Kabupaten Batang Hari akan Menuju Kota Cerdas

Batang Hari, Jambi – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, dalam Hal ini Bupati Muhammad Fadhil Arief diwakili oleh Asisten III Setda didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengikuti acara Zoom Metting bersama Dirjen Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan tentang implementasi gerakan menuju Kota Cerdas (Smart City) 2023, sekaligus penanda tanganan MOU Inflementasi Smart City Kota/Kabupaten se-Indonesia.

 

Kegiatan Zoom Metting tersebut di laksanakan di ruang Kerja Bupati pada Selasa, (28/02/2023).Turut hadir pada acara itu Dwi Elfrida Dirjen Kominfo RI, Ibenk direktur Kementrian Kominfo RI,perwakilan dari Inspektorat Batang Hari dalam hal ini Irbansus, Bapperinda, Bakeuda dan OPD terkait lainnya.

 

Amir Hamzah, Kadis Kominfo Batang Hari usai mengikuti zoom metting saat diwawancarai oleh awak media mengatakan, penandatanganan MOU antara Bapak Bupati dan Menteri Kominfo secara daring di ruang kerja Bupati tersebut dilaksanakan karena Kabupaten Batang Hari merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi yang lolos menjadi Kabupaten Smart City.

 

“Alhamdulillah dimasa kepemimpinan Bapak Bupati Muhammad Fadhil Arief, Kabupaten Batang Hari bisa lolos pada program Kabupate menuju Smart City bersama Dirjen Kominfo RI,” ucap Amir Hamzah.

 

Mewakili Pemerintah Daerah, Amir Hamzah berharap, dengan lolosnya Kabupaten Batang Hari pada program Kabupaten/kota Smart City, maka Kabupaten Batang Hari bisa menerapkan program-program yang ruang program yang di adakan oleh Smart City sebagai Permen yang program nya akan didukung dengan Komitmen bersama.

 

“Saat ini kepala Daerah sudah Komitmen ni, Pak Bupati sudah suport kita, bahwa kita mengikuti Program ini menuju kota cerdas. Maka ini menjadi komitmen juga tidak hanya Diskominfo saja, semua OPD wajib mendukung program ini. Karena tujuan program ini tugasnya untuk memajukan daerah kita Kabupaten Batang Hari,” ujar Amir Hamzah.

 

Lebih jauh lagi, Amir Hamzah memaparkan, terkait pencapaian dari Program Kota/Kabupaten Smart City yang akan dijalani, Pemkab akan melibatkan semua stake holder di lingkup Pemerintah Kabupaten, kemudia usai terbentuknya Forum Kota/Kabupaten Smart City, maka setiap OPD terkait yang tergabung dalam Forum akan mengikuti Bimbingan Tekhnologi (Bimtek) yang langsung akan didatangi oleh orang-orang Pemerintah dari Pusat.

 

“Kalau kita sudah terbentuk Forum Smart City, nanti tim dari Jakarta yang akan datang ke sini (Kabupaten) memberikan Bimtek untuk menjelaskan tentang Program City nya kepada setiap OPD dengan jadwal yang berbeda,” pungkas Amir Hamzah. (Red)




Ilhamudin Sebut Aktivitas Angkutan Batubara Sudah Sangat Meresahkan, Solusinya Berhenti Kecuali Mempunyai Jalur Khusus

Batang Hari, Jambi – Wakil Ketua II DPRD Batang Hari Ilhamudin angkat bicara terkait aktivitas tambang batubara yang beroperasi di Kabupaten setempat namun tak memiliki jalan khusus.

 

Menurutnya, aktifitas batubara sudah begitu meresahkan terlebih di wilayah Batang Hari.

 

“Kalau aktivitas tambang di Batang Hari sudah sangat meresahkan bagi pengguna jalan umum, maka tidak ada pilihan lain selain menghentikan kegiatan tersebut, kecuali penambang mempunyai jalan khusus,” ujarnya, Rabu (01/03/2023).

