Lagi, Emak-emak Koto Boyo Demo Stopkan Angkutan Batu Bara

Batang Hari, Jambi – Kembali emak-emak Desa Koto Boyo Kecamatan Batin XXIV Kabupaten Batang Hari demo stopkan kendaraan angkutan batu bara yang melintas, karena menurutnya para sopir dan pemerintah beserta penegak hukum tutup mata dengan kesepakatan yang telah disetujui saat Muspida (Musyawarah Pemerintah Daerah), Senin (22/08/2022).

Salah satu perwakilan emak-emak yang demo mengatakan, kendaraan angkutan batu bara dan pemerintah melanggar atas aturan yang disetujui dalam Muspida.

“Kemarin berdasarkan kesepakatan sebelum adanya kantong parkir angkutan batu bara ini boleh keluar atau memijak jalan hitam, tapi saat ini masyarakat sudah membuat kantong parkir untuk angkutan batu bara, malahan kendaran itu masih keluar memijak aspal hitam jam 1 siang,” katanya.

Sehingga mereka kecewa, dan menilai pemda dan aparat tutup mata akan aturan yang telah disepakati.

“Saat ini di jalan hitam memang sudah ada kantong parkir yang dibuat pemda bersama perusahaan, namun dalam kesepakatan dan perbup angkutan batu bara belum boleh melintas di jam 1 dan parkir dari bibir tambang berjarak 1 km, tapi masih saja keluar.” ucapnya.

“Jadi, isikanlah kantong parkir yang sudah kami sediakan, kalau sudah penuh baru boleh cari kantong parkir yang lain.”

Mereka menuturkan, kegiatan penyetopan kendaran ini sudah berlangsung selama lima hari, namun tidak hasil sama sekali.

“Sudah lima hari kami menyetop mobil tidak ada hasil sama sekali, kami hanya menikmati debu saja, padahal kami sudah berusaha untuk membuka kantong parkir untuk berjualan makanan untuk kebutuhan sehari-hari kami,” ucapnya.

Ditempat yang sama M. Baki Ketua BPD Desa Koto Boyo membenarkan hal itu, karena menurutnya hal itu sudah ada kesepakatan dalam Muspida.

“Benar itu, dalam Muspida bahwa pengerjaan kantong parkir itu difasilitasi pemda atau pihak ketiga atau masyarakat, yang saat ini masyarakat pun sudah menyiapkan kantong parkir, namun masih saja membandel,” ujarnya.

Ia menambahkan, ini sudah sesuai dalam kesepakatan yang sudah ditandatangani oleh kapolres, Bupati Batang Hari, Kajari, Dinas PU, Dinas DPMPTSP.

“Jadi saya tidak memperkeruh masyarakat, karena berdasarkan dengan cerita dalam kesepakatan yang sudah disepakati tadi.”

“Saya berharap untuk perusahaan yang sudah membuat kantong parkir jangan membuat kehebohan lagi dimasyarakat, isikan dulu kantong parkir yang sudah disediakan oleh masyarkat, karena mereka kan terdampak dari adanya angkutan batu bara, mulai dari debu, air, dan kebisingan. Jadi wajar saja mereka meminta haknya,” katanya. (Red)




Jamaah Ajwa Tour Batang Hari Sudah Tiba di Madinah

Batang Hari, Jambi – Jamaah Ajwa Tour Umroh dan Haji Plus Batang Hari keberangkat awal musim yang dilepas langsung oleh camat Maro Sebo Ulu Budimansyah sudah tiba di Madinah, Sabtu (20/08/2022).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Cabang Ajwa Batang Hari Kusai Rozi saat berada di Madinah bersama para jamaahnya melalui via WhatsAppnya kepada awak media.

Ia mengatakan, awal musim setelah ibadah haji, jamaah asal Batang Hari sendiri berjumlah 29 orang, dan digabung dengan jamaah Ajwa Pusat berjumlah 21 orang.

“Alhamdulillah, sementara ini perjalanan menuju Baitullah tidak ada rintangan karena angka kasus covid sedikit menurun,” ucapnya.

Kepala Cabang Ajwa Asal Kecamatan Maro Sebo Ulu ini yakin keberangkatan selanjutnya akan lebih banyak dari saat ini, karena awal tahun 2022 kemarin hanya ada dua orang, dan saat ini sudah berjumlah 29 orang.

