Kades Sampaikan Pesan dan Kesan Usai Upacara Pengibaran Sangsaka Merah Putih

Batang Hari, Jambi – Upacara Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 di Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari berpusat di lapangan SDN No 25/I Kelurahan Kampung, Rabu (17/08/2022).

Upacara dihadiri oleh Camat beserta perangkat Pemerintah Kecamatan Muara Tembesi, Seluruh Kades dan Perangkat Desa se-Kecamatan Muara Tembesi, Kapolsek beserta Personil Polisi Sektor, Danramil besera personil, Kepala KUA, Kepala Sekolah beserta guru, dan siswa-siswi peserta upacara.

Seusai upacara pengibaran bendera, Kepala Desa Sukaramai Saalmi kepada awak media menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan pengibaran bendera merah putih di hari kemerdekaan ini.

“Alhamdulillah sudah sama-sama kita saksikan suksesnya pengibaran sangsaka merah putih, semoga kedepannya bisa kita tingkat lagi,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Rambutan Masam Roni juga mengatakan, semoga hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 ini selalu jaya dan kemerdekaan harus kita jaga.

Roni juga memberikan pesan, “Semoga untuk paskibraka tahun ini semoga kedepannya lebih baik lagi dari sekarang ini, karena kita lihat kasihan juga anak-anak paskib dengan situasi kondisi lapangan agak becek. Mudah-mudahan panitia beserta pak camat kedepannya lapangan kita lebih baik lagi.” (Red)




Tampil Lebih Nyentrik di Upacara Kemerdekaan, ini Kesan dan Pesan Kades Mantan Anggota Dewan

Batang Hari, Jambi – Upacara Kemederdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari, Kades Pematang Lima Suku hadir dengan penampilan yang nyentrik berbeda dengan Kepala Desa Lainnya, menjadi sorotan, Rabu (17/08/2022).

Mashuri, S.E., Kades Pematang Lima Suku kepada awak media mengatakan, memang penampilan agak berbeda dari yang lainnya, karena undangan yang dibuat bukan sebagai kepala desa namun sebagai mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari yang sudah dua periode pernah menjabat.

“Walaupun agak berbeda sedikit dari kades yang lainnya, namun tetap tupoksi saat ini sama seperti kepala desa, hanya saja pernah menjabat sebagai anggota dewan dua periode, pada prinsipnya rasa kebangsaan yang kita tampilkan” ujarnya.

Kesan dan pesan hari kemerdekaan ini Mashuri mengajak untuk menjaga kekompakan, kerukunan dan jiwa kebangsaan kita yang lebih tinggi lagi.

“Mudah-mudahan untuk kedepannya kita berharap tuan rumah kegiatan ini bisa dipindahkan ke Pasar Muara Tembesi, karena kita mengingat sejarah dari Pasar Muara Tembesi,” ucapnya.

Menurutnya, terkait untuk anggaran kalau bisa pemerintah kabupaten memberikan anggaran yang agak lebih besar untuk kegiatan tujuh belasan disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Batang Hari sehingga tidak lagi dianggap tidak meriah karena ini kegiatan satu tahun sekali.

Sebagai mantan anggota dewan dua periode, Mashuri menilai prasarana lapangan tempat upacara tidak ada perubahan dengan pagu daripada anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten.

“Sedangkan ini memang acara yang sangat penting jadi harusnya lebih meriah disetiap kecamatan, jadi saya kepingin besok di badan anggaran DPRD melalui tim TAPD pak sekda atau pak bupatinya untuk dianggarkan khusus disetiap tujuh belasan, jadi baik dari segi persiapannya, promosi, maupun kesiapan dari yang ikut acara ini,” ucapnya.

Ditambahkanya, “Termasuk juga kawan-kawan media dipersiapkan tempat fokus untuk mengambil momen titik-titik proklamasi itu.

Terkait dengan kehadiran anggota DPRD Dapil III khususnya dari Kecamatan Muara Tembesi dilokasi upacara, Mashuri Kades PAW Pematang lima suku juga mantan anggota DPRD itu mengatakan bahwa memang tidak terlihat anggota DPRD aktif yang hadir.

