Cabjari Muara Tembesi Gelar Shalat Istisqa sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW

Batang Hari, Jambi – Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Batang Hari di Kecamatan Muara Tembesi menggelar Shalat Istisqa sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah di halaman kantor, Selasa (03/10/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat wilayah hukum kejaksaan seperti, Kecamatan Muara Tembesi, Mersam, Batin XXIV, Maro Sebo Ulu, Maro Sebo Ilir, Kepala Desa setempat dan imam Ustaz Wahyudi.

Kepala Cabjari, Muhammad Lukber Liantama mengatakan, kegiatan memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan umat muslim.

“Dengan Maulid ini kita kembali mengingat hari kelahiran Nabi Muhammad, sekaligus mengingat anjuran dan sunah-sunah yang harus kita lakukan sebagai untuk menuntun ke jalan yang benar,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Momen ini, sekaligus menjalin silaturahmi personil instansi kejaksaan dengan Forkopimcam yang berada di sekitar wilayah kerja kita.”

“Semoga kegiatan Maulid Nabi ini dapat menumbuhkan rasa cinta kepada junjungan Nabi Muhammad SAW dan dapat menerapkan sikap dan kewibawaan Nabi dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Mengingat kondisi sedang dalam musim kemarau, dan udara yang banyak tercemar oleh asap. Lukber bersama para tamu undangan menggelar Shalat Istisqa.

“Shalat Istisqa sendiri bertujuan untuk memohon doa kepada Allah agar diberikan rahmat berupa hujan, agar suasana udara kembali membaik,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga diisi ceramah oleh KH Nadsir Muhammad. (Red)




Bupati Batang Hari Ucapkan Selamat Kepada Sumardi Sebagai PAW DPRD

Batang Hari, Jambi – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari melaksanakan paripurna dalam rangka Peresmian Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Batang Hari Sisa Masa Jabatan Tahun 2019-2024 An. Sumardi dan dilanjutkan Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan RAPBDP Tahun Anggaran 2023 Kabupaten Batang Hari, Jumat (29/09/2023). 

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Batang Hari M. Jaafar langsung pimpin proses pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Mantan Kepala Desa Olak Sumardi sebagai Anggota DPRD Sisa masa jabatan tahun 2019 – 2024, di Ruang Aula Gedung DPRD Kabupaten Batang Hari. 

Sementara itu dalam sambutannya Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief mengucapkan, selamat kepada Sumardi yang dilantik hari ini sebagai Anggota DPRD kabupaten Batang Hari. 

Fadhil Arief juga menyampaikan ucapan terima kasih atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Batang Hari atas pengabdian almarhum Hartono yang telah membaktikan diri ikut berkontribusi untuk membangun Kabupaten Batang Hari, Kata Fadhil Arief. (*) 




Hadiri Pengukuhan dan Rapim Muhammadiyah, Fadhil: Semoga Dapat Menciptakan Inovasi Baru

Batang Hari, Jambi – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menghadiri Pengukuhan dan Rapat Kerja Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Batang Hari 2022-2027, Sabtu (30/09/2023). 

Turut Hadir Pimpinan Muhammadiyah Provinsi Jambi Buya, H. Suhaimi Chan, HK beserta rombongan, Kepala OPD Terkait dan para undangan lainnya. 

Dalam sambutannya, Fadhil menyampaikan, Muhammadiyah adalah Organisasi Islam yang besar, Organisasi Islam yang mandiri yang tangannya di atas, dan Organisasi yang banyak melahirkan intelektual-intelektual yang hebat, yang mampu menguatkan satu sama lainnya”. 

