HUT Iwo ke 11, Pengurus Daerah Batang Hari Bagi-bagi Hadiah ke PAUD Manggis

Batang Hari, Jambi – Anggota dan Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Batang Hari menyambangi salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kelompok Bermain Manggis yang berada di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, Selasa (29/08/2023).

Para guru bersama anak didik menyambut baik kedatangan IWO Batang Hari, sambil melihat proses belajar mengajar di ruangan.

Maksud dan tujuan kedatangan seluruh PD-IWO merupakan salah satu rangkaian bakti sosial dalam memperingati HUT IWO yang ke 11 dengan memberikan sedikit bantuan kepada seluruh peserta didik di PAUD Manggis.

Pada kesempatan itu hadir juga Lurah Kelurahan Pasar Baru Robi Saputra SE, Kepala PAUD, Penasihat IWO, Orang tua Murid.

Dalam kata sambutannya, Ketua IWO PD-Batang Hari Rudi Siswanto mengatakan, kedatangan kami ke PAUD ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari perayaan HUT IWO yang ke 11 tahun.

“Terima kasih kepada Lurah beserta Kepala dan para bunda PAUD Manggis yang telah menerima kedatangan kami, dan ini merupakan salah satu wujud kepedulian kami terhadap generasi penerus bangsa”, ucapnya.

Kegiatan yang mengusung tema ‘IWO Go To School’ akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dengan sasaran dan lokasi yang berbeda.

“Pada hari ini kami memberikan bantuan kepada anak-anak PAUD, besok kita juga akan memberikan bantuan kepada peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) yang Insya Allah akan berpusat di Dusun Sialang Pungguk, Desa Muaro Singoan”, ucap pria yang sering disebut Rudi gembel.

Rudi juga berharap semoga bantuan ini secara tidak langsung dapat memberikan motivasi kepada para peserta didik untuk dapat terus belajar dan menimba ilmu di sekolah.

“Saya harap bantuan yang kami berikan ini jangan dilihat dari nilai harganya karena itu mungkin tidak seberapa, akan tetapi inilah salah satu wujud kepedulian kami terhadap dunia pendidikan.”

“Kami IWO Batang Hari Insya Allah akan selalu konsisten melakukan kegiatan yang positif di setiap tahunnya,” papar Rudi.

Di tempat yang sama, Lurah Kelurahan Pasar Baru Robi Saputra mengatakan, dirinya bersama para bunda PAUD mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota PD IWO Batang Hari yang telah memberikan bantuan tersebut.

“Kami merasa bangga telah mendapatkan perhatian dari IWO karena kita tahu bahwa anak-anak usia PAUD ini masa Emas jadi perlu semangat dari pihak pemerintah, swasta maupun organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, Kegiatan ini adalah terobosan yang dilaksanakan oleh PD-IWO Batanghari dan ini merupakan hal yang positif demi kemajuan di dalam dunia pendidikan khususnya di Bumi Serentak Bak Regam.

“Saya rasa apa yang dilakukan IWO Batang Hari sangat positif untuk kemajuan dunia pendidikan serta memberikan motivasi kepada anak-anak usia sejak dini untuk terus belajar.”

“Saya doakan semoga rekan-rekan yang tergabung di organisasi IWO terus menyajikan berita-berita yang berimbang dan semoga PD-IWO Batang Hari Jaya selalu,” harap Robi Lurah Pasar Baru. (Red)

 




Ambil SK PPPK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari Pasang Tarif Alasan Entri Gaji

Batang Hari, Jambi -Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), mengeluhkan adanya pungutan biaya yang dibebankan kepada Pemilik Surat Keputusan (SK) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi, Selasa (29/08/2023).

Biaya yang dibebankan kepada pegawai PPPK sebesar Rp.100.000,- setiap orang, sebanyak 673 orang. Diperkirakan total keseluruhan Rp. 67.300.000,-.

