Keluar Asap Hitam dari Cerobong Pembakaran, UKL UPL AMP PT Kosambi Patut Dipertanyakan

Batang Hari, Jambi – Terpantau asap hitam keluar dari cerobong Asphalt Mixing Plant (AMP) PT Kosambi yang tidak jauh dari pemukiman warga di Desa Pelayangan Kecamatan Muara Tembesi, Selasa (07/01/2024).

Dikutip dari repositori.usu.ac.id dalam jurnalnya berjudul Pengaruh Paparan Debu dan Karakteristik terhadap Kapasitas pernapasan pada petugas Asphalt Mixing Plant.

Memaparkan bahwa tempat produksi aspal dikenal dengan AMP (Asphalt Mixing Plant ). AMP sangat berpotensi mengeluarkan limbah gas seperti debu. Kontak dengan waktu yang relatif cukup lama dengan lingkungan yang dipenuhi debu menyebabkan gangguan pernapasan seperti organ-organ pada paru sehingga menyebabkan penyakit kelainan seperti obstruktif, restriktif dan lainnya. Sedangkan PT Kosambi ini berjarak kurang lebih 50 meter dari rumah warga.

Beberapa sumber juga menyebutkan, Asphalt Mixing Plant (AMP) dapat memiliki beberapa dampak lingkungan, antara lain:

Emisi Gas Rumah Kaca: Proses produksi aspal melibatkan pembakaran bahan bakar fosil, yang dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2).

Emisi Udara: Operasi AMP dapat menghasilkan emisi polutan udara seperti nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2), dan partikulat debu.

Penggunaan Sumber Daya Alam: Produksi aspal memerlukan penggunaan bahan baku alam seperti batuan dan minyak bumi, yang dapat menyebabkan eksploitasi sumber daya alam.

Penggunaan Energi: Proses pemanasan dan produksi aspal di AMP membutuhkan energi yang signifikan, terutama jika energi yang digunakan berasal dari sumber fosil.

Dampak Tanah: Lokasi AMP dan kegiatan penambangan bahan baku dapat memiliki dampak pada tanah, termasuk erosi tanah dan perubahan tata guna lahan.

Dampak Air: Limbah cair dari proses produksi aspal dapat mencemari air tanah atau saluran air di sekitarnya.

Salah satu warga setempat mengaku, sudah terbiasa asap hitam itu keluar dari cerobong asapnya.

“Sudah biasa seperti itu bang. Selama ini sudah pernah menyampaikan ke Kades mengenai hal itu, cuma belum ada tindakan sampai saat ini,” ucap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Pelayangan Sutiono saat dihubungi mengatakan, sudah sering juga saya ingatkan ke pihak Perusahaan tersebut.

“Sudah sering saya ingatkan, cuma mereka bilang iya-iya saja terus,” ucapnya.

Mengenai kegiatan AMP, Perusahaan tersebut tidak ada memberitahu kepada Sutiono selaku Kades setempat.

“Kalau melaporkan belum ada, tetapi tidak tahu dengan Kades sebelumnya. Patut diduga bahwa mereka tidak menjalankan dampak lingkungan yang ada sesuai ketentuan,” tuturnya.

Mengenai hal tersebut, patut dipertanyakan UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan) adalah instrumen dalam sistem pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Keduanya berkaitan dengan upaya penilaian dampak lingkungan.

UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan) adalah serangkaian upaya yang dilakukan oleh pelaku usaha atau kegiatan untuk mengelola dan menjaga lingkungan hidup agar tetap sejalan dengan norma dan standar yang berlaku. Proyek atau kegiatan dengan dampak lingkungan rendah atau sedang dapat memenuhi kriteria untuk menggunakan UKL.

UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan) adalah upaya pemantauan terhadap dampak lingkungan dari suatu kegiatan setelah proyek atau kegiatan tersebut beroperasi. Kegiatan yang memiliki dampak lingkungan sedang dan tinggi mungkin memerlukan UPL untuk memastikan pemantauan berkelanjutan terhadap dampaknya.

Pihak penanggung jawab AMP PT Kosambi saat disambangi di lokasinya sedang tidak berada di tempat, sehingga tidak dapat dikonfirmasi. (Red)




Bhabinkamtibmas Pantau Warga Pasar Tembesi yang Terendam Banjir

Batang Hari, Jambi – Curah hujan tinggi mengakibatkan beberapa rumah warga yang berada di bantaran sungai Batanghari Kelurahan Pasar Muara Tembesi terendam banjir, Selasa (02/01/2024).