“Artinya masih ada tamu Allah yang akan berdatangan selanjutnya,” katanya.

“Insyallah, saya optimis dengan visi misi Ajwa mempermudah keberangkatan tamu Allah, akan lebih banyak lagi tamu Allah dari Batang Hari yang bisa lebih mudah dan nyaman berangkat bersama travel kami,” tutupnya. (Red)




Sudah Lama Menahan Sabar, Siswi ini Duel Hingga Berujung Maut

Batang Hari, Jambi – Perkelahian antar siswi di SMP 27 Batang Hari mengakibatkan salah satu diantara mereka menghembuskan nafas terakhir di ruang kepala sekolah, Sabtu (20/08/2022).

Duel terjadi pada hari jumat (19/08), saat jam sekolah di ruang kelas.

Kapolres Batang Hari AKBP M Hasan S.I.K., menyampaikan kronologi kejadian ketika NT dan SN cekcok dan saling menjambak.

Kapolres menyebutkan, SN menerkam balik NT hingga ke bawah dan terjatuh, saat dipisahkan dan dimasukkan ke ruangan berbeda lalu NT pergi ke ruang kepala sekolah dan pingsan.

“NT dipisah dengan SN. NT diruangan kelas, sedangkan SN berada di ruang kepala sekolah, tidak selang lama NT mendatangi ruang kepala sekolah. Saat itu SN sedang ditanyain oleh guru, dan kemudian korban masuk keruangan kepala sekolah, dan hendak ditanya tiba-tiba korban jatuh pingsan cukup lama,” beber Kapolres.

Sempat dibawa ke Bidan Desa, namun nyawa NT (14) tidak bisa tertolong lagi.

Sebelum kejadian, Kapolres menjelaskan kronologi awal cekcok pada kamis (18/08). Saat berkumpul bersama, NT (siswi yang meregang nyawa) mengatakan kepada pelaku bahwa tangannya gatal.

“Tangan saya gatal pingin menjambak kau dari kelas 8, soalnya kau mengatain saya hamil,” ujar NT yang disampaikan SN ke Kapolres.

Dan dijawab SN, “tidak ada aku ngatain kau,” lanjut Kapolres berdasarkan keterangan SN.

Setelah lonceng sekolah berbunyi, keduanya masuk kelas untuk mengambil tas mau pulang sekolah. Ketika hendak keluar kelas, NT menerkam SN.

Namun SN hanya diam dan bergegas pulang kerumah dengan mengalami luka cakaran pada lengan tangan.

Keesokan harinya, sekira pukul 07.30 WIB SN masuk ke dalam ruangan kelas untuk menaruh tas di meja. Pada saat itu ada NT di dalam kelas dan beberapa temannya Mona, Misra, Fitria, Ayu, Cinta, Riski, dan Wili.

“Pada saat itu, SN bertanya kepada NT untuk menanyakan absen yasinan sekolah,” tutur Kapolres.

Seketika, tiba-tiba NT yang sedang berdiri langsung mendatangi SN dan mengatakan ‘apa maksud kamu’, dan NT pun langsung menerkam.

Disitulah terjadinya perkelahian, Kemudian SN membalas dengan menerkam dan menekan kebawah NT.

Sehingga NT yang menerkam duluan terdorong sampai ke pinggir ruangan kelas dan terjatuh ke lantai dengan posisi terlentang.

Meskipun NT sudah terjatuh. Namun SN masih menjambak NT sambil menarik-narik rambutnya.

Saat sedang menjambak, SN mengatakan, “Capek, kesabaranku dari kemarin aku sabar terus, baru tahu sekarang siapa aku”.

Lanjut, SN terus menjambak dan menginjak NT, hingga datanglah guru Reza dan Widia datang memisah dan menyuruh ke kantor.