Salah satu sumber mengatakan, saya dan teman yang baru lulus PPPK kemarin waktu pemberkasan di BKD (BKPSDMD) disediakan materai sepuluh ribu sebanyak 5 lembar, dengan upah tempel Rp.50.000,- kami anggap tidak masalah.

“Akan tetapi tidak hanya sebatas itu saja, ternyata di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ada salah satu oknum pegawai yang membidangi hal tersebut juga pasang tarif biaya yang di bebankan kepada pemilik SK PPPK,” tuturnya.

Kalau di BKPSDMD, menurutnya, itu tidak masalah. Sedangkan, di Dinas P dan K juga diminta lagi uang sebanyak Rp .100,000,-.

“Jadi kesannya kami guru P3K ini gampang ditekan seperti ATM berjalan, padahal kami terima gaji juga belum”, kata sumber.

“Oknum yang meminta uang tersebut menjelaskan kepada semuanya penerima SK PPPK Sebatang Hari, bukan pungli melainkan sumbangan tapi memaksa dengan uang senilai Rp.100.000 ribu rupiah untuk entri gaji kami ke aplikasi,”

Kalau sekedar Rp. 20.000,- atau Rp. 50.000,- masih tidak masalah bagi dirinya.

“Kami berharap jangan seenaknya meminta uang, mana kami belum gajian sampai sekarang ini,” tegas sumber.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu klarifikasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari. (Red/Tim)




Bupati Batang Hari Koordinasi dengan Kemendikbudristek untuk Meningkatkan Komunitas Belajar

Batang Hari, Jambi – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief berkoordinasi bersama Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek di Jakarta, Rabu (22/8/2023).

Fadhil didampingi kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Batang Hari bertemu Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd selaku Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan di Kemendikbudristek dalam rangka Koordinasi penguatan IKM dalam proses peningkatan mutu untuk menggerakkan komunitas belajar di sekolah sekaligus menyusun rencana bimbingan teknis (bimtek)untuk mengikuti PPG Bagi guru yang belum sertifikasi.

“Komunitas belajar adalah support system, kita harus fokus kepada 3 ide besar Komunitas Belajar, yaitu fokus pada pembelajaran, membudayakan kolaborasi dan tanggung jawab kolektif, dan berorientasi pada hasil, yang pada hal ini adalah pembelajaran murid.”, ujar MFA.

Masih banyak guru yang belum bersertifikasi di kabupaten batang hari hal ini melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG) di daerah ini masih belum signifikan.

“ kita menyusun rencana bimtek untuk guru-guru yang belum sertifikasi untuk mengikuti PPG dikarenakan masih banyak guru kita yang belum bersertifikasi” ujarnya. (*)

 




Pemkab Batang Hari Raih Penghargaan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Batang Hari, Jambi – Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi meraih penghargaan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sabtu (29/07/2023).

Penghargaan tersebut diberikan kepada Bupati Batang Hari Provinsi Jambi atas komitmen dan dukungannya terhadap perusahaan sektor perkebunan kelapa sawit tidak melibatkan dan memperkerjakan anak.

Drs. Ardani Z Putra, M.M., Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Batang Hari membenarkan hal itu.

“Benar, penghargaan itu diberikan oleh Dr. Halyani Rumondang, MA., di Pekanbaru 12 Juni 2023,” jelasnya.

Menurut Ardani, diraihnya penghargaan tersebut atas kerja sama yang terjalin baik antara pemerintah dengan perusahaan.

“Harapannya, untuk seterusnya perusahaan dalam membuka lapangan harus melampirkan persyaratan usia, agar menghindari dari kegiatan memperkerjakan anak,” tutupnya. (Red)

 




Pemkab Batang Hari Tingkatkan Kualitas Pendidikan Dasar dan Penurunan Stunting Bersama Tanoto Foundation

Batang Hari, Jambi – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menandatangani kesepakatan dan perjanjian bersama Tanoto Foundation di Jakarta dalam program peningkatan kualitas pendidikan dasar dan upaya percepatan penurunan angka stunting, Kamis (15/06/2023).