Bhabinkamtibmas Polsek Muara Tembesi Aipda Deddy Kurniawan bersama karang taruna Andhika memantau langsung keadaan masyarakat yang terdampak banjir.

“Untuk wilayah kelurahan pasar tembesi yang mengalami kebanjiran alias air masuk ke dalam rumah berjumlah 4 rumah di RT 1 dan RT 3,” ucapnya.

Deddy menghimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap kenaikan debit air yang sewaktu-waktu bisa naik kembali.

“Bhabinkamtibmas akan segera berkoordinasi dengan Pihak Kelurahan dan BPBD Batang Hari,” imbuhnya. (Red)




Konferensi Pers Akhir Tahun Polres Batang Hari

Batang, Hari, Jambi – Sebelum memasuki tahun baru, Kepala Kepolisian Resor Batang Hari beserta jajaran, menggelar konferensi pers terkait kinerja selama tahun 2023 di gedung aula Mapolres, Jumat (29/12/2023).

Kapolres Batang Hari, AKBP Bambang Purwanto, S.I.K., memaparkan macam-macam jumlah tindak pidana dan penindakannya.

Jumlah Tindak Pidana (JTP) kriminalitas tahun 2022 sebanyak 309, Penindakan Tindak Pidana (PTP) 219. Sedangkan, tahun 2023 JPT 434 dan PTP 323, meningkat dari tahun sebelumnya.

JPT Narkoba tahun 2022 sebanyak 48, PTP 48 dengan barang bukti shabu 223,97gr, ganja 856,97gr. Sedangkan, tahun 2023 JPT 52, PTP 50 dengan arang bukti shabu 131,66gr, ganja 64,48gr dan ekstasi 12 butir.

Bambang juga melaporkan data kriminalitas tindak pidana khusus 2023 berupa, Korupsi dengan JPT 4 dan PTP 1. Rambah hutan JPT 1 PTP 0, Migas JPT 1 PTP 1, UU ITE 0.

Kasus yang menonjol atau yang sering terjadi di tahun 2023 yakni, Pencurian Pemberatan dengan JTP 103 PTP 68, Pencurian JTP 87 PTP 68, Penganiayaan JTP 51 PTP 39, Penggelapan JTP 36 PTP 26.

Selanjutnya, data kecelakaan lalu lintas pada tahun 2022 sebanyak 157, korban meninggal dunia 65 orang, luka berat 22, luka ringan 173 dan kerugian materil 236.000.000.

Sedangkan di tahun 2023 data kecelakaan sebanyak 142, korban meninggal dunia 49, luka berat 24, luka ringan 155 dan kerugian materil 181.350.000.

Mengenai tindak pidana korupsi mengapa penindakan tindak pidana hanya satu, Kapolres Bambang mengatakan masih dalam proses hukum.

“Mengenai hal itu tidak ada kendala sama sekali, dan sisanya masih dalam proses hukum bukan juga menjadi PR di tahun 2024,” paparnya. (Red)

 




Kamp Pekerja PT Abun Sendi Diduga Kumpul Kebo

Batang Hari, Jambi – Kamp pekerja PT Abun Sendi yang bergerak di bidang konstruksi pembangunan rigid beton jalan Nasional Jambi – Tebo tepatnya di Desa Suka Ramai Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari menjadi sorotan warga, pasalnya ada seorang wanita di sana, Selasa (27/12/2023).

Kecurigaan bermula dari adanya seorang wanita yang juga tinggal di sana tanpa melapor ke ketua RT setempat.

Saat di datangi oleh Ketua RT 01 beserta Kepala Dusun (Kadus 1), wanita tersebut mengaku sebagai pekerja bagian masak.

“Saya tukang masak dari PT Abun Sendi, memang biasanya setiap proyek pekerjaan itu ada satu tukang masak dan saya sendirian” ucap wanita yang mengenakan baju kuning.

Menurutnya, karena kami tinggal tidak terlalu lama, mungkin pihak perusahaan menganggap hal itu tidak perlu.

“Kami juga tidak tahu kalau kedatangan kami belum dilaporkan ke ketua RT setempat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 M Zaini mengatakan bahwa para kerja tersebut kumpul kebo. Pasalnya tidak ada pihak PT Abun Sendi yang melapor atau izin untuk bertempat tinggal di sini.

“Saya perlu tahu siapa-siapa saja yang tinggal di sini, walaupun sementara ketua RT harus tahu. Takut terjadi yang tidak diinginkan, seperti perbuatan zina atau pun lainnya,” katanya.