“Biasanya anggota dewan perdapil itu diundang, mungkin juga ada upacara di Kabupaten. Tapi dari dulu kalau saya tetap mengambil upacara di dapil saya Kecamatan Muara Tembesi.”

“Tapi itulah karena kurang minusnya anggota dewan kita, buk Minarti dan buk Febi tapi tidak ada yang datangnya hari ini. Jadi, tinggal kita kembalikan ke masyarakat untuk menilainya, nah inilah jiwa kebangsaan kita yang harus ditonjolkan” ucap Mashuri.

Tak lupa, ia mengucapkan terimaksih kepada rekan-rekan media, baik cetak maupun online yang selalu aktif mengabadikan daripada momen-momen yang bersejarah disetiap tahun ini.

“Saya menggaransikan seuampa saya tergabung di 2024 nanti, anggaran untuk kawan-kawan media akan kita besarkan,” imbuhnya. (Red)




Resmi Dikukuhkan, Fadhil Sebut Menjadi Paskibraka Suatu yang Membanggakan

Batang Hari, Jambi – Bupati Batanghari M Fadhil Arief (MFA) resmi kukuhkan petugas pengibar sangsaka merah putih pada perayaan Hut RI ke-77 tahun 2022, Senin (15/08/2022).

“Semoga anggota paskibraka yang telah dikukuhkan ini dapat menjalankan tugasnya pada upacara penaikan dan penurunan bendera merah putih,” Ujar Bupati saat memberikan sambutan.

Lanjut Bupati, hal ini merupakan sebuah prestasi yang cukup membanggakan, baik bagi semua anggota paskibraka maupun orang tuanya.

Mengenai hal itu, tentunya akan sejalan dengan program pemerintah daerah yang memberikan beasiswa baik beasiswa prestasi, beasiswa anak kurang mampu kepada anak-anak yang berprestasi.

”Akan tetapi jangan lupakan juga, karena nilai akademik disekolah harus selaras dengan nilai non akademik,” katanya.

Kegiatan berpusat di pendopo rumah dinas Bupati Batanghari yang juga dihadiri Wakil Bupati H Bakhtiar SP, Ketua DPRD Anita Yasmin SE, Kapolres Batanghari AKBP M Hasan SIK MH, Asisten Setda Batanghari, Kadis Kominfo, Kadisporapar, seluruh anggota pengibar bendera dan juga seluruh orang tua anggota paskibraka.




Lomba Gerak Jalan di Kecamatan Muara Tembesi Menyambut Hari Kemerdekaan

Batang Hari, Jambi – Jelang menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 77, Kecamatan Muara Tembesi melaksanakan kegiatan kegiatan gerak jalan yang dikoordinatori Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) khususnya Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Muara Tembesi yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Ormas se-kecamatan, Senin (15/08/2022).

Pelepasan peserta gerak jalan oleh Pemerintah Kecamatan yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Muara Tembesi didampingi Kasi Pemerintahan Edi Purwanto, S.P., di SMAN 2 Batang Hari menuju SDN No 25/I Kelurahan Kampung Baru.

Edi Purwanto, S.P., mengatakan, momen ini memulai kembali kegiatan kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI yang sudah hampir tiga tahun kegiatan ini fakum yang dikarenakan pandemi covid 19.

“Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun ini persiapannya sangatlah singkat, sehingga pelaksanaan ini di rasakan kurang maksimal. Untuk tahun tahun yang akan datang kegiatan  kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI ini akan dibicarakan jauh jauh hari sehingga diharapkan kegiatan ini dapat maksimal.”

Mewakili pemerintah Kecamatan Muara Tembesi Edi mengucapkan, terima kasi kepada seluruh komponen yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini khususnya semua guru.

“Terimakasih kepada seluruh komponen yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini khususnya semua guru dalam Kecamatan Muara Tembesi khususnya kelompok kerja guru olah raga sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, aman dan terkendali,” tutupnya. (Red)




Diduga Bangunan Gedung SDN No 99/I Mersam Dibangun Tidak Menyesuaikan Kondisi Alam Sekitar

Batang Hari, Jambi – Empat pekerjaan bangunan Gedung di Sekolah Dasar Negeri 99/1 Mersam yang terletak di Desa Benteng Rendah Kecamatan Mersam Kabupaten Batang Hari diduga tidak sesuai dengan keadaan alam sekitar dan tidak ada keterbukaan dalam perencanaannya, Senin (15/08/2022).