 

Fadhil mengatakan, Pemerintah Kabupaten Batang Hari berupaya untuk peningkatan kualitas pendidikan dasar melalui program pintar yang telah berjalan dari tahun 2018 hingga saat ini.

 

“Terimakasih saya ucapkan kepada Tanoto foundation dengan program pintar, tanoto foundation telah membantu capaian kemampuan dan kompetensi literasi dan numerasi asesmen Nasional baik pada jenjang SD maupun SMP,” ungkap Fadhil.

 

Menurutnya, berdasarkan keberhasilan capaian pintar tersebut, Pemkab Batang Hari kembali mengajukan minat kepada Tanoto Foundation untuk program SIGAP dalam rangka upaya penurunan stunting di Kabupaten Batang Hari.

 

“Alhamdulillah, surat pernyataan minat kami pada 28 oktober 2022 yang lalu di sambut dengan baik oleh Tanoto Foundation dengan penandatangan naskah kesepakatan bersama dan perjanjian bersama,” sambungnya.

 

Pemkab Batang Hari berharap dengan kesepakatan dan perjanjian bersama Tanoto Foundation ini bisa menurunkan stunting di Kabupaten Batang Hari.

 

“Mudah-mudahan atas kolaborasi kita bersama dengan Tanoto Foundation dalam kualitas pendidikan dan upaya percepatan penurun stunting sesuai apa yang kita harapkan,” singkat orang nomor satu di Batang Hari.

 

Margaret direktur pendidikan dasar Tanoto Foundation mengatakan, Pemkab Batang Hari sangat berkomitmen dalam kualitas pendidikan dasar dan upaya penurunan stunting yang ada di Kabupaten setempat.

 

“Saya harap kepala OPD bisa membantu Bapak fadhil supaya bisa terwujud visi-misi Batang Hari tangguh,” tuturnya.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh direktur of basic education, head of early childhood and education development, head external affair Tanoto Foundation, serta Kepala OPD lingkup Pemkab Batang Hari.

 

Sekilas mengenai Tanoto Foundation, dikutip dari laman web tanotofoundation.org mengenai program SIGAP.

 

Tanoto Foundation berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia dengan berkontribusi pada pencegahan stunting dan pengasuhan pada anak usia dini untuk generasi siap sekolah.

 

Melalui program unggulan SIGAP, yang berarti energik atau siap untuk mengambil tindakan, Tanoto Foundation menyentuh semua fase pendidikan “dari buaian hingga menjadi pemimpin”. SIGAP adalah panduan kami dalam bekerja bersama mitra yang kredibel di tingkat sub nasional, nasional, dan regional untuk membawa dampak anak usia 0 hingga 6 tahun. Kami menyelaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) untuk memastikan bahwa semua anak memiliki akses terhadap pengembangan anak usia dini yang berkualitas, perawatan, dan pendidikan pra-sekolah dasar sehingga mereka siap untuk mengikuti pendidikan dasar. (**)




Hadiri Perpisahan Siswa-siswi, ini Pesan Ilhamuddin Waka II DPRD Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Ilhamuddin, S.Pdi., Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari menghadiri kegiatan pentas seni dan perpisahan siswa-siswi kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri 4 (SMAN 4) Batang Hari di Kecamatan Mersam, Rabu (17/05/2023).

 

Kegiatan berlangsung di halaman sekolah, dihadiri oleh Kasi peserta didik Sumantri, S.E, Kordinator Pengawas SMA Kabupaten Batang Hari, Moncot Fauzi Nasution, S.Pd, Nuriwan Bhakti, S.Pd., Waka DPRD Kabupaten Batang Hari Ilhamudin, S.Pdi, seluruh kepala sekolah sekabupaten Batang Hari, perwakilan Camat Mersam, Perwakilan Kapolsek Mersam, komite sekolah dan tamu undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Ilhamuddin putra asli Mersam mengingatkan kepada siswa-siswi yang baru lulus untuk tetap semangat berjuang dan tidak mudah putus asa.

