Perjuangan Mahasiswa Menyelesaikan Skripsi, WhatsApp Panjang Dibalas Singkat

Artikel, Suaralugas.com – Perjuangan untuk mendapatkan hati pembimbing skripsi agar dipermudah dalam urusan skripsi adalah hal yang wajib dilakukan oleh para Mahasiswa/i. Tidak heran Mahasiswi ini unggah percakapannya di WhatsApp dengan dosen pembimbing yang panjang namun dibalas singkat, Kamis (01/12/2022).

Salah satu Mahasiswi di Universitas yang ada di Jambi, sebut saja DW dalam akun Facebook pribadi miliknya, ia mengunggah percakapan kepada Dosen yang membahas tentang Thesis.

“Selamat siang bapak. Mohon izin menghadap bapak siang ini Apakah bapak ada di kampus UN** , bapak?,” tulisnya pukul 13.38.

“Bapak, DW sudah di ruangan P***, pak,” tulisnya lagi pada pukul 13.56.

“Izin menelpon, bapak (tambahnya dengan emot tangan memohon),” pada pukul 14.03.

Masih belum ada respon, Mahasiswi tersebut coba lagi menghubungi dosen. Akhirnya ia memberikan foto Thesis yang ia letakkan di meja sang dosen.

“Mohon maaf sebelumnya bapak, Karena meletakkan tesis di meja bapak.mohon bimbingan dan masukannya, pak,” tulisnya lagi pada pukul 14.22.

Masih belum ada respon, keesokkan harinya lagi DW menghubungi dosen

“Selamat pagi Bapak. Izin, pak. Apakah hari ini bapak berada di kampus?,” tulisnya pada pukul 10.19.

Lalu direspon oleh sang dosen, “Maaf, saya lagi flu ini,” pada pukul 10.20.

“Lekas sembuh bapak,” balas DW.

Akhirnya sang dosen meminta DW untuk mengerjakan artikel yang ia inginkan.

“Kerjakan artikelnya saja dulu buat seperti ini jurnal *****,” jawab dosen.

Unggahan DW mendapat respon dari Netizen lain, salah satunya SW.

“Jangan desak-desak saya, atau cari PEMBIMBING PENGGANTI!,” komentar SW.

“Ini saatnya butuh perubahan, laporkan ke rektor dosen seperti ini tak layak dipakai, zaman sudah berubah tak ada lagi ke pengemis ke dosen,” tambah Netizen inisial BT.

Tidak hanya komentar yang aneh, para Netizen juga terlihat memberi semangat kepada DW. (Red)




Wakili Bupati Batang Hari, Asisten I Hadiri HUT SMANSA ke 39

Batang Hari, Jambi – Wakili Bupati Batang Hari, Asisten I Setda M Rifa’i menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (Smansa)  Batang Hari yang ke-39 di halaman Sekolah, Senin (28/11/2022).

M Rifa’i menyampaikan sambutan Bupati Batang Hari yang menyatakan Pemerintah Kabupaten siap mendukung kegiatan positif dalam rangka menjembatani dan mewadahi bakat dan minta siswa.

Dilanjutkannya, dalam percepatan pembangunan daerah bertumpu pada kualitas pendidikan masyarakat, karena semakin tinggi tingkat pendidikan, maka sumber daya manusia akan semakin berkualitas.

“Pemkab Batang Hari akan terus berkoordinasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi agar penyelenggaraan pendidikan terus berjalan secara optimal,” ujarnya.

Diusia yang cukup matang tersebut pemkab Batang Hari berharap Smansa mampu menjadi sekolah yang mendukung terwujudnya tujuan pendidikan nasional.

“Saya mewakili Pemkab Batang Hari mengucapkan selamat HUT ke 39, semoga semakin maju dan semakin baik, dan mampu menghasilkan generasi yang baik dan tangguh,” Imbuhnya.

Acara yang berpusat di halaman sekolah SMAN 1 Batang Hari, dihadiri oleh Kapolsek Muara Bulian, Kepala OPD, para tenaga pendidik dan tamu undangan lainnya. (Red)




SMKN PP Batang Hari Siapkan Lahan Satu Hektar untuk Tanam Cabai

Batang Hari, Jambi – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Pembangunan Pertanaian Jambi Desa Jembatan Mas Kabupaten Batang Hari, menyiapkan lahan seluas 1 Hektare untuk menanam cabai merah, Selasa (27/09/2022).

SMKN PP mendapatkan bantuan dari BI (Bank Indonesia) berupa biaya produksi pertanaian sebesar 70jt yang digunakan untuk keperluan tani.

Kepala Sekolah Didik Siswanto, M.Pd., melalui guru Abd Rahman, M.Pd., mengatakan, bantuan yang diberikan bukanlah berupa uang, namun berupa faktur pembelian peralatan dan bahan untuk pertanian.

“Bukan berupa uang, tapi dalam bentuk barang pupuk, benih dan obat-obatan hama yang selanjutnya dibayar oleh pihak Bank Indonesia sebesar nominal tersebut,” ujarnya.

