Yusnardi Sebut Wilayahnya Sering Banjir dan Pengerjaan Box Jalan yang Tidak Jelas

Muaro Jambi – Sering terjadi kemacetan di wilayah Desa Simpang Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) Muaro Jambi akibat jalan tergenang air hujan, Kades Simpang Sungai Duren dengan tegas angkat bicara dan sampaikan langsung ke Gubernur Jambi yang tersebar di media sosial, Minggu (14/08/2022).

Dalam vidio tersebut Kepala Desa Sungai Duren Yusnardi sedang berada di jalan lintas Jambi, terlihat truk batubara seperti sedang masuk lubang mengakibatkan kemacetan bersebelahan dengan proyek box jalan yang tidak selesai.

ia mengatakan, bahwa di wilayahnya rawan kebanjiran.

“Saya kepala desa sungai duren menyatakan bahwa ini rawan ke banjiran, dan laporan dengan Bapak Gubernur Jambi untuk mengantisipasi daerah kami yang rawan banjir. Terutama untuk kendaraan batu bara yang lewat sini sudah tidak memadai lagi,” ucapnya.

Yusnardi kepala desa Simpang Sungai Duren yang juga merupakan Purnawirawan TNI-AD dengan tegas mengomentari pekerjaan proyek box jalan yang sudah tidak jelas.

“Dan pengerjaan box jalan ini sudah tidak jelas dan tidak terawat lagi,” ucapnya dengan tegas. (Red)




10Juta Bendera Merah Putih Juga Berkibar di Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Pogram Pemerintah Pusat pencanangan 10 juta Bendera Merah Putih di seluruh penjuru Indonesia, Bupati Muhammad Fadhil Arief (MFA) beserta sang istri Zulfa Fadhil bagikan Bendera Merah Putih di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Batanghari atau yang lebih dikenal SMANSA secara simbolis, Sabtu (13/08/2022).

Sebelum membagikan Bendera, Bupati dan Istri memberikan kuis berhadiah. Adapun kuis tersebut dilakukan dalam rangka menguji pengetahuan Siswa-siswi dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati MFA menyampaikan permintaan maaf karena telah merepotkan jajaran para Guru dan Siswa-siswi SMANSA.

“Siswa-siswi yang terpaksa hadir di hari Sabtu ini. Saya sudah lupa, zaman SMA dulu Sabtu masih masuk. Rupanya sekarang sudah tidak masuk lagi, cuma sampai Jum’at sama dengan jam kantor. Sekali lagi mohon maaf, lain waktu kegiatan harus kita sesuaikan dengan jam pelajaran yang ada di SMANSA ini,” kata MFA di Halaman SMANSA.

Dikatakannya, gerakan 10 juta bendera yang dicanangkan oleh pemerintah pusat ini, dalam rangka menyadarkan kita tentang perjuangan para pejuang untuk dapat membuat Indonesia merdeka.

“Begitu nikmat hidup kita setelah memasuki zaman kemerdekaan, tidaklah akan kita bisa bersekolah saat ini apabila Indonesia tidak merdeka. Dulu kakek nenek kita, buyut kita itu susah untuk sekolah karena di zaman penjajahan. Nikmat-nikmat ini yang harus kita syukuri dengan mengisi kemerdekaan,” ajaknya.

Ia sebutkan, pemberian bendera ini hanya simbolis saja, bagaimana di internalisasi menjadi jiwa kebangsaan dan nasionalisme diantara kita semua.

“Tolong ingatkan keluarga dan tetangganya untuk memasang bendera selama 17 Agustus ini,” ucapnya.

Menurut MFA, hal yang paling kecil, paling mudah untuk dilakukan, berbeda dengan pejuang-pejuang dulu, yang mempertaruhkan nyawa harta dan benda untuk kemerdekaan Indonesia.

“Sehingga kita bisa hidup seperti sekarang ini. Untuk adik-adik semua, dunia semakin kompetitif, kemampuan intelektual, spiritual dan emosional adik-adik lah yang akan menentukan masa depan adik-adik semua,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) M. Azan, Asisten I Setda M. Rifa’i Kadir, Kadiskominfo Amir Hamzah, Asisten III Setda Batanghari Asri Yonalsyah, Kakan Kesbangpol Ansori, Kepsek SMA I Batanghari Riska Laily, puluhan Siswa-siswi SMA 1 Batanghari.