 

“Yakinlah bahwa kalian itu hebat, karena banyak orang Mersam yang sukses, jadi menteri, Kepala Dinas, Politikus, dan lain sebagainya. Tapi ingat sama kampung halaman, ingat sama daerah kita Mersam,” ungkapnya.

 

“Jangan menjadi kacang lupa dengan kulitnya,” tegas Ilhamuddin.

 

Melihat penampilan projek profi siswa yang menampilkan adat budaya pernikahan daerah Mersam, Ilham sangat bangga.

 

“Kalau penampilan tadi tentang budaya adat Mersam dalam pernikahan, ada yang naik Garudo, itu saya acungkan dua jempol untuk seluruh keluarga SMA N 4 Batang Hari,” imbuhnya sambil mengacungkan dua jempol.

 

Tidak hanya memberikan apresiasi, Ilhamuddin juga memberikan masukkan kepada guru untuk mengangkat budaya berbahasa dengan orang yang lebih tua.

 

“Saya ingin memberikan masukkan untuk mengangkat panggilan berbahasa adat Mersam, seperti kapan harus memanggil Pak Ning, Pak T, Pak cik, Datuk Nga, Datuk Do, Datuk Cik. Karena anak buah saya sendiri ada yang memanggil saya Abang,” tambahnya.

 

Menurutnya, berbahasa panggilan budaya adat itu sudah hampir tergerus oleh perkembangan zaman.

 

“itu harus digali dan diajarkan pada penerus agar tetap terjaga,” tutur Ilhamuddin. (Red)




Pentas Seni dan Perpisahan Siswa-siswi Kelas XII SMA Negeri 4 Batang Hari Berjalan Meriah

Batang Hari, Jambi – Pentas seni dan Perpisahan siswa-siswi kelas XII Tahun Ajaran 2022-2023 Sekolah Menengah Atas Negeri 4 (SMAN4) Batang Hari yang berada di Kecamatan Mersam berjalan sukses dan meriah, Rabu (18/05/2023).

 

Kegiatan berlangsung di halaman sekolah, dihadiri oleh Kasi peserta didik Sumantri, S.E, Kordinator Pengawas SMA Kabupaten Batang Hari, Moncot Fauzi Nasution, S.Pd, Nuriwan Bhakti, S.Pd., Waka DPRD Kabupaten Batang Hari Ilhamudin, S.Pdi, seluruh kepala sekolah sekabupaten Batang Hari, perwakilan Camat Mersam, Perwakilan Kapolsek Mersam, komite sekolah dan tamu undangan lainnya.

 

Dilanjutkan dengan acara, penampilan projek profil siswa-siswi tentang adat istiadat perkawinan masyarakat mersam berupa arak-arakan pengantin naik Garudo, kompangan, beseloko, penampilan pencak silat.

Selanjutnya, Penampilan tarian persembahan sekapur sirih, dan juga penampilan juara pentas seni antar kelas.

 

Ketua Komite, Muhammad Sargawi mengatakan, kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik kepala sekolah dan majelis guru dengan komite sekolah.

 

“Ini adalah wujud kerjasama yang terjalin baik antara keluarga SMAN 4 Batang Hari dengan komite, dan berharap kedepannya akan tetap menjalin kerjasama yang baik lagi untuk anak-anak didik kita,” ucapnya.

 

Ia juga berharap kepada anak didik yang masih kelas X dan XI untuk tetap semangat belajar.

 

“Jadikan waktu bermain kalian adalah waktu belajar, bukan waktu belajar untuk bermain,” pesan Sargawi.