 

Dalam tiap kesempatan pertemuan penting dengan para tokoh di Kabupaten Batanghari, pria kelahiran Mersam, 27 Juli 1974 itu selalu alot jika sedang dalam perdebatan pembahasan mengenai aktifitas yang ditimbulkan akibat batubara.

 

Ketika disinggung menghadapi tahun-tahun politik yang sebentar lagi akan segera diselenggarakan di seluruh penjuru negeri Republik Indonesia, dirinya menyebutkan ini merupakan momentum bagi pejabat politik untuk berbuat banyak demi masyarakat.

 

“Tahun politik adalah momentum bagi pejabat pejabat politik untuk berbuat lebih banyak lagi demi kepentingan masyarakat,” ujarnya. (Red)




Perpisahan Kapolsek Muara Tembesi, Iptu Amran Mohon Maaf Apabila Ada Kesalahan

Batang Hari, Jambi – Perpisahan Kapolsek Muara Tembesi di Mapolsek berjalan dengan hikmat. Selama kepemimpinan dan dedikasinya menciptakan Kamtibmas di Kecamatan Muara Tembesi selama ini sangat dirasakan oleh stakeholder dan masyarakat, Selasa (28/02/2023).

Iptu Amran, S.H., didampingi istrinya mengucapkan permohonan maaf dan pamit diri untuk menjalankan tugas di tempat yang baru.

“Hampir dua tahun menjabat sebagai Kapolsek di Kecamatan Muara Tembesi, mungkin banyak kesalahan yang saya perbuat, baik dalam tugas kerja maupun dalam pergaulan. Untuk itu saya mohon maaf,” ucapnya.

Menurutnya, pahit manis dalam berdinas di Kecamatan Muara Tembesi akan menjadi pengalaman yang ia bawa selama menjadi abdi negara hingga pensiun nanti.

“Persaudaraan kita jangan hanya sampai disini, mungkin nanti anak saya akan berdinas di Muara Tembesi juga, untuk itu saya menitip keluarga saya kepada rekan-rekan stakeholder maupun perwakilan masyarakat yang ada saat ini. Untuk menjadikannya sebagai keluarga juga,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kasipem Kecamatan Muara Tembesi mewakili Camat, juga memohon maaf jika ada kehilafan saat bekerja.

“Saya mewakili Camat Edi Purwanto dan Camat sebelumnya memohon maaf apabila ada kesalahan selama bekerja sama,” tuturnya.

Ia menambahkan, terimakasih atas dedikasih pengabdian yang diberikan Kapolsek untuk menciptakan Kamtibmas di Kecamatan Muara Tembesi ini.

“Semoga, Bapak Kapolsek diberikan kemudahan dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara di tempat yang baru,” ucapnya.

Kesedihan juga disampaikan oleh perwakilan Personil Polsek yang diwakili oleh Aipda Agus Parmono.

Menurut Aipda Agus Parmono, kedekatan dan keakraban dengan Kapolsek sudah sangat menyatu, karena itu para personil kompak untuk mengadakan acara perpisahan ini.

“Saya mewakili personil lainnya merasa kehilangan, cuma mau bagaimana lagi itu sudah menjadi tugasnya. Kami berharap nanti saat menjadi AKP, pak Amran kembali lagi ke Batang Hari dengan jabatan baru lagi,” ucapnya.

Kegiatan perpisahan dihadiri oleh stakeholder, forkompincam, Kades dan Lurah se-Kecamatan Muara Tembesi, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Batang Hari, perwakilan Sat Pol PP, tokoh masyarakat dan rekan media. (Red)




Zulva Fadhil Kenalkan Batik Khas Batang Hari Diajang Nasional

Batang Hari, Jambi – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Batang Hari Zulva Fadhil, SE mempromosikan busana batik khas Batang Hari berkolaborasi bersama bella burhan dalam ajang Indonesian Fashion Week (IFW) 2023  di Jakarta, 22-26 Februari.