Usai melaksanakan kegiatan pembagian bendera Indonesia, Bupati bersama istri, para guru dan puluhan Siswa-siswi SMANSA melakukan iring-iringan kendaraan roda dua menuju Serambi Rumah Dinas Bupati Batanghari guna makan siang bersama. (Red)




Honorarium pada Bappeda Batang Hari Tidak Sesuai Ketentuan Sebesar 228 Juta

Batang Hari, Jambi – – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi, menemukan honorarium pada Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Batang Hari tidak sesuai ketentuan sebesar 228 Juta tetapi tidak direkomendasikan untuk pengembalian, Sabtu (13/08/2022).

BPK memaparkan, honorarium itu ada pada sembilan kegiatan di Bappeda. Yakni, Penyusunan RPJMD Kabupaten Batang Hari Tahun 2021-2026 sebesar Rp. 82.455.113. Monitoring dan evaluasi bidang pendidikan, kesehatan dan sosial Rp. 3.117.500. Penyusunan laporan hasil monitoring dan evaluasi bidang pendidikan, kesehatan dan sosial Rp. 1.296.750. Penyusunan LKP Rp. 38.977.500.

Penyusunan RKPD Tahun 2022 sebesar Rp. 19.174.400. Penyusunan RKPD perubahan tahun 2021 Rp. 16.434.100. Penyusunan buku memori jabatan Bupati Batang Hari periode 2016-2021 Rp. 12.357.500. Penyusunan dan penelitian naskah pidato kepala daerah Rp. 45.585.000. Honorarium melebihi batasan jumlah SK tim yang dapat dibayarkan Rp. 9.159.290. Dengan total keseluruhan Rp. 228.557.154.

Masih dalam LHP BPK, beberapa kegiatan tersebut tidak sesuai dengan Kepres nomo 33  tahun 2020 tentang standar harga satuan regional bahwa satuan biaya honororium tim pelaksana kegiatan dan sekretariat tim pelaksana dibayarkan berdasarkan jenis jabatan pada tim tersebut dan dibayarkan dengan satuan orang/bulan.

Dan berdasarkan Perbup Nomor 54 tahun 2016 tentang Kedudukan, tugas dan fungsi, susunan organisasi serta tata kerja Bappeda.

Menurut BPK, permasalahan tersebut disebabkan Kepala Bappeda tidak optimal dalam mengawasi pelaksanaan anggaran perangkat daerah yang dipimpinnya.

BPK merekomendasikan Bupati Batang Hari agar memerintahkan sekretaris daerah untuk menyusun rancangan regulasi standar harga satuan biaya pada pemkab Batang Hari yang berpedoman standar harga satuan regional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menginstruksikan Kasubag Komunikasi pimpinan Setda agar menjalankan harga sesuai tugas dan fungsinya yaitu menyusun naskah Pidato Kepala Daerah dan wakil kepala daerah.

Kepala Bappeda lebih optimal dalam mengawasi anggaran SKPD yang dipimpinnya dengan memenuhi ketentuan yang berlaku, menginstruksikan PPTK pada masing-masing lebih optimal dalam mengendalikan pelaksanaan teknis kegiatan/sub kegiatan dan menginstruksikan PPTK pada masing-masing perangkat daerah lebih optimal dalam memverikasi meneliti kelengkapan keabsahan pembayaran.

Tetapi dalam LHP tersebut, tidak ada rekomendasi BPK untuk melakukan pengembalian.

Tanggapan Kepala Bappeda dalam LHP BPK, menyatakan tidak mengetahui perihal terbitnya Perpres Nomor 33 Tahun 2020 dan akan mengusulkan komponen standar biaya dalam penyusunan revisi SK Bupati Batang Hari agar sesuai Perpres.

Mulawarmansyah Kepala Bappeda saat di konfirmasi melalui via WhatsApp membenarkan hal tersebut, sesuai pada laporan akhir BPK.

“Untuk tahun 2022, hasil pemeriksaan tahun anggaran 2021, tidak ada temuan BPK di Bappeda, karena sampai hari ini tidak ada pemberitahuan tertulis dari Inspektorat ke Bappeda,” katanya.

Menurutnya, jika tidak ada surat dari inspektorat dan/atau surat dari Bupati kepada Bappeda tentang tindak lanjut temuan BPK, maka dapat disimpulkan bahwa di Bappeda tidak ada temuan.

“Memang beberapa temuan diperintahkan atau direkomendasikan dikembalikan ke kas daerah, beberapa hanya perbaikan administrasi, perbaikan regulasi/peraturan. InsyAllah Bappeda tidak diperintahkan mengembalikan uang,” ucap kepala Bappeda. (Red)




Sekda Tanjab Barat Sebut ada Perubahan Signifikan, 134 Desa Sudah Memiliki Da’i

Tanjung Jabung Barat, Jambi – Tahun Ketiga kepemimpinan H. Anwar Sadat dan H. Hairan (UAS-Hairan) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, sejumlah janji – janji sudah terpenuhi khusunya di bidang Bina Mental Spritual keagamaan.