NT tidak sadarkan diri cukup lama ketika masuk ke ruang kepala sekolah, lalu NT dibawa ke Pustu Bidan di Desa Sungai Lingkar, setelah diperiksa bidan mengatakan bahwa korban sudah meninggal dunia. (Red)




Warga Dusun Sido Mulyo Desa Terentang Baru Ikuti Lomba Kemerdekaan Selama Satu Minggu

Batang Hari, Jambi – Hari kemerdekaan Republik Indonesia adalah hari gembiranya rakyat indonesia, banyak perlombaan yang diadakan oleh masyarakat. Terutama masyarakat Dusun Sido Mulyo Desa Terentang Baru Kecamatan Batin XXIV melaksanakan lomba hinggu satu minggu, Rabu (17/08/2022).

Perlombaan yang diadakan untuk anak-anak berupa balap karung, masukkan paku dalam botol, makan kerupuk, mengumpulkan koin dari pepaya, estafet kelereng, memecahkan balon air, balon joget.

Sedangkan untuk ibu-ibu, lomba estafet air dalam baskom, balon joget, dorong angkong, baris berbaris/LKBB.

Lomba untuk bapak-bapak: futsal menggunakan helm sarung dan sepatu, balam karung. Dan yang terakhir lomba karoke untuk bapak-bapak dan ibu-ibu.

Berlombaan tersebut berakhir pada 25 Agustus yang bertepatan dengan hari ulang tahun warga Dusun Sido Mulyo datang ke Desa Terentang Baru.

Kadus Sido Mulyo Ibnu kepada awak media mengatakan, antusias masyarakat sangat tinggi untuk mengadakan perlombaan.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat kami sangat tinggi, terlebih lagi sudah lama tidak mengadakan perlombaan seperti ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kegiatan ini tidak luput dari peran para pemuda setempat. Dan harapannya bisa menumbuhkan rasa gotong royong, nasionalisme, dan tetap mempertahankan rasa cinta tanah air,” tutupnya. (Red)




Pawai Kemerdekaan, Ini Pendapat Ketua Lembaga Adat Kecamatan Muara Tembesi

Batang Hari, Jambi – Seusai upacara pengibaran bendera merah putih di Kecamatan Muara Tembesi, masyarakat gelar pawai meriahkan hari kemerdekaan, Rabu (18/08/2022).

Terlihat antusias masyarakat dan pelajar dalam acara pawai, dengan iring-iringan berjalan dari Kantor Camat hingga lapangan upacara yang diiringi drum band anak SD dan kompangan dari masyarakat.

Selain itu, perwakilan pelajar dari sekolah yang ada di kecamatan muara tembesi berjalan dengan menggukanan pakaian adat, pakaian abdi negara, pakaian hiasan buatan sendiri, dan lain sebagainya.

Ada juga perwakilan masyarakat, kesenian kuda lumping, ormas dan juga ada rombongan ibu-ibu tangguh ikut memeriahkan pawai.

Sedangkan untuk anak paud, pawai menggunakan mobil hias, yang terlihat unik dan menarik dengan bermacam kreasi.

Menanggapi hal itu Ketua Lembaga Adat Kecamatan Muara Tembesi Datuk Raden Sulaiman mengatakan, antusias dan kekompakan masyarakat Muara Tembesi sangat terlihat di hari ini.

“Diantara tujuh belas agustus yang lalu, rasanya hari ini yang sangat ramai. Antusias masyarakat lebih meningkat dikarenakan dua tahun yang lalu kita tidak mengadakan tujuh belasan dikarenakan pandemi covid, untuk tahun ini pandangan saya selaku ketua adat sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Pokoknya mantap, the best of the best kalau kata orang barat.”

Disisi lain, Datuk Raden Sulaiman mengkritik kegiatan angkutan truk batu bara yang masih beroperasi.

Menurutnya, seharusnya Pemerintah Provinsi Jambi menghentikan sementara kegiatan angkutan batu bara, karena hari ini adalah hari yang sakral. Masyarakat bergembira mengikuti pawai, jadi agak terganggu dengan aktifitas angkutan batu bara.

“Pendapat saya dalam adat itu janggal, karena kita sibuk adakan kegiatan-kegiatan, mereka sibuk juga masuk dan keluar tambang. Seharusnya dua hari ini stop dulu.”

Menurutnya, hal itu bisa mengakibatkan macet. Jadi masyarakat yang hendak pulang dari acara itu terhambat, terlebih itu takutnya ada yang tersenggol karena banyak anak kecil yang turun ke jalan.