 

“IFW 2023 resmi dibuka  22-26 Februari, secara offline di Jakarta Convention Centre (JCC), dan kami ikut berpartisipasi serta mendampingi para desainer Batang Hari yang juga ikut menampilkan hasil karyanya,” kata Ketua Dekranasda Zulva.

 

Ia menyebutkan dari Provinsi Jambi hanya Dekranasda Batang Hari yang mengikuti ajang indonesian fashion week (IFW).

 

Langkah ini, menurut Zulva adalah salah satu mempromosikan Batik-batik khas Kabupaten Batang Hari di ajang Nasional maupun Internasional.

 

“Saya ingin mengambil kesempatan tersebut supaya  batik khas Batang Hari bisa jadi pusat nasional karena potensi industri batik di Batang Hari bisa d kembangkan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan pakaian batik menjadi industri yang menguntungkan di Indonesia, karena melihat pertumbuhannya selalu meningkat.

 

Kini batik bukan hanya sebagai kebutuhan primer saja, namun sudah menjadi kebutuhan artistik sehingga mampu mendorong pertumbuhan industri ini lebih pesat. (Red)




Peduli Bencana, Sekda Batang Hari Kunjungi Rumah Korban Longsor

Batang Har, Jambi – Mewakili Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Sekertaris Daerah (Sekda) H. M Azan SH, didampingi Asisten I M. Rifa’i Kadir kunjungi rumah warga Desa Bajubang Laut Kecamatan Muara Bulian yang alami musibah tanah longsor akibat tebing di belakang rumahnya tergerus erosi arus sungai Batanghari pasca hujan yang melanda beberapa hari.

 

Pada kunjungan itu terpantau Sekda dan Asisten Satu menyusuri pingiran tebing yang terkena longsor pada setiap bangunan rumah warga yang terdampak. Turut hadir juga kasi Kesra Kecamatan Muara Bulian, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang Hari, serta Kepala Desa Bajubang Laut.

 

Melalui Asisten Satu Setda Batang Hari, M. Rifa’i Kadir saat diwawancarai oleh awak media menjelaskan, kunjungan yang dilakukan oleh Sekda merupakan tindakan pendataan pada warga yang menjadi korban dari bencana Alam di Desa Bajubang Laut.

 

“Seperti yang dikatakan bapak Sekda tadi, kita kesini melakukan pemantauan dan pendataan terhadap warg kita yang terdampak dari bencana, kemudian nanti karena ini adalah bencana abrasi tanah longsor. Nah, BPBD akan mempelajari sesegera mungkin,” sebut Asisten Satu.

 

“Nah apa tindakan yang sudah kita lakukan..?,tadi kita sudah sama-sama melihat tim BPBD sudah memasang tenda darurat, dan kita sudah memesan kepada masyarakat melalui Pemerintahan Desa harus terus waspada dan petugas BPBD yang ada kita mibta stand bye 24 jam di lokasi yang dimaksud. Nah tindakan selanjutnya nanti sesuai dengan anjuran pak Sekda nanti, OPD tekhnis terkait dalam hal ini BPBD dan Dinas Sosial, kemudian lagi PU dan lainnya nanti akan kita rapatkan sesegera mungkin malam ini juga,” lanjut M. Rifa’i Kadir.

 

Lebih jauh Rifa’i Kadir memaparkan, maksud dari diadakannya rapat terlebih dahulu bersama OPD terkait bukan berarti Pemerintah Kabupaten ingin menunda melaksanakan evakuasi terhadap warga yang terdampak musibah alam tersebut. Lebih hematnya ia menjelaskan hal itu dilakukan guna untuk mempelajari lebih dahulu langkah apa yang lebih tepat untuk dilakukan Pemkab menindaki korban bencana alam itu.