 

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMAN 4 Batang Hari, Febridawati Asmi S.Pd. M.Pd., juga mengatakan selamat atas kelulusan anak kelas XII yang lulus seratus persen.

 

“Dari lima rombel anak kelas XII dengan total 156 siswa-siswi dinyatakan lulus seratus persen. Dan juga SMA N 4 Batang Hari lulus akreditasi dengan nilai A,” jelasnya.

 

“Kami dari seluruh keluarga besar SMAN4 Batang Hari akan terus berupaya untuk mengembangkan pendidikan di Provinsi Jambi khususnya di Batang Hari agar SMAN 4 lebih di kenal di tingkat Provinsi maupun Nasional.”

 

Tak lupa, Febridawati mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja sehingga acara berjalan dengan sukses.

 

Febridawati juga berpesan agar, anak didik yang baru dilepas hari ini, bisa menjadi kebanggaan orang tua, dan berguna untuk nusa dan bangsa.

 

“Bermimpi lah nak, gapailah cita-cita dan impian kalian. Kami lepaskan kalian dengan penuh keikhlasan dan kami tunggu dengan keberhasilan ,” pesannya.

 

Salah satu perwakilan siswi kelas XII, Reni Afrianti mengatakan, sekarang ini aktivitas prioritas rutinitas di sekolah akan segera menjadi kenangan terindah kita selama remaja.

 

“Senang rasanya bisa lulus dari sekolah ini. Hari ini akan segera berlalu dan setelah ini kita akan terjun ke dunia yang kata orang dunia sebenarnya,” ujarnya.

 

Untuk itu, Reni mengingatkan kepada tema-teman untuk lebih selektif dalam memilih langka, karena apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan masa depan kita.

 

“Saya mewakili teman-teman mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada bapak dan ibu guru yang telah mengorbankan waktu dan membimbing kami semua hingga berada di titik ini. Jasamu guru akan kami kenang selalu,” tutupnya. (Red)




Perpisahan SMA N 2 Batang Hari Berjalan  Hikmat

Batang Hari, Jambi – Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (SMANDA) Batang Hari menggelar acara perpisahan anak didik kelas XII Tahun Ajaran 2022-2023 di lapangan sekolah, Senin (08/05/2023).

 

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi diwakili oleh Kasi Didik, Moncot F Nasution, S.Pd., wali murid peserta didik, beserta tamu dan undangan lainnya.

 

Siswa-siswi SMA N 2 Batang Hari juga menampilkan kesenian berupa, tarian kreasi, drama, lagu, dan baca puisi.

 

Kepala Sekolah SMA 2 Batang Hari, Musmulyadi, S.Pd., mengatakan, semoga para alumni bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

 

“Bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan memberi contoh yang baik untuk adik-adiknya, agar bisa lebih semangat untuk belajar dalam menggapai cita-citanya,” tuturnya.

 

Ia juga berharap, agar bisa menjaga nama baik sekolah, nama baik guru, dan tetap membanggakan orang tua.

 

“Jadikan orang tua dan sekolah bangga menjadi lulusan dari SMA N 2 Batang Hari,” tambahnya.

 

Dengan penampilan kesenian dari anak didik, Musmulyadi sangat mengapresiasi usaha keras panitia yang melatih, karena walaupun persiapannya hanya sebentar tetapi bisa menampilkan yang terbaik, hingga berjalan sukses dan penuh hikmat

 

Walaupun masih ada kekurangan, Musmulyadi yakin perpisahan yang selanjutnya akan menjadi lebih baik lagi.

 

Terlihat suasana haru menyelimuti perpisahan antara anak didik dengan gurunya. Karena tiga tahun bercengkrama di kelas bersama guru dan teman akan menjadi suatu kenangan yang tidak terlupakan.

Salah satu siswi terbaik lulusan SMAN2 Batang Hari, Firanty, Ilham, Khairul, Nisa mengatakan akan merindukan suasana kelas.

