai Kepala Sekolah, Jumat (02/09/2022).

Pelantikan Kepala Sekolah tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati H Bakhtiar SP, Sekda Batanghari M Azan, asisten I M Rifai Kadir, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Unsur Forkopimda serta tamu undangan lainya di Serambi rumah dinas Bupati.

Muhammad Fadhil Arief mengucapkan, Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala BKPSDMD beserta jajaran atas fasilitasi Kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Batanghari Tahun 2022.

“Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah merupakan penggerak dalam meningkatkan sumber daya sekolah terutama pendidik dan peserta didik. Kepala Sekolah dan Pengawas bertanggung jawab untuk membina dan mengawasi jalannya proses pendidikan, pengawasan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas”, katanya.

Ia menambahkan, “Untuk kedepannya jabatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah merupakan pola karier karena kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan dua unsur tenaga kependidikan yang memegang peranan penting dan merupakan kunci pengelolaan layanan pendidikan.”

Pengawas yang dilantik SD sebanyak 4 orang, SMP 1 orang, dalam kebutuhan untuk SD masih kurang 2 sedangkan untuk SMP sudah memenuhi kebutuhan.

Kepala Sekolah yang dilantik SD sebanyak 125 orang, SMP 3 orang, dan TK sebanyak 4 orang. Terhadap Pengawas yang dilantik masih terdapat kekurangan namun masih bisa diatasi dengan melaksanakan Program Sekolah Penggerak.

Fadhil mengatakan, untuk para Kepala Sekolah yang dilantik pada hari ini ada yang memasuki masa pensiun serta ada sebanyak 34 (tiga puluh empat) orang Kepala sekolah yang selama ini masih memegang jabatan Pelaksana Tugas (Plt) di sekolah masing-masing serta masih dalam rangka promosi dan penyegaran. (Red)




Usai Melantik Kepala Sekolah, Bupati Batang Hari Langsung Tanggapi Protes dari Lukman

Batang Hari, Jambi – Lukman resmi dilantik Bupati Batang Hari menjadi kepala sekolah SDN No 128 Teluk Melintang Kecamatan Mersam di Serambi Rumah Dinas Bupati, Jumat (02/09/2022).

Seusai pelantikan, sekda membuka sesi pertanyaan untuk kepala sekolah yang baru dilantik.

Namun Lukman melakukan protes, ia merasa dirinya dibuang ketempat tugas yang jauh dari tempat tinggalnya di kelurahan Kembang Paseban padahal satu tahun lagi mau pensiun.

“Bukan Saya tidak terima dengan pemindahan ini, seharusnya menghargai pak, Saya ini sudah 39 tahun jadi guru. Kalau tidak bisa pindahkan Saya jadi guru biasa saja jangan jadi kepala sekolah, Saya ikhlas,” ucapnya dengan nada tinggi.

Ia mengakatan, dirinya selalu jadi korban setiap kali ada mutasi, apa salah saya sebenarnya. Tolong pertimbangkan Saya. Pada pelantikan terdahulu, saya juga dipindahkan, sedangkan yang lain tidak. Mengapa pada pelantikan saat ini saya juga dipindahkan.

Lukman berharap satu tahun sisa pengabdiannya menjadi tenaga pendidik, pemerintah tidak terlalu memberatkannya dalam bertugas dan memberikan apresiasi atas pengabdian selama ini bukan dipindahkan ketempat yang jauh.

“Saya tidak siap menjadi kepala sekolah disana, lebih baik jadi guru biasa saja,” pungkasnya.

Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief langsung menanggapi pernyataan tersebut dan mengatakan, saya tidak memberi ruang untuk orang yang seperti itu.

“Diskusinya tidak seperti ini, itu masalah internal, bicarakan dengan Dinas PDK. Terserah mau kenal dengan Bapak saya atau kenal dengan Saya. Jangan permalukan profesi yang mulia sebagai guru ini dengan sikap yang bukan seperti PNS,” ucap Fadhil dengan tegas.