Dilansir dari Media Lintastungkal.com Sekda Tanjab Barat H. Agus Sanusi melalui Kabag Kesra, Hidayat Kasuma bahwa khususnya di bidang Bina Mental Spritual keagamaan, sebagian dari janji-janji politik tersebut telah terpenuhi.

“Seperti saat ini 134 desa sudah terisi atau ada Da’I desanya,” kata Hidayat, Jum’at (12/08/22).

Dikatakan Hidayat kendati baru sebagian, namun ada perubahan signifikan.

“Contohnya penambahan Imam Masjid, Guru ngaji dan Mudim yang sebelumnya di Tahun 2020 sejumlah 2.010 orang, di tahun 2022 ini sudah mencapai 3.471 orang. Dan di APBD Perubahan tahun ini diusulkan kembali penambahan 1.500 orang sehingga jika ditotalkan menjadi 4.971 orang pada tahun ini,” jelasnya.

Masih di Bidang Bina Mental Spritual keagamaan, UAS-Hairan juga menaikkan honor bagi Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang semulanya mendapat honor sebanyak 1.250 orang, bertambah menjadi 1.619 orang, dan Guru Ponpes pada posisi 250 orang.

“Honor dari pemerintah daerah, yang semula Rp 250.000/orang menjadi Rp 300.000/orang, mengalami kenaikan volume jumlah guru MDT bertambah yang menerima sebanyak 369 orang, dan kenaikan nominal honor masing-masing Rp 50.000.-, baik guru MDT dan guru Ponpes,” terang Hidayat Kasuma.

Hidayat menyebutkan secara keseluruhan jumlah Imam masjid, guru ngaji dan mudim pada saat ini berjumlah 3.471 orang. Direncanakan pada anggaran tahun 2024 menjadi 6.000 orang.

Jika digabung keseluruhan jumlah (imam masjid, guru ngaji dan mudim serta guru madrasah, guru ponpes, plus da’ desa/kelurahan) sampai dengan bulan Agustus 2022 berjumlah 5.474 orang,” lanjut Hidayat.

“Janji beliau pada akhir masa Jabatan ditambah berjumlah 6.000 orang,” sebut Hidayat.

Ditambahkan Hidayat, terkait pembayaran honor non tunai melalui bendaharawan Kecamatan, di Pinbukkan ke Rekening masing-masing Da’i setiap Bulannya syaratnya harus menyampaikan laporan atau kegiatan sesuai tanggal ditentukan.

“Jadi apabila Da’i yang bersangkutan tidak menyampaikan laporan kegiatan, maka pihak Kecamatan tidak membayarkan Honor. Dan ini hendaknya menjadi perhatian para dai agar tidak terjadi keterlambatan pembayaran,” tukasnya. (Red)




Opini, Aspal Zaman Soeharto Vs Zaman Sekarang

Suaralugas.com OPINI – Belum ada ilmuwan yang meneliti kualitas aspal zaman Presiden Soeharto dengan zaman sekarang. Masyarakat Batang Hari Provinsi Jambi berasumsi kualitas aspal zaman Soeharto tidak ada tandingan.

Menurutnya, aspal yang terbentang di sepanjang jalan lintas Jambi masih 65% aspal zaman Soeharto masih kokoh. Walaupun ditampal oleh aspal baru, yang cepat rusak pasti yang baru.

Jika dibilang lembut tidak juga, itu terbukti saat pengerukan menggunakan alat berat tidak bisa menggunakan cangkul. Tapi rapuh dan bergelombang.

Jika dibilang zaman dulu belum banyak dilintasi kendaraan yang berat, tapi saat ini sudah dilintasi tapi masih kokoh.

Masyarakat juga berasumsi seharusnya kehidupan itu semakin lama semakin maju, terbukti dengan banyaknya temuan-temuan teknologi terbaru dari yang dahulu saat ini.

Namun tidak untuk aspal, seharusnya aspal zaman sekarang ini lebih kokoh dari zaman dahulu.

Lagi, menurut para tokoh masyarakat yang ada saat jalan lintas baru dibuka zaman Soeharto, aspal itu buatan Korea, dan ada juga yang berpendapat dari Jerman.

Masyarakat berharap adanya para ilmuwan yang meneliti kualitas aspal zaman dahulu dan pemerintah bisa menerapkannya.