 

“Pastinya akan rindu suasana di kelas, suasana praktikum di labor, suasana berdesak-desakan antrian meminjam buku di perpustakaan, suasana belajar bersama teman, bercengkrama dengan guru, dan lain-lainnya,” ucap Firanty.

 

“Jasamu (guru) akan ku kenang selalu. Dan untuk teman-teman selamat melanjutkan ke pendidikan selanjutnya, semoga kita semua sukses,” tambahnya. (Red)




Salah Satu Siswi SMA N 2 Batang Hari Trauma Belajar dengan Oknum Guru Ini

Batang Hari, Jambi – Salah satu siswi di SMAN 2 Batang Hari diduga mengalami kekerasan oleh oknum gurunya saat jam belajar, Jumat (17/02/2023).

Kejadian tersebut dialami oleh siswi berinisial LL(18) saat jam pelajaran Geografi di sekolahnya, Selasa (07/02). Saat itu dirinya sedang bergurau dengan teman sekelasnya ketika oknum guru Geografi belum memulai pembelajaran alias baru absen kelas.

Ia bercerita permasalahan ini memang sudah ada perdamaian dan saling mengakui kesalahan dihadapan kepala sekolah dan guru lainnya.

“Tetapi saya masih trauma belajar dengan guru tersebut, namun masih ada guru yang membujuk saya untuk tetap mengikuti pembelajaran dengan guru geografi. Jadi saat belajar saya hanya diam saja,” ungkapnya.

Lebih dalam lagi LL bercerita bahwa selama ini orangtuanya tidak pernah memukulnya.

“Bapak saya saja tidak pernah menampar saya, tapi disekolah saya ditampar oleh oknum guru dihadapan teman sekelas saya,” tuturnya.

Walaupun penamparan hanya sekali, namun ia juga mengaku menjadi malu dihadapan teman sekelasnya.

Oknum guru tersebut bernama Muksin yang diduga melakukan kekerasan tersebut saat dikonfirmasi malah menantang awak media untuk berjumpa di Polres.

“Begini saja, besok kita bertemu saja ya di Polres, bagus-bagus. Kalau gitu di sekolah saja nanti saya langsung bawa Polisinya, kebetulan saya tinggal dekat asrama Polisi,” ucapnya dengan nada tinggi.

Ia tidak menjawab menjawab benar atau tidaknya kejadian tersebut.

Sedangkan Kepala Sekolah SMA N 2 Batang Hari, Musmulyadi, membenarkan kejadian tersebut dan sudah dipanggil semua untuk mediasi.

“Kemarin sudah mediasi, sudah saling berdamai dan mengakui kesalahan mereka, baik dari siswi yang didampingi oleh orangtuanya dan guru. Saya kira permasalahan ini sudah selesai,” tuturnya.

Perdamaian itu juga tidak ada hitam di atas putihnya.

“Saya lupa, memberikan perdamaian di atas kertas. Terkait dengan hal trauma yang dialami olehnya, saya pun tidak tahu lebih dalam hal itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Besok datang saja ke sekolah ya, saya ada di sekolah biar semuanya jelas.”

Terpisah, setiba di sekolah dihadapan oknum guru yang bersangkutan bersama kepsek dan siswa yang lain membenarkan hal itu.

Siswi tersebut juga menceritakan bahwasannya ia sedikit trauma mengikuti pelajaran guru tersebut.

“Orangtua saya tidak pernah melakukan hal demikian, namun di sekolah saya diperlakukan seperti ini,” ucapnya.

Salah satu siswa yang menyaksikan juga hadir mengatakan, seperti ditampar cuma tidak kuat.

Terkait hal itu, Muksim tidak mau menanggapi dan berkomentar atas yang terjadi.

“Tidak mungkin saya menampar dia, saya juga punya anak perempuan tiga orang. Permasalahan ini bukan saya dengan siswi tersebut, tetapi ia sama dengan teman sekelasnya yang sedang bertengkar,” ujarnya.