Fadhil Arief juga mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik, semoga dapat menciptakan inovasi baru dan selalu sinergi dengan pemerintah Kabupaten Batang Hari, dapat menjalankan fungsi dan tugas dengan sebaik-baiknya dan selamat melaksanakan Rapat Kerja pada hari ini. (*) 




Sidang Adat Desa Sukaramai Musibah Meninggalnya Almarhum Z

Batang Hari, Jambi – Beberapa waktu lalu, pada Minggu (17/09) ditemukan jenazah bocah laki-laki di tepi sungai Batanghari Desa Malapari Kecamatan Muara Bulian. Diketahui bocah tersebut adalah Z (9) warga Desa Sukaramai yang tenggelam di tepi sungai Batanghari wilayah Desa Pulau.

 

Lembaga Adat Desa Sukaramai dan Desa Pulau bersama Lembaga Adat Kabupaten dan Lembaga Adat Kecamatan, menggelar sidang adat untuk menyelesaikan dugaan silang sengketa adat di aula Kantor Desa Sukaramai, Kamis (28/09/2023).

 

Ketua Lembaga Adat Desa Sukaramai, Amral Nevada mengatakan, sidang adat ini bukan memutuskan siapa yang bersalah dan yang benar, namun memberikan solusi atas mufakat upaya berdamai dari kedua belah pihak.

 

“Kami bersama Lembaga Adat yang ikut rapat hari ini menimbang bahwa kematian dari almarhum Z (9) bukan adanya unsur pembunuhan, namun itu adalah musibah tenggelamnya Z (9) saat bermain bersama teman-temannya tepi sungai Batanghari wilayah Desa Pulau,” ucapnya.

 

Singkat cerita, kronologis kejadian tersebut, Almarhum Z bermain bersama tiga temannya, yakini RB (14) YN (9) dan SL (13) di pasir tepi sungai Batang Hari wilayah Pulau lalu masuk ke tempat yang dalam dan tenggelam.

 

Selanjutnya, orang tua Z (9) melaporkan hal ini kepada pihak Desa Sukaramai. RB (14), YN (9), dan SL (13) didampingi orang tuanya dijadikan saksi dalam sidang adat tersebut.

 

Amral menambahkan, “Amar keputusan rapat adat sudah dibacakan dihadapan semua pihak sesuai dengan pertimbangan beberapa Lembaga Adat yang ikut sidang.”

 

“Pihak saksi sudah setuju dengan amar keputusan tadi, tinggal pihak korban almarhum Z (9) masih menimbang bersama keluarganya dan akan ditentukan selama dua hari ke depan,” ucapnya.

 

Atas kejadian ini, Amral mengingatkan kepada seluruh orang tua untuk menjaga dan memantau anaknya dalam bermain.

 

“Ini pelajaran untuk kita semua, jangan sampai terjadi lagi. Pantau dan awasi anak kita dalam bermain,” tutupnya. (Red)




Hadiri Bimtek PAUD HI, Fadhil Berharap Para Guru Dapat Menerapkan Ilmu yang Didapat

Batang Hari, Jambi – Muhammad Fadhil Arief Bupati Batang Hari menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Anak Usia Dini Holigstik Integratif (PAUD HI) bagi Kepala Sekolah Satuan PAUD Kabupaten Batang Hari, Rabu (27/09/2023). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BGP Jambi, Kepala dinas PDK diwakili Kabid paud dan Pnf, Kepala Dinas PMD, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Sosial, Kepala DPPKB. 

Kepala Bidang PNF, Irsil Syarif menyampaikan, PAUD Holistik Integratif merupakan penanganan anak usia dini secara utuh  (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan dan perlindungan. 

“Dalam mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah dan pusat. Bahwasanya anak usia dini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, maka pelayanan bagi anak tidak hanya terbatas dari sisi pendidikannya, melainkan harus dilakukan secara terpadu (holistik) dengan aspek lain yang mempunyai  kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak,” ucapnya. 

Meningkatkan kompetensi pendidik paud dalam memenuhi kebutuhan esensial anak meliputi kesehatan, gizi, pendidikan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan  melalui pengembangan anak usia dini holistik integratif (PAUD HI) 

Sementara itu Bupati Batang Hari mengajak para guru PAUD untuk dapat menerapkan ilmu yang didapatkan dari Bimtek PAUD HI ini. 