Ia menambahkan, Ketika jadi pegawai dulu bersumpah dihadapan Allah siap ditempatkan dimana saja. Bersumpah perjabatan tidak dipertimbangkan jarak atau segala macam.

“Kalau mau diskusi baik-baik ayo, tapi kalau nantang-nantang seperti itu, oke kita coba. Jadi jangan mencerami kegiatan suci hari ini dengan protes seperti itu,” katanya.

Fadhil berpesan kepada Kepala Dinas Pendidikan Batang Hari untuk mendalami pernyataan dari Lukman, dan akan melaporkannya ke inspektorat, kalau memang benar itu hanya ucapan sekilas, ia harus mempertanggungjawabkan ucapannya.

“Tetapi kalau memang ia mengatakan seperti itu untuk melawan, kita akan ajukan pencopotan kepegawaiannya,” tutupnya. (Red)




Bangunan-bangunan di Batang Hari Masih Banyak yang Belum Menunjukkan Identitas Daerah Jambi

Batang Hari, Jambi – Bangunan-bangunan di Batang Hari masih banyak yang menunjukkan identitas daerah Jambi, dengan ada seperti tanda Y diatap bangunan dengan nama tanduk kambing, Jumat (02/09/2022).

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batang Hari Fathudin Abdi mengatakan, masih banyak yang belum, dahulu juga pernah dihimbau, terutama bangunan pemerintah dan bangunan kemasyarakatan supaya punya identitas.

“Dahulu sudah pernah dilakukan himbauan ternyata belum diikuti. Dalam pembangunan gedung kantor kami LAM juga tidak dilibatkan, atau ditanya bentuk bangunan itu sudah menunjukkan identitas atau belum,” ujarnya.

Ia menegaskan, untuk saat ini LAM masih berupaya untuk menghimbau dan mengingatkan. Dan program selanjutnya akan memberikan nama-nama gedung sesuai dengan ciri khas Jambi. (Red)




Mengenai Putusan Adat Kades Sengkati Kecil, Ketua LAM Batang Hari Sebut Menghakimi Harus Ada Bukti

Batang Hari, Jambi – Berita yang pernah diterbitkan mengenai Keputusan adat yang disepakati oleh Kepala Desa Sengkati Kecil bersama Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Desa Sengkati Kecil dan Sengkati Mudo Kabupaten Batang Hari yang dinilai merugikan dan berpihak, ditanggapi oleh LAM Batang Hari Fathudin Abdi saat acara Pelantikan Kepala Sekolah dan Pengawas di Serambi Rumah Dinas Bupati, Jumat (02/09/2022).

Beberapa poin dalam putusan adat yang telah disepakati mereka yaitu:

Poin enam, Saudari M dan ayahnya beserta keluarganya diberi sanksi adat berupa tidak diurus adminstrasi segala seuatunya selama tiga tahun kecuali kematian, pernikahan dan hal mendesak lainnya.

Ke tujuh, apabila penggiat Desa Sengkati Kecil menghadiri undangan saudari M, ayahnya dalam acara apapun bentuknya akan diberikan sanksi desa.

Mengenai keputusan itu Fathudin Abdi saat dikonfirmasi awak media mengatakan, kalau adat itu sama seperti pengadilan, ia mempunyai dasar dalam memutuskan suatu sengketa.

“Kalau mengaji itu harus diatas kitab dan meratap itu diatas bangkai, artinya segala sesuatu itu harus ada bukti. Seperti mengaji harus diatas kitab, bukan diatas yang lain. Begitu pula dengan meratap atau menangis itu harus diatas bangkai,” katanya.

Begitu pula dengan pengadilan, Fathudin mengatakan, hakim didesa itu ialah Lembaga adat yang harus berdasarkan sangsi apa yang telah dilanggar, apakah ada perdes atau tradisi adat disana.

“Kalau kepala desa mengatakan atas hinaan, hinaan yang seperti apa, apa ucapannya, perbuatan yang seperti apa yang harus diadili, bisa membuktikan atau tidak. Kalau tidak bisa membuktikan artinya tidak ada perbuatan yang dilakukan,” katanya.