Pihak Rekanan diduga melanggar aturan/Undang-undang (UUD) tentang, Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 serta Nomor 70 Tahun 2012.dan UUD nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional (JDIH BPK RI).

Selain itu, Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdanK) juga tidak melaksanakan hal yang baik dan matang terhadap Perencanaan pengerjaan Empat Gedung tersebut.

Beberapa warga yang berada dekat sekolahan menilai, pembangunan Empat Gedung/bangunan yang sedang dikerjakan tersebut sangatlah mengkahwatirkan.

Sebab menurutnya, pembangunan tersebut berada di daerah yang rawan banjir yang sering terendam. Sedangkan pada pengerjaan pembangun tersebut hanya berpondasikan renda tidak bertiang (Panggung) seperti bangunan yang sudah ada.

Menyingkapi hal demikian, awak mediapun langsung mencoba konfirmasi ke pihak PPTK PdanK dalam hal ini yang dinobatkan kepada Irsil Syarief diruangannya pada Kamis (11/08).

Irsil mengatakan tidak bisa berstatemen, karena jika ingin tahu mengapa pada pengerjaan pembangunan gedung yang ada di SDN 99/1 Mersam tersebut tidak dibangun secara panggung terkait perencanaannya itu yang bisa menjawab hanya PPK.

“Ya benar, pada pengerjaan SD 99 Mersam itu memang dibangun dalam bentuk biasa (bukan panggung) dan terkait perencanaannya itu direncanakan pada tahun 2022 oleh Konsultannya. Namun, hanya saja perencanaan anggaran pengerjaannya ditentukan pada tahun 2021 kemarin”, kata Irsil Syarief saat dijumpai di ruangannya.

“Jadi, kalau kawan-kawan media mau menanyakan terkait hal kenapa 4 pengerjaan bangunan itu tidak menyesuaikan bangunan yang ada yang berbentuk panggung, saya tidak berani berstattemen, karena itu hanya PPK dalam hal ini pak Kadis yang bisa memaparkannya”, ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PdanK Zulfadli saat dikomfirmasi oleh rekan media melalui Telephone dan Via pesan Whatsapp beberapa kali, hal demikian tidak pernah ada sama sekali jawaban yang ditanggapi oleh Zulfadli selaku Kadis PdanK.

Beberapa Guru yang mengajar di SD tersebut, menjelaskan jika pihak sekolah tidak mengetahui sama sekali soal pengerjaan bangunan tersebut.

“Kami tidak tahu pasti jenis pekerjaan apa itu dan bangunan ruang apa serta sumber dana dari mana, karena yang tahu jelas itu mungkin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala sekolahnya saja, sebab kami tidak mau terlibat dalam hal pembangunan,” Jelas salah satu guru saat ditanya pada ruangan Guru.

Ditambahkannya, dirinya saat ini tidak punya bapak atau ibu lagi disekolah ini, karena status Kepseknya yang (Plt) sudah Pensiun makanya kami hanya tahu setelah melihat ada bangunan yang dikerjakan yang menggunakan halaman Sekolah tempat bermain dan olah raga.

“Kami pun juga tidak tahu kenapa bangunan itu tidak dibangun secara pangung sama seperti bangunan lainnya, padahal diposisi bangunan itu rawan banjir dan bangunan yang posisi bukan panggung pasti akan terendam air, sehingga bisa dikatakan nantinya pasti akan menambahkan kerjaan/tanggung jawab guru terhadap aset yang ada jika bangunan itu yang bangunannya tidak jenis panggung.”

Menurutnya, pasti guru akan sibuk angkat sana sini aset yang ada di gedung baru itu guna mengamankan dari banjir,” imbuh Guru di Sekolah SDN 99/1. (Tim)




10Juta Bendera Merah Putih Juga Berkibar di Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Pogram Pemerintah Pusat pencanangan 10 juta Bendera Merah Putih di seluruh penjuru Indonesia, Bupati Muhammad Fadhil Arief (MFA) beserta sang istri Zulfa Fadhil bagikan Bendera Merah Putih di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Batanghari atau yang lebih dikenal SMANSA secara simbolis, Sabtu (13/08/2022).