“Ilmu yang didapatkan dari sini harus diterapkan ke tengah masyarakat, masyarakat yang mana. Iya orang tua dari anak usia dini yang diajarkan,” ungkap  Fadhil Arief. (*) 

 




Dirjen OTDA Kemendagri Sambut Baik Penyelenggaraan Bimtek LPPD Pemkab Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Pemerintah Kabupaten Batanghari menggelar Bimtek Penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) bersama Ditjen OTDA Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (26/09/2023).

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil evaluasi kerja penyelenggaraan pemerintah daerah di Tahun 2021-2022.

 

Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Daerah Ditjen OTDA Kemendagri RI, Imelda mengatakan, dari 419 kabupaten yang ada di Indonesia, Kabupaten Batanghari merupakan yang pertama kali menggelar kegiatan Bimtek tersebut.

 

Disela sambutan Imelda menyampaikan, Biasanya kalau start-nya duluan hasil laporannya harus bagus, yang kita perlukan memang kepedulian Kepala Daerah, dimana kehadiran Bupati hari ini menunjukkan bahwa LPPD yang menjadi laporan wajib kepala daerah, dalam hal ini menjadi atensi yang tertinggi bagi Pak Bupati.

 

“Sebelum Covid -19 melanda, tepatnya di tahun 2019-2020, Kemendagri memang tidak merilis pencapaian status kinerja daerah. Karena, memang pelaporan LPPD dari manual ke sistem itu memerlukan waktu dan cara yang tidak sebentar,” tutur Imelda.

 

Sehingga di tahun 2021, Mendagri baru menyampaikan dan merilis Permendagri terkait hasil peningkatan atau hasil evaluasi kinerja pemerintahan daerah.

 

Lanjut Imelda, di tahun 2022, tim dari Kemendagri akan kembali merilis dan berharap tidak ada maslah di kemudian hari.

 

“Karena dari tim nasional hasil LPPD 2022 yang dilaporkan pada tahun 2023 akan segera disampaikan ke Mendagri” tambahnya.

 

“Dan perlu kami sampaikan bahwa Direktorat EKPKD dalam hal ini Kemendagri juga usdah menyampaikan terkait hasil semua peningkatan kinerja daerah kepada Presiden RI,” sambung Imelda.

 

Dalam waktu dekat ini, Kemendagri akan mengagendakan pertemuan dengan 10 daerah yang meraih peringkat terbaik dalam hasil pelaporan LPPD tersebut.

 

“Dalam hal ini, 3 provinsi, 10 kabupaten dan 10 kota yang akan menerima penghargaan Satya Lencana Tahun 2021-2022. Semoga di tahun 2022 Kabupaten Batanghari ada perubahan perbaikan,” katanya.

 

“Perlu kami sampaikan, penghargaan Satya Lencana tersebut akan diserahkan langsung kepada Kepala Daerah yang menerima penghargaan. Secara by name, yang artinya atas nama pribadi Kepala Daerah,” pungkas Imelda.

 

Kegiatan Bimtek diikuti oleh seluruh OPD dalam Kabupaten Batang Hari dengan sub materi pembahasan Ditjen Otda Kemendagri antara lain Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2023, Desk Penyusunan IKK LPPD Per-Urusan Pemerintahan, dan Percepatan Penyusunan LPPD. (*)




Bunda Paud Batang Hari Jadi Narasumber di Dirjen GTK Kementerian Pendidikan

Batang Hari, Jambi – Zulva Fadhil Bunda Paud Batang Hari menjadi narasumber di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan mengangkat tema ‘Praktik Baik Dukungan Program Transisi Paud ke SD di Kabupaten Batang Hari’ di Jakarta, Jumat (22/09/2023).