Ia menerangkan, hukuman dalam adat ini bukan mengajak orang lain untuk melakukan suatu hal, tapi memutuskan hukuman apa yang dilanggar dan pasal berapa dan apa hukumannya.

“Memang ada hukuman merantau ditengah dusun, tidak diperdulikan masyarakat kalau memang ada disitu. Tapi harus tau dulu perbuatan apa dan pasal berapa yang dilanggar, jadi tidak menghimbau orang harus ditinggalkan tapi memang hukum itu ada,” imbuhnya.

Berita sebelumnya tanpa bukti Kades Sengkati kecil sebut saudari M menghina seluruh penggiat Desa.

Sapriyanto mengatakan, ia menyidang saudari M dan ayahnya karena sudah menghina penggiat seluruh penggiat desa Sengkati Kecil.

“Mereka sudah menghina seluruh penggiat desa, dia juga menghina saya didepan saya sendiri, jadi kami melakukan sidang adat atas dasar hinaannya,” ucapnya.

Meskipun hinaan tersebut tidak terekam dan tidak ada bukti ia tetap gelar sidang adat walaupun tidak dihadiri yang bersangkutan, yang hasil keputusannya ditanda tangani oleh Kepala Desa Sengkati Kecil, Ketua LAD Sengkati Mudo, LAD Sengkati Kecil, dan seluruh penggiat desa.

“Saya cuma minta satu saja kepada saudari M dan keluarganya untuk meminta maaf kepada kami selaku penggiat desa yang sudah dihina olehnya,” ucapnya.

Menurutnya, pihak Saudari M sudah tiga kali diundang untuk sidang adat ia tidak pernah hadir, padahal ia terlihat lalu lalang di sekitar desa.

Meskipun Pihak saudari M menilai keputusan ini memihak dan merugikan, bahkan ada unsur penyebar kebencian, kades sengkati kecil belum melakukan tindakan yang baik.

“Jadi biarlah, kalau memang ini mau dinaikkan ke LAD kabupaten atau ke pihak berwajib, kami akan beberkan semua keburukan saudari M dan keluarganya nanti,” jelas Sapriyanto. (Red)




Ternyata Inilah Orang yang Naik Garudo Bersama Wakil Bupati Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Festival Swarna Bhumi Sepekan di Pasar Lamo Tembesi Batang Hari telah usai, banyak sekali manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Pasar Muara Tembesi mulai dari pengetahuan mengenai sejarah tepi sungai Batang Hari, hingga hiburan yang sangat dinanti oleh penduduk lokasi bersejarah ini.

Tetapi Masayarakat Tembesi pada Umumnya belum mengetahui siapa saja yang datang dan di sambut oleh orang Nomor dua di Batang Hari ini selain Tim Susur Daerah Aliran Sungai Batang Hari.

Saat penyambutan pada Jumat (26/08/2022), Wakil Bupati Batang Hari Bakhtiar bersama tamu tim DAS diarak naik Garudo tradisi Khas Mersam.

Banyak masyarakat yang tidak tahu siapa yang datang, bahkan ada yang menduga Menteri Pendidikan yang langsung tiba, hingga saat ini masih yang belum tahu siapa orang itu.

Ternyata, ini lah orang yang bersama Wakil Bupati Batang Hari saat arak-arakan naik Garudo, dia adalah Direktur Jendral Kebudayaan, Kemendikbudristek Hilmar Farid.

Hilmar Farid, foto: indonesiasatu.co.id

Untuk diketahui selain menghadiri Festival Swarna Bhumi di Bumi Serentak Bak Regam, dilansir dari media indonesiasatu.co.id Hilmar Farid juga akan merancang festival Indonesia Berturur 2022 di Kawasan Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah pada 7-11 September 2022. (Red)




Nur Aini Zubir Bakhtiar Apresiasi DPW Adakan Lomba Rentak Kudo Untuk Meningkatkan Kesehatan

Batang Hari, Jambi – Darma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Batang Hari menggelar acara Lomba Senam Tari Rantak Kudo tahun 2022 di Gedung Olah Raga Bulian Sport Center (GOR BSC), Rabu (31/08/2022).