Sebelum membagikan Bendera, Bupati dan Istri memberikan kuis berhadiah. Adapun kuis tersebut dilakukan dalam rangka menguji pengetahuan Siswa-siswi dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati MFA menyampaikan permintaan maaf karena telah merepotkan jajaran para Guru dan Siswa-siswi SMANSA.

“Siswa-siswi yang terpaksa hadir di hari Sabtu ini. Saya sudah lupa, zaman SMA dulu Sabtu masih masuk. Rupanya sekarang sudah tidak masuk lagi, cuma sampai Jum’at sama dengan jam kantor. Sekali lagi mohon maaf, lain waktu kegiatan harus kita sesuaikan dengan jam pelajaran yang ada di SMANSA ini,” kata MFA di Halaman SMANSA.

Dikatakannya, gerakan 10 juta bendera yang dicanangkan oleh pemerintah pusat ini, dalam rangka menyadarkan kita tentang perjuangan para pejuang untuk dapat membuat Indonesia merdeka.

“Begitu nikmat hidup kita setelah memasuki zaman kemerdekaan, tidaklah akan kita bisa bersekolah saat ini apabila Indonesia tidak merdeka. Dulu kakek nenek kita, buyut kita itu susah untuk sekolah karena di zaman penjajahan. Nikmat-nikmat ini yang harus kita syukuri dengan mengisi kemerdekaan,” ajaknya.

Ia sebutkan, pemberian bendera ini hanya simbolis saja, bagaimana di internalisasi menjadi jiwa kebangsaan dan nasionalisme diantara kita semua.

“Tolong ingatkan keluarga dan tetangganya untuk memasang bendera selama 17 Agustus ini,” ucapnya.

Menurut MFA, hal yang paling kecil, paling mudah untuk dilakukan, berbeda dengan pejuang-pejuang dulu, yang mempertaruhkan nyawa harta dan benda untuk kemerdekaan Indonesia.

“Sehingga kita bisa hidup seperti sekarang ini. Untuk adik-adik semua, dunia semakin kompetitif, kemampuan intelektual, spiritual dan emosional adik-adik lah yang akan menentukan masa depan adik-adik semua,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) M. Azan, Asisten I Setda M. Rifa’i Kadir, Kadiskominfo Amir Hamzah, Asisten III Setda Batanghari Asri Yonalsyah, Kakan Kesbangpol Ansori, Kepsek SMA I Batanghari Riska Laily, puluhan Siswa-siswi SMA 1 Batanghari.

Usai melaksanakan kegiatan pembagian bendera Indonesia, Bupati bersama istri, para guru dan puluhan Siswa-siswi SMANSA melakukan iring-iringan kendaraan roda dua menuju Serambi Rumah Dinas Bupati Batanghari guna makan siang bersama. (Red)




Honorarium pada Bappeda Batang Hari Tidak Sesuai Ketentuan Sebesar 228 Juta

Batang Hari, Jambi – – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi, menemukan honorarium pada Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Batang Hari tidak sesuai ketentuan sebesar 228 Juta tetapi tidak direkomendasikan untuk pengembalian, Sabtu (13/08/2022).

BPK memaparkan, honorarium itu ada pada sembilan kegiatan di Bappeda. Yakni, Penyusunan RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2021-2026 sebesar Rp. 82.455.113. Monitoring dan evaluasi bidang pendidikan, kesehatan dan sosial Rp. 3.117.500. Penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi bidang pendidikan, kesehatan dan sosial Rp. 1.296.750. Penyusunan LKP Rp. 38.977.500.

Penyusunan RKPD Tahun 2022 sebesar Rp. 19.174.400. Penyusunan RKPD perubahan tahun 2021 Rp. 16.434.100. Penyusunan buku memori jabatan Bupati Batang Hari periode 2016-2021 Rp. 12.357.500. Penyusunan dan penelitian naskah pidato kepala daerah Rp. 45.585.000. Honorarium melebihi batasan jumlah SK tim yang dapat dibayarkan Rp. 9.159.290. Dengan total keseluruhan Rp. 228.557.154.