 

Zulva memaparkan bahwa Kabupaten Batang Hari memiliki 361 paud yang terdiri dari 14 negeri dan 347 swasta yang tersebar di 8 kecamatan, 110 desa dan 14 keluruhan dan setiap Kecamatan.

 

“Secara nasional masih banyak praktik PPDB serta pembelajaran yang belum mencerminkan pemahaman bahwa membangun kemampuan fondasi (kematangan sosial emosional, kemampuan literasi dan numerasi dasar) merupakan suatu proses bertahap dan berkelanjutan yang dibangun sejak paud hingga SD kelas awal,” ujarnya.

 

Istri orang nomor satu di Batang Hari itu meminta kepada seluruh guru Paud untuk tidak lebih mengutamakan sistem pembelajaran yang berfokus pada baca, tulis dan hitung atau dalam istilah calistung.

 

“Pendidikan karakter anak seperti konsep belajar bermain yang diterapkan guru akan berpengaruh terhadap attitude serta peningkatan kreativitas anak dan pendidikan karakter anak ini harus ditanam sejak usia dini,” katanya.

 

Keberadaan bunda paud diharapkan dapat memotivasi masyarakat dan para pemangku kepentingan PAUD untuk menyediakan layanan PAUD berkualitas dengan holistik integratif.

 

Sejauh ini bentuk dukungan Pemkab Batang Hari dalam peraturan Bupati Batang hari nomor 48 tahun 2021 tentang penyelenggaraan PAUD di kabupaten Batang hari, insentif untuk pendidikan dan tenaga pendidik, beasiswa untuk guru yang belum S1(beasiswa Batang Hari tangguh). (*)




Wakil Bupati Batang Hari Apresiasi Pembangunan Rumah Ibadah Suluk

Batang Hari, Jambi – Wakil Bupati Batang Hari, H. Bakhtiar, SP Menghadiri undangan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Ibadah Suluk (RIS) dan Majlis Dzikir di Nes KM. 11, RT. 07 Desa Sungai Buluh Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari, Jum’at (22/09/2023). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Sungai Buluh, Ketua yayasan Darul Hikam Al Asnawiyah Al Daen, Dewan Mubyid dan para tokoh Agama tokoh Adat tokoh Masyarakat dan beserta undangan lainnya.  

Wakil Bupati Batang Hari, Bakhtiar menyampaikan atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Batang Hari, menyambut baik dan mengapresiasi, serta mendoakan peletakan batu pertama ini nantinya menjadi langkah awal kita bersama bersinergi menyelesaikan pembangunan. 

Selaras dengan misi kedua dari RPJMD Kabupaten Batang Hari dalam mewujudkan Batang Hari TANGGUH. Yaitu Memperkuat Akhlakul Karimah, Sinergitas umarah dan umara semangat Gotong Royong dan kemandirian Masyarakat sebagai agen perubahan dalam mempercepat pembangunan dan tatanan kehidupan Masyarakat yang Agamis, Kata Bakhtiar. (*) 




Bupati Batang Hari Sering Ucap Kata-kata Belanda, Aktivis: Belanda Itu yang Mengambil Tanah Negara

Batang Hari, Jambi – Beberapa kumpulan aktivis Batang Hari menggelar aksi unjuk rasa di beberapa titik, kali ini di depan Kantor Bupati. Mereka menyampaikan tuntutan kepada Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief salah satunya untuk mengembalikan tanah milik negara yang telah di bangun rumah pribadi dan sertifikat hak miliknya, Rabu (20/09/2023).

Para aktivis mendengar bahwa Bupati Batang Hari sering mengucapkan kata-kata Belanda, yang membuat mereka bertanya-tanya tentang ucapan tersebut.

“Bapak Bupati sering mengucap kata-kata Belanda. Sekarang kami mau tanya siapa yang Belanda? Belanda itu yang mengambil tanah milik negara. Kalau kami mengambil tanah nenek moyang, kalau tidak kami beli,” singgung aktivis Usman Yusup saat orasi.