Ia menambahkan, “Saya juga harus tahu siapa penanggung jawab para pekerja, pasalnya untuk menghindari dugaan yang tidak enak dari masyarakat. Karena orang yang datang tanpa melapor kami anggap orang asing yang patut dicurigai keberadaannya.”

Anehnya, pihak penanggung jawab pekerja yang berada di kamp Desa Suka Ramai tidak satu pun yang menemui ketua RT. (Red)




Pengabdian Masyarakat, Dosen Universitas Graha Karya Sosialisasi ke Masyarakat tentang Pemilu

Batang Hari, Jambi – Pengabdian masyarakat (pengmas) dosen Program Studi (Prodi) Hukum Universitas Graha Karya Muara Bulian memberikan sosialisasi ke masyarakat Desa Simpang Kubu Kandang Kecamatan Pemayung, Sabtu (23/12/2023).

Sosialisasi tersebut mengangkat tema ‘Netralitas pejabat publik sebagai partisipasi pemilu untuk mewujudkan masyarakat cerdas dalam pemilu demokratis’.

Dengan narasumber: Mubaraq,SH,MH sebagai ketua pelaksana), Othman Ballan,SH,M.Kn sebagai sekretaris), Tri Widiastuti,SH,MH ketua Prodi Hukum / anggota I, Arga Chon F,SH,MH anggota II, Eka Eermala,SH.,M.Kn anggota III, Dwi Aryadi, SH,MH anggota IV.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi Tridarma perguruan tinggi, yang merupakan tanggung jawab semua Civitas akademik dalam perguruan tinggi. Bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan pejabat publik khususnya Aparatur desa dan perangkat desa dalam menghadapi pemilu.

Menurut salah satu pemateri, Othman Ballan mengatakan, dalam mewujudkan pemilu yang damai, tertib, harmoni serta demokratis merupakan tanggung jawab kita semua.

“Bukan hanya penyelenggara pemilu, namun juga merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat. Oleh karena itu pentingnya Edukasi pemilu dilakukan secara masif,” tuturnya.

Fenomena pemilu yang diadakan tiap 5 tahun sekali, menurut Othman, selalu menjadi isu hangat untuk dibicarakan, berbagai polemik di dalamnya mulai dari Money politik, Golput, Intervensi politik, sampai pada persoalan Netralitas pejabat pemerintah.

“Pemilu bukan hanya menjadi parameter dari keberhasilan demokrasi saja, namun pemilu juga merupakan representasi dari penyelenggaraan negara demokrasi yang berpedoman pada prinsip persamaan dan kebebasan, serta partisipasi rakyat dalam menentukan arah tujuan negara,” tambahnya.

Kenapa pejabat publik seperti ASN dan aparatur desa harus menjaga Netralitas?

Semua itu semata-mata hanya untuk, menghindari penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), untuk menjaga integritas, menghindari terjadinya (conflict of interest) dan menjaga kepentingan publik.

Othman menambahkan, “Netralitas pejabat pemerintah khususnya ASN dan aparatur desa menjadi penting. Karena, ASN dan aparatur desa merupakan pejabat publik memiliki tanggung jawab yang harus dipikul untuk melayani kepentingan umum dengan berlandaskan asas profesionalitas, akuntabilitas, aktivitas serta netralitas.”

“Sebagai mana termuat dalam undang-undang nomor 20 tahun 2023 tentang ASN, dan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa,” tegasnya.

Sementara itu, Febriyanto, S.Pd, sekretaris desa memberikan antusias dengan diadakannya sosialisasi ini.

“Selain memberikan wawasan baru pada masyarakat, sosialisasi ini juga relevan dengan apa yang terjadi ketika menghadapi pemilu,” tuturnya.

Febriyanto berharap, semoga dengan adanya sosialisasi ini dapat membuka paradigma baru dimasyarakat agar lebih tertib dalam pemilu serta berperan aktif dalam melakukan pengawasan sehingga terwujud pemilu yang sehat.

Senada dengan Angga Saputra,SE., bendahara dan Saipul Rahman sebagai Kadus I, mereka juga memberikan antusiasme dengan diadakannya acara ini.

“Sosialisasi ini memberikan ilmu baru bagi mereka dan warga yang hadir. Ternyata banyak persoalan-persoalan yang dianggap lumrah terjadi merupakan bagian dari pelanggaran pemilu,” tuturnya.