Masih dalam LHP BPK, beberapa kegiatan tersebut tidak sesuai dengan Kepres nomo 33  tahun 2020 tentang standar harga satuan regional bahwa satuan biaya honororium tim pelaksana kegiatan dan sekretariat tim pelaksana dibayarkan berdasarkan jenis jabatan pada tim tersebut dan dibayarkan dengan satuan orang/bulan.

Dan berdasarkan Perbup Nomor 54 tahun 2016 tentang Kedudukan, tugas dan fungsi, susunan organisasi serta tata kerja Bappeda.

Menurut BPK, permasalahan tersebut disebabkan Kepala Bappeda tidak optimal dalam mengawasi pelaksanaan anggaran perangkat daerah yang dipimpinnya.

BPK merekomendasikan Bupati Batang Hari agar memerintahkan sekretaris daerah untuk menyusun rancangan regulasi standar harga satuan biaya pada pemkab Batang Hari yang berpedoman standar harga satuan regional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menginstruksikan Kasubag Komunikasi pimpinan Setda agar menjalankan harga sesuai tugas dan fungsinya yaitu menyusun naskah Pidato Kepala Daerah dan wakil kepala daerah.

Kepala Bappeda lebih optimal dalam mengawasi anggaran SKPD yang dipimpinnya dengan memenuhi ketentuan yang berlaku, menginstruksikan PPTK pada masing-masing lebih optimal dalam mengendalikan pelaksanaan teknis kegiatan/sub kegiatan dan menginstruksikan PPTK pada masing-masing perangkat daerah lebih optimal dalam memverikasi meneliti kelengkapan keabsahan pembayaran.

Tetapi dalam LHP tersebut, tidak ada rekomendasi BPK untuk melakukan pengembalian.

Tanggapan Kepala Bappeda dalam LHP BPK, menyatakan tidak mengetahui perihal terbitnya Perpres Nomor 33 Tahun 2020 dan akan mengusulkan komponen standar biaya dalam penyusunan revisi SK Bupati Batang Hari agar sesuai Perpres.

Mulawarmansyah Kepala Bappeda saat di konfirmasi melalui via WhatsApp membenarkan hal tersebut, sesuai pada laporan akhir BPK.

“Untuk tahun 2022, hasil pemeriksaan tahun anggaran 2021, tidak ada temuan BPK di Bappeda, karena sampai hari ini tidak ada pemberitahuan tertulis dari Inspektorat ke Bappeda,” katanya.

Menurutnya, jika tidak ada surat dari inspektorat dan/atau surat dari Bupati kepada Bappeda tentang tindak lanjut temuan BPK, maka dapat disimpulkan bahwa di Bappeda tidak ada temuan.

“Memang beberapa temuan diperintahkan atau direkomendasikan dikembalikan ke kas daerah, beberapa hanya perbaikan administrasi, perbaikan regulasi/peraturan. InsyAllah Bappeda tidak diperintahkan mengembalikan uang,” ucap kepala Bappeda. (Red)




Opini, Aspal Zaman Soeharto Vs Zaman Sekarang

Suaralugas.com OPINI – Belum ada ilmuwan yang meneliti kualitas aspal zaman Presiden Soeharto dengan zaman sekarang. Masyarakat Batang Hari Provinsi Jambi berasumsi kualitas aspal zaman Soeharto tidak ada tandingan.

Menurutnya, aspal yang terbentang di sepanjang jalan lintas Jambi masih 65% aspal zaman Soeharto masih kokoh. Walaupun ditampal oleh aspal baru, yang cepat rusak pasti yang baru.

Jika dibilang lembut tidak juga, itu terbukti saat pengerukan menggunakan alat berat tidak bisa menggunakan cangkul. Tapi rapuh dan bergelombang.

Jika dibilang zaman dulu belum banyak dilintasi kendaraan yang berat, tapi saat ini sudah dilintasi tapi masih kokoh.

Masyarakat juga berasumsi seharusnya kehidupan itu semakin lama semakin maju, terbukti dengan banyaknya temuan-temuan teknologi terbaru dari yang dahulu saat ini.