“Dari dahulu hingga sekarang jalan aspal adalah masalah yang tidak teratasi, hanya perbaikan, tampalan yang terbentang. Kalau pun ada aspal baru untuk jalan lingkungan, ketahanannya pun bisa dihitung untuk beberapa tahun,” asumsi masyarakat.

Seandainya dari dahulu, kualitas aspal yang dibuat adalah kualitas yang bagus, mungkin perekonomian indonesia semakin maju.

Salah satu yang menjadi faktor lambatnya perekonomian meningkat adalah buruknya kualitas fasilitas negara yang dibuat untuk masyarakat.

Masyarakat juga berharap jangan hanya menerapkan pembangunan yang merata tapi terapkan kualitas yang dibangun itu nyata tahan lama.




Subdit Krimsus Dirintelkam Polda Jambi Ajak IWO Batang Hari Tangkal Berita Hoaks

Batang Hari, Jambi – Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Batanghari menyambut kunjungan silahturahmi Subdit Krimsus Direktorat Intelkam Polda Jambi di sekretariat komplek BBC Muara Bulian, Rabu (10/08/2022).

Kunjungan personel Polda Jambi yang diwakili oleh Plt Kasubdit Krimsus Kompol Hambar Puji Utomo didampingi Bamin Subdit Krimsus Bripka Rohim dan Banit Subdit Krimsus Briptu Taufik Hidayat, dalam rangka sosialisasi penolakan terhadap berita hoaks dan mendukung pemberitaan yang jujur aktual dan terpercaya.

Ketua PD IWO Batang Hari Rudi Siswanto mengatakan, pihaknya menyambut baik kedatangan dari personel Polda Jambi tersebut.

“Kami sebagai mitra akan terus membantu aparat kepolisan dalam menangkal berita hoaks,” ujarnya.

Ditambahkannya, penangkalan berita hoaks tentunya bukan menjadi tugas insan pers saja, akan tetapi juga menjadi tugas bersama dari seluruh lapisan masyarakat.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya. Dan kami dari PD IWO Batang Hari Menolak berita hoaks dan mendukung pemberitaan yang jujur, aktual dan terpercaya,” pungkasnya. (Red)




Pengendara Roda Dua Terpental Hingga 2 meter Setelah Masuk Lobang Jalan Lintas Jambi-Bungo

Batang Hari, Jambi – Pengendara roda dua terpental hingga 2 meter setelah masuk lobang di jalan lintas Jambi-bungo daerah Desa Sukaramai Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batang Hari pukul 18.00 WIB, Senin (08/08/2022).

Pengendara sepeda motor Beat Nopol BH3242VO setelah diselamatkan warga sekitar mengatakan, ingin mendahului truk angkutan trus masuk lobang tiba-tiba langsung terpental.

“Mau motong mobil truk itu, jadi agak ngebut sudah lewat masuk lobang, lalu terpental,” ucapnya.

Beruntung kecelakaan tunggal itu tidak memakan korban jiwa karena memakai helm, ucap warga yang menolong. Menurutnya, setelah jatuh pengendara tersebut langsung berdiri dan truknya melaju dengan lambat sehingga mobil tersebut masih sempat mengerem.

Pantauan awak media, keadaan sementara pengendara motor beat hanya mengalami luka dan terkilir dilengan kirinya.

Ditempat yang sama, salah satu warga mengatakan, keadaan jalan lintas Jambi-Bungo diwilayah kecamatan Muara Tembesi Khususnya Desa Sukaramai memang sangat prihatin.

“Jalan lintas sekarang prihatin, tidak ada perbaikan sama sekali, hanya papan merek himbauan hati-hati jalan berlubang, tapi perbaikannya entah kapan,” ucapnya. (Red)




Wabup Batang Hari, Ketua DPRD, Kapolres, Kejari Pantau Langsung Proses Sunat Massal IWO

Batang Hari, Jambi – Wakil Bupati Batang Hari, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kepala Polisi Resort, Kejaksaan Negeri diwakili oleh Kasi Intel pantau langsung proses sunat massal yang diadakan oleh pengurus daerah Ikatan Wartawan Online Batang Hari, Senin (08/08/2022).

Proses kegiatan sunat massal dilaksanakan di Komplek Bulian Bisnis Center (BBC) Klinik Tanggorajo yang berhadapan langsung dengan sekretariat Iwo.

Setelah memantau Wabup Batang Hari Bakhtiar kepada awak media mengatakan sudah menyaksikan secara langsung kegiatan sosial yang dilakukan PD Iwo.