Menurutnya siswi inisial LL tersebut sudah sering dipanggil ke sekolah, sering bermasalah.

“Jadi ini sudah puncaknya untuk memanggil orangtuanya. Orangtuanya pun sudah tidak mempermasalahkan hal ini karena dia menyadari sikap anaknya,” jelasnya.

Untuk diketahui, Republik Indonesia melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan bahwa setiap perempuan dan anak berhak untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, penyiksaan, diskriminasi, dan perlakuan yang salah lainnya yang dapat merendahkan derajat manusia dan melanggar Hak Asasi Manusia.

Pasal 1 angka 6 Permen PPPA Nomor 12 tahun 2022 tentang standar layanan perlindungan perempuan dan anak, berbunyi:

“Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap tindakan berdasarkan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, seksual, dan psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, perempasan kemerdekaan secara sewenang-wenang baik yang terjadi di ranah privat atau publik.” (Red)




Purwanto Anggota Dewan Mahasiswa KKN dan Dosen Pembimbing Tidak Pernah Terlihat Masyarakat

Batang Hari, Jambi – Purwanto salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari yang juga merupakan mahasiswa aktif di Institut Agama Islam Nusantara (IAIN). Saat ini ia juga merupakan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bajubang Laut, namun tidak pernah masuk posko, Selasa (03/01/2023).

Pembimbing para peserta KKN IAIN Posko Desa Bajubang Laut Zulqarnain,S.Ag.,M.Hum,.Ph.D., merupakan Rektor juga tidak pernah terlihat dalam kegiatan atau pendampingan para peserta di Posko Desa Bajubang Laut.

Salah satu Tokoh Pemuda Desa Bajubang Laut mengatakan, peserta KKN dari IAIN Batang Hari terkesan acuh dan tidak peduli terhadap kegiatan di masyarakat dan pemuda. Apalagi kampus yang dikenal oleh masyarakat lebih agamis tersebut terkesan saat ini jauh dari nilai keagamaan oleh para peserta KKN di Desa Bajubang Laut.

“Para peserta KKN ini kan dari kampus yang notabenenya lebih kepada agamis, tetapi ini seperti tidak dimunculkan dalam kepribadian para peserta, kemudian juga program kerja harian mereka juga belum ada terlihat, padahal sudah satu bulan mengabdi di sini,” ujar Tokoh Pemuda yang tidak ingin namanya dituliskan.

Jumlah para peserta KKN di Posko Desa Bajubang Laut tersebut mencapai dua puluh lebih. Hingga sampai saat ini, menurut salah satu tokoh pemuda tersebut belum ada program kerja sesuai program dan jurusan studinya Masing-masing.

Menariknya lagi salah satu peserta KKN IAIN di Posko Desa Bajubang Laut ada Purwanto anggota DPRD Kabupaten Batang Hari dari fraksi PDIP tidak pernah masuk ke Posko. Mulai dari pengantaran peserta KKN hingga berjalan satu bulan ini. Dan ini tentunya menjadi pertanyaan oleh masyarakat terhadap Kampus yang di pimpin oleh Zulqarnain.

Sementara itu Sopian, M.H., yang juga pembimbing KKN mengatakan bahwa setiap anak KKN harus ada di posko.

“Terkait dengan Purwanto memang benar anggota DPRD, namun selaku anak KKN setidaknya harus ada berbaur di desa,” ucapnya.

Dikatakan Sopian dirinya akan segera ke desa terkait hal tersebut.

“saya akan segera ke desa Bajubang Laut, dan semua anak KKN harus aktif dan berbaur dengan masyarakat,” tutupnya.

Diketahui, Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program studi wajib bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di tingkat Strata Satu (S1). Dalam studi Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini mahasiswa diminta untuk aktif dan mengimplementasikan pembelajaran di bangku kuliah kepada masyarakat. (Red/Tim).