 

“Dirapatkan dulu itu berarti bukan menunda,kondisi dilapangan itu sudah kita berbuat. Apa yang sudah bisa kita buat..? kita dapat memasang tenda darurat, kemudian juga ada stand bye TRC (Zim reaksi cepat) samo anggota dari BPBD. Dan dengan masyarakt tadi kita sudah minta kewaspadaan kemudian untuk salah satu solusi tadi, untuk yang dapurnya sudah hampir terkena longsor tadi kan kita minta dia pindah dengan keluarga terdekatnya dulu, jangan lagi menempatkan rumah yang di pinggir itu lagi. Dan seluruh warga yang disana itu tadi kan sudah saling menolong dan mendukung karena masih ber familly bukan orang lain lagi,” paparnya.

 

“Dan kita jug berharap, intesitas hujan tidak sebanyak atau tidak selebat dari minggu yang lalu. Alhamdulillah nampaknya kan intesitas hujan kondisinya sudah mulai berkurang gitukan, pokoknya sama-sama lah kita berdoa untuk yang terbaik buat warga kita di pinggiran Sungai Batanghari itu,” tutupnya. (Red)




Alami Kecelakaan Kerja di PT GNL, Tomi Dilarikan Ke RS

Batang Hari, Jambi – Tomi seorang karyawan yang bekerja di PT Gema Nusa Lestari (GNL) di Desa Ampelu Mudo Kecamatan Muara Tembesi dilarikan ke Rumah Sakit Hamba Muara Bulian untuk mendapatkan perawatan medis, Jumat (24/02/2023).

 

Informasi yang beredar, Tomi terjepit mesin penggiling kayu di perusahaan tersebut, sehingga harus di operasi.

 

Salah satu keamanan di perusahaan tersebut membenarkan kejadian yang dialami Tomi.

 

“Iya benar, saya sendiri yang membawanya ke Puskesmas lalu dirujuk ke RS Hamba Bulian. Tomi pun harus di operasi,” tuturnya.

 

Mengenai kejadian itu, menurut pihak keamanan jauh dari nyawa.

 

“Itu jauh dari nyawa, kecelakaan biasa dan masih bisa diobati,” tuturnya.

 

Hingga berita ini terbit pihak manager perusahaan tidak bisa ditemui untuk keterangan lebih lanjut. (Red)




Ini Efek Penambangan PT Nanriang yang Dekat Pemukiman Warga

Batang Hari, Jambi – PT Nanriang perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara di wilayah Desa Jebak Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari melakukan penambangan dekat dengan pemukiman warga setempat. Sehingga menimbulkan efek lingkungan yang dirasakan masyarakat setempat, Jumat (24/02/2023).

 

Pantauan awak media di lapangan, ada dua kawah bekas tambang yang berjarak sekitar 50 meter dari pemukiman masyarakat.

 

Akibatnya beberapa rumah warga mengalami keretakan di dindingnya.

 

Bai salah satu pemilik rumah membenarkan bahwa rumahnya retak diduga akibat penambangan tersebut.

 

“Iya benar sekali bang, rumah saya retak,” ucapnya sambil menunjuk dinding rumahnya.

 

Ia menambahkan, “Kalau tidak salah ada dua belas rumah yang retak. Ada sebagian yang diganti ada juga yang tidak. Jadi, yang retak ini bukan cuma saya, banyak juga yang sama.”

 

“Kalau saya tidak diganti rugi, karena saya enggan mengurusnya.”

 

Menurutnya, kalau banyak yang retak artinya sama-sama diakibatkan oleh penambangan tersebut.

 

Tak hanya Bai, Suwito dan tetangganya juga mengalami keretakan yang sama.

 

Selain rumah retak, masyarakat setempat juga kesulitan mendapatkan air, karena sumur milik mereka kering akibat mengalir ke kawah tambang.