Namun tidak untuk aspal, seharusnya aspal zaman sekarang ini lebih kokoh dari zaman dahulu.

Lagi, menurut para tokoh masyarakat yang ada saat jalan lintas baru dibuka zaman Soeharto, aspal itu buatan Korea, dan ada juga yang berpendapat dari Jerman.

Masyarakat berharap adanya para ilmuwan yang meneliti kualitas aspal zaman dahulu dan pemerintah bisa menerapkannya.

“Dari dahulu hingga sekarang jalan aspal adalah masalah yang tidak teratasi, hanya perbaikan, tampalan yang terbentang. Kalau pun ada aspal baru untuk jalan lingkungan, ketahanannya pun bisa dihitung untuk beberapa tahun,” asumsi masyarakat.

Seandainya dari dahulu, kualitas aspal yang dibuat adalah kualitas yang bagus, mungkin perekonomian indonesia semakin maju.

Salah satu yang menjadi faktor lambatnya perekonomian meningkat adalah buruknya kualitas fasilitas negara yang dibuat untuk masyarakat.

Masyarakat juga berharap jangan hanya menerapkan pembangunan yang merata tapi terapkan kualitas yang dibangun itu nyata tahan lama.




Subdit Krimsus Dirintelkam Polda Jambi Ajak IWO Batang Hari Tangkal Berita Hoaks

Batang Hari, Jambi – Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Batanghari menyambut kunjungan silahturahmi Subdit Krimsus Direktorat Intelkam Polda Jambi di sekretariat komplek BBC Muara Bulian, Rabu (10/08/2022).

Kunjungan personel Polda Jambi yang diwakili oleh Plt Kasubdit Krimsus Kompol Hambar Puji Utomo didampingi Bamin Subdit Krimsus Bripka Rohim dan Banit Subdit Krimsus Briptu Taufik Hidayat, dalam rangka sosialisasi penolakan terhadap berita hoaks dan mendukung pemberitaan yang jujur aktual dan terpercaya.

Ketua PD IWO Batang Hari Rudi Siswanto mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan dari personel Polda Jambi tersebut.

“Kami sebagai mitra akan terus membantu aparat kepolisan dalam menangkal berita hoaks,” ujarnya.

Ditambahkannya, penangkalan berita hoaks tentunya bukan menjadi tugas insan pers saja, akan tetapi juga menjadi tugas bersama dari seluruh lapisan masyarakat.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya. Dan kami dari PD IWO Batang Hari Menolak berita hoaks dan mendukung pemberitaan yang jujur, aktual dan terpercaya,” pungkasnya. (Red)




Pengendara Roda Dua Terpental Hingga 2 meter Setelah Masuk Lobang Jalan Lintas Jambi-Bungo

Batang Hari, Jambi – Pengendara roda dua terpental hingga 2 meter setelah masuk lobang di jalan lintas Jambi-bungo daerah Desa Sukaramai Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari pukul 18.00 WIB, Senin (08/08/2022).

Pengendara sepeda motor Beat Nopol BH3242VO setelah diselamatkan warga sekitar mengatakan, ingin mendahului truk angkutan trus masuk lobang tiba-tiba langsung terpental.

“Mau motong mobil truk itu, jadi agak ngebut sudah lewat masuk lobang, lalu terpental,” ucapnya.

Beruntung kecelakaan tunggal itu tidak memakan korban jiwa karena memakai helm, ucap warga yang menolong. Menurutnya, setelah jatuh pengendara tersebut langsung berdiri dan truknya melaju dengan lambat sehingga mobil tersebut masih sempat mengerem.

Pantauan awak media, keadaan sementara pengendara motor beat hanya mengalami luka dan terkilir dilengan kirinya.

Ditempat yang sama, salah satu warga mengatakan, keadaan jalan lintas Jambi-Bungo diwilayah kecamatan Muara Tembesi Khususnya Desa Sukaramai memang sangat prihatin.

“Jalan lintas sekarang prihatin, tidak ada perbaikan sama sekali, hanya papan merek himbauan hati-hati jalan berlubang, tapi perbaikannya entah kapan,” ucapnya. (Red)