Lomba perdana yang dilaksanakan oleh DWP Batang Hari yang diikuti sebanyak 42 Peserta dari DWP Organisasi Pegawai Daerah (OPD) dalam Lingkup Kabupaten, dengan jumlah 5 orang perkelompok per OPD, lomba ini merupakan acara dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 77 Tahun.

Pembukaan acara lomba langsung di buka oleh Dewan Penasehat DWP Nur Aini Zubir Bakhtiar dalm hal ini mewakili Zulva Fadhil.

Nur Aini Zubir Bakhtiar, dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasikan acara yang diadakan oleh Ibu-ibu DWP.

“Saya selaku Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Batang Hari, menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan Lomba Senam Rantak Kudo yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Batang Hari beserta pengurus sebagai partner Pemerintah Daerah.”

“hai Ini bagian dari ikut serta kita dalam membantu komitmen untuk mewujudkan sumber daya manusia yang bermutu dan kompetrtif, sehingga diharapkan akan meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat di Kabupaten Batang Hari,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Lomba Tari Rantak Kudo itu juga merupakan bagian dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017, tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, bertujuan untuk perbaikan kualitas lingkungan dan perubahan perilaku kearah yang lebih baik.

Sekaligus dalam rangka mempercepat dan mensinergikan kegiatan dan tindakan dalam pembangunan kesehatan sehingga perlu upaya promotif dan preventif hidup sehat, untuk meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan Masyarakat akibat penyakit, telah dilaksanakan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Menurut Istri Wakil Bupati, perubahan pola penyakit (transisi epidemiologi) yang ditandai dengan meningkatnya kemaban dan kesakitan akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes dan sebagainya, maka perlu langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan melakukan perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku kearah yang lebih sehat secara sistematis dan terencana oleh semua komponen bangsa, untuk itu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

“Sudah merupakan kewajiban kita bersama untuk sama-sama memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dimana pada tahun ini DWP Kabupaten Batang Hari Alhamdullillah dapat Ikut serta memeriahkannya, tentunya dalam suatu perlombaan saya berharap kepada Panitia dan Tim Juri untuk dapat objektif dalam menilai, juga kepada seluruh peserta dapat sportif dalam menguikuti lomba ini,” tegasnya.

Ia berharap, bukan hanya siapa yang menjadi pemenang tetapi yang paling penting keikutsertaan kita dalam memeriahkan HUT RI ke 77, dan membudayakan Senam Rantak Kudo ditengah masyarakat dan semoga Eksistensi DWP Kabupaten Batang Hari kedepanya untuk terus dapat ditingkatkan, selalu melibatkan diri didalam berbagai event-event di Kabupaten Batang Hari.

“Saya mengingatkan Bulan Desember nanti merupakan Hari Ulang Tahun Kabupaten Batang Hari mari bersama-sama kita memeriahkannya.”

Sebagai Anggota DWP Nur Aini Zubir mengingatkan tugas Pokok Dharma Wanita Persatuan yaitu, Membina anggota dalam memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai pihak serta meningkatkan kepedulian dan melakukan pembinaan mental.

Selain itu, meningkatkan spiritual anggota agar menjadi manusia yang bertagwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berkepribadian serta berbudi pekerti luhur, dan yang paling penting aktif mendampingi suami untuk memberikan motivasi dan semangat dalam melaksanakan tugas sebagai Aparatur Daerah, sehingga Batang Hari Tangguh dapat kita wujudkan.

Turut hadir juga pada acara itu Ketua DWP Kabupaten Batang Hari, Ibu Ulya Azan, Ibu

Eti wulan Dari, isteri Eks Sekda Batang Hari, Pengurus darma wanita Sekabupaten, Kadis kominfo Amir Hamzah, Pesrta Lomba dan tamu undangan lainnya. (Red)