 

Salah satu penggiat Desa Jebak mengatakan, kantor Desa juga ikutan retak, dinding dapurnya sudah terpisah.

 

“Balai Desa pun Juga rusak, dinding dapur sudah terpisah. Memang saat kegiatan penambangan getaran alat berat itu sangat terasa, karena alatnya sangat besar,” ungkapnya.

 

Selain itu, ia menuturkan bahwa banyak anak-anak bermain di kawah tambang yang sangat dekat dengan DTA tersebut.

 

“Harapan saya kawah bekas tambang tersebut segera ditutup, karena takutnya menelan korban,” tutupnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, KTT PT Nanriang tidak bisa ditemui di tempat, dan tidak mengangkat telepon awak media. (Red)




Jumat Curhat Kapolsek Muara Tembesi, Keluhan Masyarakat Angkutan Batu Bara Muatan Melintas di Jalan Lingkungan

Batang Hari, Jambi – Kapolsek Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari menggelar Jumat Curhat bersama masyarakat. Kali ini bersama sejumlah insan pers, LSM dan Ormas setempat untuk berdiskusi menyampaikan permasalahan dan saran, Jumat (24/02/2023).

 

Salah satu saran dan masukan yang disampaikan yaitu tentang penertiban kendaraan batu bara bermuatan yang melintas atau parkir di jalan lingkungan yang ada disekitar Muara Tembesi.

 

Pasalnya, dengan kapasitas bermuatan mencapai 12ton itu jika terparkir atau sering melintas di jalan lingkungan dapat merusak jalan tersebut.

 

Karena dikhawatirkan jalan lingkungan yang baru diperbaiki pemkab akan kembali rusak. Bahkan yang sudah rusak menjadi tambah rusak.

 

Menanggapi hal itu, Iptu Amran, S.H., mengatakan, akan ditertibkan lagi bagi pengendara tersebut.

 

“Karena sudah ada kantong parkir, dan akan selalu dihimbau oleh anggota-anggota kami untuk tidak melintas di jalan lingkungan,” imbuhnya.

 

Ia menambahkan, Diakhir masa jabatannya di Polsek Muara Tembesi ia meminta maaf kepada rekan-rekan media, LSM, maupun Ormas, dan masyarakat Tembesi.

 

“Saya mohon maaf, dan izin pamit untuk melanjutkan tugas sebagai Kapolsek di Singkut Sarolangun,” ujarnya.

 

“Mari sama-sama kita bangun dan menjaga keamanan di Kecamatan Muara Tembesi sesuai dengan tupoksi kita masing-masing,” tutupnya.

 

Jumat curhat dilaksanakan di Taman Remaja Kelurahan Kampung Baru, juga dihadiri oleh jajaran Polsek Muara Tembesi. (Red)

 




Kemacetan dan Rusaknya Jalan Nasional, Apakah Bukan Termasuk Gangguan Sosial dan Ekonomi?

Opini Batang Hari, Jambi – Maraknya kemacetan di wilayah Jalan Nasional Kabupaten Batang Hari yang tidak kunjung usai menjadi polemik dan pertanyaan masyarakat.

Beberapa upaya Gubernur Jambi dinilai tidak efektif, salah satunya membatasi angkutan batu bara sebanyak 4.000, dan jam keluar angkutan dari mulut tambang. Nyatanya masih saja ada kemacetan di wilayah lainnya.

Pembatasan di simpang tiga Muara Tembesi agar tidak menumpuk di sana, nyatanya di wilayah Desa Tanjung Marwo yang terjadi penumpukan sebelum jam keluar angkutan yang sudah ditentukan.

Kapasitas batu bara yang sudah ditetapkan maksimal 8 ton, nyatanya banyak yang bermuatan 12 ton. Membuat jalan yang sudah diperbaiki menjadi rusak kembali, dan yang rusak semakin rusak.

Apakah hal itu bukan termasuk golongan gangguan sosial dan ekonomi seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara?