Mereka meminta Bupati Batang Hari agar ikhlas (legowo) mengembalikan aset milik Pemerintah Kabupaten Batang Hari yang telah menjadi hak milik Muhammad Fadhil Arief dengan sertifikat nomor 02692. Karena tanah tersebut jelas menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada LHP 2021.

“Kami mendukung aparat penegak hukum untuk memproses secepatnya temuan LHP BPK pada tahun anggaran 2021 dan 2022. Apabila hingga 60 hari kerja sesuai dengan aturan BPK RI dana tersebut belum dikembalikan, kami meminta pihak Kejaksaan dan Kepolisian untuk memproses sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia,” tegasnya.

Tidak hanya itu, para aktivis itu juga meminta Bupati untuk mencopot beberapa Kepala Dinas yang tidak mampu mengemban tugas sebagai pemimpin dalam instansinya masing-masing.

“Kami minta copot Kepala Dinas BKPSDMD bernama Mula P Rambe yang telah diduga melakukan praktik pungli. Copot Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bernama Zulpadli atas dugaan praktik KKN dan pungli terhadap pengambilan SK PPPK, sertifikasi guru, dan Jabatan Fungsional,” tambah Amir todak.

Ditambahkannya, “Serta mencopot Inspektur Kabupaten Batang Hari bernama Muhammad Rokim yang kami anggap tidak mampu menjalankan tugas dan fungsi sebagai aparat pengawas internal pemerintah.”

Selain kritik yang dipaparkan oleh aktivis tersebut, mereka juga mengucapkan terima kasih atas kebijakan Bupati Batang Hari yang sudah terwujud.

“Kami juga pendukung Bapak Bupati Muhammad Fadhil Arief sehingga Bapak bisa duduk di kursi yang empuk. Tapi kami tidak akan tinggal diam melihat kesewenang-wenangan yang tampak pada saat ini, sehingga kami harus kembali lagi ke jalan untuk unjuk rasa,” ucap sopan Supian.

Saat demo sedang berlangsung, Bupati Batang Hati tidak berada di tempat. (Red)




Dinilai Tidak Mampu Menjalankan Tugas Sebagai Inspektur, Aktivis Batang Hari Minta Rokim Mundur atau Dicopot

Batang Hari, Jambi – Sekumpulan aktivis Batang Hari turun ke jalan unjuk rasa di beberapa kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyampaikan beberapa tuntutan salah satunya ke kantor Inspektorat, Rabu (20/09/2023).

Usman Yusuf selaku koordinator lapangan, menyampaikan bahwasanya Inspektorat Batang Hari nyaris tidak ada fungsi.

“Setiap kali dikonfirmasi oleh awak media tentang sejauh mana tindak lanjut pemkab Batang Hari atas LHP BPK selalu saja mengelak. Padahal jelas BPK Perwakilan Jambi merekomendasikan Inspektorat sebagai koordinator pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK di lingkungan pemerintah daerah kabupaten Batang Hari,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Usman mengaku sudah geram, karena APIP bungkam dan tutup mata atas berita dugaan pungli yang ada dilakukan oknum di beberapa OPD.

“Setiap ditanyakan oleh awak media, Rokim selalu mengatakan bukan kewenangan saya. Lalu kewenangan siapa yang menegakkan kedisiplinan ASN dan LHP BPK?” ucapnya lantang.

Ia menambahkan, “Kalau tidak mampu mengemban amanah menjadi APIP silakan mundur secara jantan, jangan jadi beban yang dapat mencoreng nama Pemerintahan Kabupaten Batang Hari.”

“Atau Bapak sudah masuk ke dalam lingkaran mereka, sehingga bapak terlihat menutup-nutupi membuat hal ini menjadi samar-samar tanpa kejelasan?” teriak Usman.

Saat aksi unjuk rasa, Muhammad Rokim selaku kepala Inspektorat Batang Hari tidak berada di tempat. (Red)