“Sekali lagi saya mohon untuk kedepan ini jadi pelajaran kita. Pepatah adat mengatakan pengalaman yang pahit adalah guru yang baik, lebih baik menghindari dari pada menyesal karena sudsh terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya. (Red)




Kades Sampaikan Pesan dan Kesan Usai Upacara Pengibaran Sangsaka Merah Putih

Batang Hari, Jambi – Upacara Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 di Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari berpusat di lapangan SDN No 25/I Kelurahan Kampung, Rabu (17/08/2022).

Upacara dihadiri oleh Camat beserta perangkat Pemerintah Kecamatan Muara Tembesi, Seluruh Kades dan Perangkat Desa se-Kecamatan Muara Tembesi, Kapolsek beserta Personil Polisi Sektor, Danramil besera personil, Kepala KUA, Kepala Sekolah beserta guru, dan siswa-siswi peserta upacara.

Seusai upacara pengibaran bendera, Kepala Desa Sukaramai Saalmi kepada awak media menyampaikan rasa syukur atas suksesnya kegiatan pengibaran bendera merah putih di hari kemerdekaan ini.

“Alhamdulillah sudah sama-sama kita saksikan suksesnya pengibaran sangsaka merah putih, semoga kedepannya bisa kita tingkat lagi,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Rambutan Masam Roni juga mengatakan, semoga hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 ini selalu jaya dan kemerdekaan harus kita jaga.

Roni juga memberikan pesan, “Semoga untuk paskibraka tahun ini semoga kedepannya lebih baik lagi dari sekarang ini, karena kita lihat kasihan juga anak-anak paskib dengan situasi kondisi lapangan agak becek. Mudah-mudahan panitia beserta pak camat kedepannya lapangan kita lebih baik lagi.” (Red)




Tampil Lebih Nyentrik di Upacara Kemerdekaan, ini Kesan dan Pesan Kades Mantan Anggota Dewan

Batang Hari, Jambi – Upacara Kemederdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari, Kades Pematang Lima Suku hadir dengan penampilan yang nyentrik berbeda dengan Kepala Desa Lainnya, menjadi sorotan, Rabu (17/08/2022).

Mashuri, S.E., Kades Pematang Lima Suku kepada awak media mengatakan, memang penampilan agak berbeda dari yang lainnya, karena undangan yang dibuat bukan sebagai kepala desa namun sebagai mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari yang sudah dua periode pernah menjabat.

“Walaupun agak berbeda sedikit dari kades yang lainnya, namun tetap tupoksi saat ini sama seperti kepala desa, hanya saja pernah menjabat sebagai anggota dewan dua periode, pada prinsipnya rasa kebangsaan yang kita tampilkan” ujarnya.

Kesan dan pesan hari kemerdekaan ini Mashuri mengajak untuk menjaga kekompakan, kerukunan dan jiwa kebangsaan kita yang lebih tinggi lagi.

“Mudah-mudahan untuk kedepannya kita berharap tuan rumah kegiatan ini bisa dipindahkan ke Pasar Muara Tembesi, karena kita mengingat sejarah dari Pasar Muara Tembesi,” ucapnya.

Menurutnya, terkait untuk anggaran kalau bisa pemerintah kabupaten memberikan anggaran yang agak lebih besar untuk kegiatan tujuh belasan disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Batang Hari sehingga tidak lagi dianggap tidak meriah karena ini kegiatan satu tahun sekali.

Sebagai mantan anggota dewan dua periode, Mashuri menilai prasarana lapangan tempat upacara tidak ada perubahan dengan pagu daripada anggaran yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten.

“Sedangkan ini memang acara yang sangat penting jadi harusnya lebih meriah disetiap kecamatan, jadi saya kepingin besok di badan anggaran DPRD melalui tim TAPD pak sekda atau pak bupatinya untuk dianggarkan khusus disetiap tujuh belasan, jadi baik dari segi persiapannya, promosi, maupun kesiapan dari yang ikut acara ini,” ucapnya.

Ditambahkanya, “Termasuk juga kawan-kawan media dipersiapkan tempat fokus untuk mengambil momen titik-titik proklamasi itu.