Dalam perda tersebut pada Paragraf 4 Penghentian Sementara Kegiatan Izin Usaha Pertambangan Pasal 28, berbunyi:

(1) Gubernur dapat menetapkan penghentian sementara kegiatan IUP untuk pertambangan mineral dan batubara, dalam hal:

a keadaan kahar:

b. keadaan yang menghalangi sehingga menimbulkan penghentian sebagian atau seluruh kegiatan usaha pertambangan:

c. kondisi daya dukung lingkungan wilayah tersebut tidak dapat menanggung beban kegiatan operasi produksi sumberdaya mineral dan batubara yang dilakukan di wilayahnya: dan

d. kondisi sosial dan ekonomi.

(2) Penghentian sementara kegiatan IUP untuk pertambangan mineral dan batubara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak permohonan penghentian sementara diterima, dengan ketentuan diberikan paling lama 2 (dua) tahun dan dapat diperpanjang paling banyak 1 (satu) kali.

(3) Penghentian sementara kegiatan IUP untuk pertambangan mineral dan batubara tidak mengurangi masa berlaku IUP.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai penghentian sementara kegiatan IUP untuk pertambangan mineral dan batubara diatur dalam Peraturan Gubernur.

Jika termasuk dalam gangguan sosial dan ekonomi, maka Gubernur Jambi harus mengambil tindakan tegas berupa penutupan kegiatan tambang sementara. (Red)




Pertanian Harus Maksimal, Wabup Batang Hari Rapat Koordinasi Bersama Para Penyuluh

Batang Hari, Jambi – Wakil Bupati Batang Hari, Bakhtiar, Sp menggelar rapat koordinasi dengan para Penyuluh Pertanian dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DPPP) Batang Hari, untuk memaksimalkan pertanian, Selasa (23/02/2023).

 

Wabup Bakhtiar menyebutkan, sektor pertanian harus dikembangkan semaksimal mungkin. Bahkan pengelolaan lahan yang berpotensial juga harus digenjot guna memenuhi kebutuhan pangan daerah.

 

” Saya juga meminta untuk para penyuluh untuk memberikan data yang lengkap dan akurat tentang berapa jumlah kelompok tani yang ada di Batang Hari. Bahkan apa saja yang dibutuhkan dan tanaman apa saja yang cocok didaerah setempat,” katanya.

 

Bakhtiar juga menginginkan bagaimana pengembangan komoditi di masing masing bidang pertanian harus dilakukan. Namun penyuluh harus memahami lokasi yang baik untuk pertanian yang akan dikembangkan, mengingat wilayah Batang Hari ini untuk pertanian harus melihat kondisi musim atau cuaca.

 

”Jadwal tanam pangan di Batang Hari juga sangat perlu melihat kondisi musim atau cuaca, bahkan sarana prasarana yang perlu diperhatikan. Seperti alat Alsintan yang sangat perlu didata mulai dari kelayakan dan kebutuhan harus sesuai,” imbuhnya.

 

Ia juga berpesan kepada seluruh Pemerintah Desa (Pemdes) di Batang Hari juga harus bisa mengelola Dana Desanya untuk membantu penyuluh pertanian dalam mengembangkan pertanian.

 

”Untuk mencapai beberapa program tersebut, penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan juga perlu dilakukan. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat desa memiliki kemampuan yang cukup dalam memenuhi kebutuhan pangan di desa secara mandiri,” ungkap Wabup.

 

Wabup juga berharap agar pemdes mampu mendukung kegiatan dari mulai produksi, penyediaan lahan dan Infrastruktur penunjang, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian nantinya.

 

Acara digelar di Dinas PPP, yang dihadiri juga oleh Kepala Dinas PPP, Farizal serta staff, penyuluh Pertanian Se-Kabupaten Batanghari, serta para tamu undangan lain-nya. (Red)