“Pada hari ini kita saksikan bersama dengan tema bakti Iwo untuk Indonesia khususnya Batang Hari, inisiatif ini tentunya merupakan kolaborasi atau sinergitas antara media dengan pemerintah, yang kedua tentunya media selain menyampikan informasi atau edukasi kepada masyarakat, ini ada bakti sosial untuk mengurangi beban masyarakat di Kabupaten Batang Hari,” ucapnya.

Ditempat yang sama mereka mengucapkan satu kata untuk Iwo.

“Kepada Iwo selamat dan Sukses mudah-mudahan bisa berkolaborasi dengan pemerintah membangun masyarakat Kabupaten Batang Hari,” Ucap Bakhtiar Wakil Bupati.

Kapolres Batang Hari AKBP M. Hasan, “Semoga Iwo jaya sukses.”

Ketua DPRD Batang Hari Anita Yasmin, “Mantap sukses selalu.”

Kejaksaan Negeri Batang Hari diwakili Kasi Intel Aulia Rahman, “Jaya.” (Red)




Bakti Untuk Indonesia, HUT IWO ke 10 Pengurus Daerah Batang Hari Adakan Sunat Massal

Batang Hari, Jambi – Memperingati hari ulang tahun Ikatan Wartawan Online ke-10 Pengurus Daerah Batang Hari menggelar acara potong tumpeng dan sunatan massal, Senin (08/08/2022).

Hadir dalam kegiatan ini wakil Bupati Batanghari H Bakhtiar, Kapolres Batanghari AKBP Muhammad Hasan, S.I.K., beserta jajarannya, Ketua DPRD Batang Hari Anita Yasmin SE, perserta sunatan beserta orang tuanya dan tamu undangan lainnya.

Dalam Sambutan Ketua Panitia, Erik Hadinata, A.Md menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan kita rencanakan selama satu bulan penuh, sehingga pada tanggal 27 Juli sampai 5 Agustus 2022 melakuk pembukaan pendaftaran, sehingga pada hari ini kita menerima 40 anak yang akan di khitan.

“Allhamdulillah hari ini kita melaksanakan sunatan massal dan sebanyak 40 anak yang akan di khitan,” ungkapnya.

“Terima kasih kepada seluruh anggota IWO Batanghari dan segenap panitia yang sudah bekerja Keras bahu membahu dalam pelaksanaan sunatan massal ini serta kepada para tamu undangan yang telah hadir dalam kegiatan ini,”tambahnya.

Pada kesempatan yang sama perwakilan dari orang tua peserta, Alif mengucapkan terima kasih kepada Panitia penyelenggara sunatan massal.

“Terimakasih kepada IWO Batanghari yang telah mengadakan kegiatan ini, kami merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini,” ucapnya dengan mata yang berlinang.

“Semoga Iwo tetap jaya,” ucapnya.

Ditempat yang sama Ketua PD IWO Batang Hari, Rudi Siswanto mengatakan, sesuai tema dari Pengurus Pusat ‘BAKTI IWO UNTUK INDONESIA’ dan kami juga ingin berbakti kepada Daerah dengan cara dan upaya menggelar sunatan massal.

Tak lupa ia mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Selain berterimakasih kepada Allah SWT, kami juga berterimkasi kepada Pemda dan unsur lainya serta dedikasi para dermawan, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu instansi maupun Individu, semoga kegiatan hari ini menjadi amal jariyah untuk kita semua,” Ungkap Rudi.(Red)




Orang Tua Peserta Terharu dengan Kegiatan Sunat Massal Hut IWO ke 10

Batang Hari, Jambi – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Wartawan Online (IWO) Pengurus Daerah Batang Hari adakan sunat massal, rasa haru dan bahagia dari orang tua ikut  melihat anaknya disunat, Senin (08/08/2022).

Bertempat di Komplek Bulian Bisnis Center (BBC) Blok 6 Muara Bulian, masyarakat antusias menghadiri sunatan massal.

Eva orang tua dari Alif dari Kelurahan Rengas Condong mengucapkan terimakasih kepada penyelenggara.

“Terimakasih kepada Iwo yang sudah mengadakan kegiatan ini, karena kegiatan sunat massal ini kami sangat terbantu, kalau tidak ada sunat massal ini, belum tentu lagi bisa menyunat anak,” ucapnya dengan mata yang berlinang.

“Semoga Iwo tetap jaya,” ucapnya.

Antusias peserta sunat massal pun terlihat, ketika anak” dipertanyakan mereka menjawab, siap untuk disunat.

“Kami siap, dan tidak takut,” ucap mereka dengan bahagia. (Red)