Terkait dengan kehadiran anggota DPRD Dapil III khususnya dari Kecamatan Muara Tembesi dilokasi upacara, Mashuri Kades PAW Pematang lima suku juga mantan anggota DPRD itu mengatakan bahwa memang tidak terlihat anggota DPRD aktif yang hadir.

“Biasanya anggota dewan perdapil itu diundang, mungkin juga ada upacara di Kabupaten. Tapi dari dulu kalau saya tetap mengambil upacara di dapil saya Kecamatan Muara Tembesi.”

“Tapi itulah karena kurang minusnya anggota dewan kita, buk Minarti dan buk Febi tapi tidak ada yang datangnya hari ini. Jadi, tinggal kita kembalikan ke masyarakat untuk menilainya, nah inilah jiwa kebangsaan kita yang harus ditonjolkan” ucap Mashuri.

Tak lupa, ia mengucapkan terimaksih kepada rekan-rekan media, baik cetak maupun online yang selalu aktif mengabadikan daripada momen-momen yang bersejarah disetiap tahun ini.

“Saya menggaransikan seuampa saya tergabung di 2024 nanti, anggaran untuk kawan-kawan media akan kita besarkan,” imbuhnya. (Red)




Resmi Dikukuhkan, Fadhil Sebut Menjadi Paskibraka Suatu yang Membanggakan

Batang Hari, Jambi – Bupati Batanghari M Fadhil Arief (MFA) resmi kukuhkan petugas pengibar sangsaka merah putih pada perayaan Hut RI ke-77 tahun 2022, Senin (15/08/2022).

“Semoga anggota paskibraka yang telah dikukuhkan ini dapat menjalankan tugasnya pada upacara penaikan dan penurunan bendera merah putih,” Ujar Bupati saat memberikan sambutan.

Lanjut Bupati, hal ini merupakan sebuah prestasi yang cukup membanggakan, baik bagi semua anggota paskibraka maupun orang tuanya.

Mengenai hal itu, tentunya akan sejalan dengan program pemerintah daerah yang memberikan beasiswa baik beasiswa prestasi, beasiswa anak kurang mampu kepada anak-anak yang berprestasi.

”Akan tetapi jangan lupakan juga, karena nilai akademik disekolah harus selaras dengan nilai non akademik,” katanya.

Kegiatan berpusat di pendopo rumah dinas Bupati Batanghari yang juga dihadiri Wakil Bupati H Bakhtiar SP, Ketua DPRD Anita Yasmin SE, Kapolres Batanghari AKBP M Hasan SIK MH, Asisten Setda Batanghari, Kadis Kominfo, Kadisporapar, seluruh anggota pengibar bendera dan juga seluruh orang tua anggota paskibraka.




Lomba Gerak Jalan di Kecamatan Muara Tembesi Menyambut Hari Kemerdekaan

Batang Hari, Jambi – Jelang menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 77, Kecamatan Muara Tembesi melaksanakan kegiatan kegiatan gerak jalan yang dikoordinatori Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) khususnya Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Muara Tembesi yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Ormas se-kecamatan, Senin (15/08/2022).

Pelepasan peserta gerak jalan oleh Pemerintah Kecamatan yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Muara Tembesi didampingi Kasi Pemerintahan Edi Purwanto, S.P., di SMAN 2 Batang Hari menuju SDN No 25/I Kelurahan Kampung Baru.

Edi Purwanto, S.P., mengatakan, momen ini memulai kembali kegiatan kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI yang sudah hampir tiga tahun kegiatan ini fakum yang dikarenakan pandemi covid 19.

“Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun ini persiapannya sangatlah singkat, sehingga pelaksanaan ini di rasakan kurang maksimal. Untuk tahun tahun yang akan datang kegiatan  kegiatan yang akan dilaksanakan untuk memeriahkan HUT RI ini akan dibicarakan jauh jauh hari sehingga diharapkan kegiatan ini dapat maksimal.”

Mewakili pemerintah Kecamatan Muara Tembesi Edi mengucapkan, terima kasi kepada seluruh komponen yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini khususnya semua guru.