“Semoga apa yang telah dilakukan oleh dosen Universitas Graha Karya ini dapat berkesinambungan pada seluruh desa di Batang Hari,” harapnya.

Terpantau, kegiatan berlangsung hikmat, santai, namun memberikan banyak informasi bermanfaat. Walau acara tidak dihadiri oleh kepala desa yang berhalangan hadir karena sedang melakukan kegiatan dinas, namun itu tidak mengurangi antusiasme masyarakat yang juga dihadiri oleh Sekretaris desa, ketua BPD dan anggota, serta para kepala dusun. (Red)




Batching Plan PT Abun Sendi Diduga Tidak Menjalankan Ketentuan K3, dan Tidak Mengantongi Izin DPMPTSP

Batang Hari, Jambi – Batching plan milik PT Abun Sendi yang bergerak di bidang konstruksi perbaikan jalan lintas Jambi – Bungo berada di Desa Tenam Kecamatan Muara Bulian diduga tidak menjalankan ketentuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) para pekerja, Senin (25/12/2023).

Dari pantauan tidak ada bendera K3, pekerja juga tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD). Operator alat pengaduk aspal saat keluar tidak menggunakan masker, padahal debu aspal beterbangan.

Sementara itu, salah satu pekerja yang berada di kantor setempat, Suyono mengaku bahwa tidak ada pengawas K3 di lokasi batching plan.

“Benar bang, di sini tidak ada petugas yang mengawasi tentang K3 karyawan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, batching plan tersebut juga tidak melapor kegiatannya ke DPMPTSP Kabupaten Batang Hari, sehingga di ragukan dampak lingkungan dari pembuangan sisa semen.

“Kalau untuk izin dan semuanya silakan tanya ke kantor yang di Jambi,” tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Abun Sendi yang berada di Jambi tidak dapat di konfirmasi. (Red)

 

 

 

 

 

 

 




Ayo Berburu Barang Lelang Milik Pemkab Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Kepala Bidang Aset Badan Keuangan Daerah melakukan lelang barang milik daerah, Jumat (22/12/2023).

Lelang tersebut akan dilaksanakan Jumat 29 Desember 2023 mendatang melalui aplikasi http://www.lelang.go.id

Kabid Aset Milik Daerah, Ijal Pahlevi mengatakan, barang milik daerah yang akan dilelang itu berupa kendaraan roda dua, roda empat, hingga alat berat dan lainnya.

“Kendaraan Roda Dua sebanyak 46 Unit terdiri dari 43 Unit satuan dan 3 Unit paket scrap (besi). Kendaraan Roda Tiga sebanyak 3 Unit, Kendaraan Roda Empat 16 Unit, Dump Truck sebanyak tiga Unit,” ucapnya.

Selain itu, Ijal menyebutkan ada juga kepala kereta api (besi tua) sebanyak 1 unit, kincir air (besi tua) 1 unit, mesin kapal inspeksi sebanyak 1 unit. Alat berat 4 unit dan mesin genset 1 unit.

“Penawaran lelang di mulai pada pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB Jumat 29 Desember. Setoran uang jaminan penawaran lelang disetorkan ke rekening virtual account masing-masing peserta lelang, selambat-lambatnya satu hari sebelum pelaksanaan lelang,” tuturnya. (Red)




Kapus Durian Luncuk Evaluasi Pelayanan Kepada Masyarakat

Batang Hari, Jambi – Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Durian Luncuk menyadari miss komunikasi yang telah terjadi, atas hal itu ia telah mengevaluasi kinerja bawahannya dan pelayanan kepada masyarakat, Selasa (19/12/2023).

Santoso, S.Kep., diruang kerjanya meminta maaf kepada ibu hamil yang melahirkan di mobil setelah datang ke Puskesmas Durian Luncuk.

“Saya minta maaf atas hal itu, dan akan mengevaluasi kinerja staf saya. Kejadian ini menjadi pelajaran buat kami dan nakes yang ada di sini, untuk melayani dengan maksimal lagi,” tutur Santoso Plt Kepala Puskesmas Durian Luncuk.

Santoso menghimbau kepada ibu hamil yang akan bersalin untuk selalu berkomunikasi dengan bidan setempat agar proses persalinannya nanti lebih aman dan lancar.

“Persalinan boleh saja di fasilitas kesehatan yang ada di Desa/Kelurahan setempat, jika ada risiko yang tinggi, bisa langsung segera ke Puskesmas,” katanya.