“Terimakasih kepada seluruh komponen yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini khususnya semua guru dalam Kecamatan Muara Tembesi khususnya kelompok kerja guru olah raga sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, aman dan terkendali,” tutupnya. (Red)




Diduga Bangunan Gedung SDN No 99/I Mersam Dibangun Tidak Menyesuaikan Kondisi Alam Sekitar

Batang Hari, Jambi – Empat pekerjaan bangunan Gedung di Sekolah Dasar Negeri 99/1 Mersam yang terletak di Desa Benteng Rendah Kecamatan Mersam Kabupaten Batang Hari diduga tidak sesuai dengan keadaan alam sekitar dan tidak ada keterbukaan dalam perencanaannya, Senin (15/08/2022).

Pihak Rekanan diduga melanggar aturan/Undang-undang (UUD) tentang, Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 serta Nomor 70 Tahun 2012.dan UUD nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional (JDIH BPK RI).

Selain itu, Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdanK) juga tidak melaksanakan hal yang baik dan matang terhadap Perencanaan pengerjaan Empat Gedung tersebut.

Beberapa warga yang berada dekat sekolahan menilai, pembangunan Empat Gedung/bangunan yang sedang dikerjakan tersebut sangatlah mengkahwatirkan.

Sebab menurutnya, pembangunan tersebut berada di daerah yang rawan banjir yang sering terendam. Sedangkan pada pengerjaan pembangun tersebut hanya berpondasikan renda tidak bertiang (Panggung) seperti bangunan yang sudah ada.

Menyingkapi hal demikian, awak mediapun langsung mencoba konfirmasi ke pihak PPTK PdanK dalam hal ini yang dinobatkan kepada Irsil Syarief diruangannya pada Kamis (11/08).

Irsil mengatakan tidak bisa berstatemen, karena jika ingin tahu mengapa pada pengerjaan pembangunan gedung yang ada di SDN 99/1 Mersam tersebut tidak dibangun secara panggung terkait perencanaannya itu yang bisa menjawab hanya PPK.

“Ya benar, pada pengerjaan SD 99 Mersam itu memang dibangun dalam bentuk biasa (bukan panggung) dan terkait perencanaannya itu direncanakan pada tahun 2022 oleh Konsultannya. Namun, hanya saja perencanaan anggaran pengerjaannya ditentukan pada tahun 2021 kemarin”, kata Irsil Syarief saat dijumpai di ruangannya.

“Jadi, kalau kawan-kawan media mau menanyakan terkait hal kenapa 4 pengerjaan bangunan itu tidak menyesuaikan bangunan yang ada yang berbentuk panggung, saya tidak berani berstattemen, karena itu hanya PPK dalam hal ini pak Kadis yang bisa memaparkannya”, ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PdanK Zulfadli saat dikomfirmasi oleh rekan media melalui Telephone dan Via pesan Whatsapp beberapa kali, hal demikian tidak pernah ada sama sekali jawaban yang ditanggapi oleh Zulfadli selaku Kadis PdanK.

Beberapa Guru yang mengajar di SD tersebut, menjelaskan jika pihak sekolah tidak mengetahui sama sekali soal pengerjaan bangunan tersebut.

“Kami tidak tahu pasti jenis pekerjaan apa itu dan bangunan ruang apa serta sumber dana dari mana, karena yang tahu jelas itu mungkin Pelaksana Tugas (Plt) Kepala sekolahnya saja, sebab kami tidak mau terlibat dalam hal pembangunan,” Jelas salah satu guru saat ditanya pada ruangan Guru.

Ditambahkannya, dirinya saat ini tidak punya bapak atau ibu lagi disekolah ini, karena status Kepseknya yang (Plt) sudah Pensiun makanya kami hanya tahu setelah melihat ada bangunan yang dikerjakan yang menggunakan halaman Sekolah tempat bermain dan olah raga.

“Kami pun juga tidak tahu kenapa bangunan itu tidak dibangun secara pangung sama seperti bangunan lainnya, padahal diposisi bangunan itu rawan banjir dan bangunan yang posisi bukan panggung pasti akan terendam air, sehingga bisa dikatakan nantinya pasti akan menambahkan kerjaan/tanggung jawab guru terhadap aset yang ada jika bangunan itu yang bangunannya tidak jenis panggung.”

Menurutnya, pasti guru akan sibuk angkat sana sini aset yang ada di gedung baru itu guna mengamankan dari banjir,” imbuh Guru di Sekolah SDN 99/1. (Tim)