“Puskesmas Durian Luncuk akan selalu mengevaluasi pelayanan dan kinerja untuk masyarakat,” tegas Santoso. (Red)

 

 

 

 

 

 

 




Petugas Puskesmas Durian Luncuk Sarankan untuk Pulang, Seorang Ibu Akhirnya Melahirkan di Jalan

Batang Hari, Jambi – Seorang Ibu hamil warga Desa Simpang Karmeo hendak melahirkan datang ke Puskesmas Durian Luncuk Kecamatan Batin XXIV, setiba di sana disarankan untuk pulang, Minggu (17/12/2023).

Akun Facebook Ratih Ummu Uwais mengeluhkan pelayanan Puskesmas Durian Luncuk.

“Tadi adik ipar aku mau melahirkan, rupanya masih pembukaan satu. Jadi, bidannya menyarankan untuk pulang karena masih lama,” tulisnya.

Salah satu warga simpang karmeo membenarkan kejadian tersebut, ia mengatakan, ibu hamil itu akhirnya melahirkan di jalan.

“Ibu hamil tersebut tiba di Puskesmas saat magrib, kata perawat atau bidan Puskesmas Durian Luncuk disarankan untuk pulang dulu karena baru bukaan satu,” ucapnya.

Ia menambahkan, “Akhirnya dalam perjalanan jam 2 malam Ibu hamil tadi kembali ke puskesmas lagi, namun tidak sampai ke puskesmas dan melahirkan di dalam mobil.”

Menurutnya, masa iya pihak Puskesmas menawarkan, seharusnya mereka itu tahu, dari magrib sampai ke jam 2 itu bukan sehari cuma menghitung jam dan nyawa menjadi taruhannya. Kenapa tidak disarankan untuk dirawat dulu atau menunggu di puskesmas.

“Apalagi keadaan jalanan saat ini macet dan sudah tidak diperbolehkan melahirkan di rumah atau dengan dukun beranak. Untung saja anak dan ibunya selamat,” ucapnya kesal.

Kepala Puskesmas Durian Luncuk, Santoso, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa memang ada ibu hamil yang datang.

“Pasien itu datang magrib, saat di periksa pembukaan satu. Kalau biasanya masih buka satu pasien ditawarkan mau pulang atau tinggal di Puskesmas, karena takutnya pasien bosan menunggu lama di puskesmas,” ucapnya melanjutkan informasi dari staf.

“Pasien mau pulang jadi dipesankan sama yang jaga kalau misalnya sakitnya bertambah boleh langsung ke Puskesmas atau panggil Bu Evi,” tambahnya.

Santoso juga memaparkan permohonan maaf stafnya, ‘Saya minta maaf pak kapus dalam persalinan ini terkadang kita salah memprediksi pembukaan karena pembukaan bertambah tergantung dari kontraksinya. Mungkin salah satu kesalahan yang jaga itu pak memprediksi berjalannya pembukaan jalan lahirnya.’

“Dan ini menjadi masukan bagi kami, untuk terus meningkat mutu layanan di Puskesmas,” singkatnya. (Red)

 




Puskesmas Muara Tembesi Laksanakan Re Akreditasi, Haipal: Semoga Meningkat Dari Tahun Sebelumnya

Batang Hari, Jambi – Puskesmas Muara Tembesi melaksanakan rangkaian kegiatan Re Akreditasi Tahun 2023. Dengan tujuan menilai, membina Puskesmas dan fasilitas Pelayanan kesehatan Primer dalam upaya berkelanjutan untuk memperbaiki sistem pelayanan dan kinerja yang berfokus pada kebutuhan masyarakat, Rabu (13/12/2023).

Kepala Puskesmas Muara Tembesi, Haipal, S.Km., mengatakan, tujuan melakukan kegiatan ini ialah untuk melihat sejauh mana kualitas dan mutu pelayanan Puskesmas kita di tahun ini.

“Karena di tahun sebelumnya Puskesmas ini berada diperingkat tingkat Madya, atau tingkat kedua,” ujarnya.

Tim penilai survei ini dari lembaga independen eksternal yang sudah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan.

“Mereka menilai dan memberikan tingkatan mutu Puskesmas, sehingga yang mendapatkan penilaian tertinggi bisa meningkatkan kerja sama dengan BPJS,” ucapnya.

Haipal berharap, tahun ini Puskesmas Muara Tembesi bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Harapannya Puskesmas Muara Tembesi mendapatkan hasil penilaian yang maksimal dari tahun sebelumnya,” singkatnya. (Red)