Pihak sekolah sendiri selaku penerima bantuan tersebut hanya menyiapkan lahan dan mengurus tanaman.

“Saat ini sekolah sudah menyiapkan lahan untuk menanam cabai yang diperoleh dari bantuan Bank Indonesia beberapa waktu lalu, seluas satu hektar dengan estimasi 12.000 batang cabai,” ucapnya.

Penyiapan lahan sendiri ia menuturkan ada keterlibatan dari seluruh warga yang ada disekolah.

“Ada guru yang tugasnya menyiapkan lahan, menanam, memberikan pupuk, dan menyemprot hama. Tidak hanya guru, murid sekolah pun juga ikut terlibat dalam proses penanaman.”

“Terutama untuk murid yang dijurusan agri bisnis, karena selain belajar di kelas, mereka juga langsung praktek di lapangan sesuai dengan jurusan mereka,” jelas Abd Rahman.

Menurutnya, dengan adanya program bantuan ini dapat menekan kenaikan harga cabai, yang saat ini menjadi masalah khususnya untuk masyarakat provinsi jambi.

“Saya berharap, penanaman cabai ini bisa dilakukan secara berkelanjutan, karena apabila ketika cabai terlalu banyak di pasaran maka harga akan anjlok, sedangkan kalau bertahap secara berkelanjutan, maka harga akan stabil,” ucapnya.

Abd Rahman juga mengajak para emak-emak untuk mulai memanfaatkan lahan sekitar rumah untuk bertanam.

“Saya juga menghimbau untuk emak-emak agar bisa memanfaatkan lahannya di rumah atau menggunakan polibet untuk menanam bahan-bahan makanan, terutama cabai. Karena cabai adalah kebutuhan pokok, jadi walaupun sedikit tanaman cabai di rumah bisa menghemat keperluan sehari-hari,” tutupnya. (Red)




LPSK Sebut Permohonan Perlindungan Kasus Kekerasan Seksual Melonjak Seratus Persen

Suaralugas.com Nasional – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencatat permohonan perlindungan kasus kekerasan seksual perempuan dan anak melonjak hingga 100 persen. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia memang dalam kondisi darurat kekerasan seksual, Jakarta Rabu (03/08/2022).

Permohonan perlindungan kasus kekerasan seksual kurun empat tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan. Pada 2018, terdapat 305 permohonan dan meningkat menjadi 359 pada 2019. Meskipun permohonan sempat turun pada 2020 dengan angka 245, namun angka permohonan kembali melonjak tajam pada 2021 dengan angka 486 permohonan.

Dari angka permohonan tersebut, status hukum pemohon didominasi dengan status saksi korban (212 orang), kemudian saksi dan pelapor. Berdasarkan gender, pemohon kasus kekerasan seksual didominasi oleh perempuan sebanyak 370, sedangkan 116 sisanya adalah laki-laki. Dari segi usia, anak-anak menyumbang angka permohonan cukup siginifikan yakni 234, meskipun korban berusia dewasa masih menjadi pemohon terbanyak (252).

Permohonan yang masuk berasal dari 27 provinsi yang melingkupi 104 kota. Permohonan terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan 100 permohonan, diikuti oleh DKI Jakarta (83); Sumatera Utara (37); Jawa Tengah (35); dan Lampung (28).

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan bahwa data LPSK tersebut menjelaskan beberapa hal.

Pertama, kasus kekerasan seksual di Indonesia masih jadi ancaman serius bahkan meningkat setiap tahunnya.

Kedua, masyarakat khususnya korban sudah sadar akan haknya dan mengetahui dimana tempat memohonkan perlindungan.

Dan terakhir data tersebut menunjukan bahwa LPSK sudah mendapat kepercayaan dari khalayak.

Hasto menambahkan, berdasarkan data LPSK, sebanyak 172 korban kekerasan seksual merupakan anak dalam fase sekolah di SMP dan SMA. Hal tersebut bahwa usia sekolah menengah paling rentan menjadi korban kekerasan seksual.

“Namun demikian, pemohon yang berasal dari usia sekolah dasar dan pra sekolah juga cukup tinggi” ujar Hasto.

Hasto mencatat hal menarik terkait profil pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Perilaku perbuatan keji ini paling banyak dilakukan oleh orang yang dikenal oleh para korban, sebanyak 34% pelaku merupakan teman korban; 24% keluarga; 20% dari lingkungan terdekat; 9% pendidik. Namun begitu, terdapat beberapa pelaku yang merupakan tokoh masyarakat/agama serta pejabat di instansi pemerintahan.

“Salah satu faktor penyebab terjadinya banyak kasus kekerasan seksual adalah adanya relasi yang timpang antara pelaku dan korban, bisa antara guru dan murid, atasan dengan pegawai dibawahnya, orang tua dan anak dan sebagainya,” ungkapnya.

Selain menerima permohonan, pada 2021 LPSK telah memberikan sebanyak 1.099 program perlindungan kepada para korban tindak pidana kekerasan seksual dan anak yang telah ditetapkan menjadi terlindung. Para terlindung LPSK paling banyak mengakses program pemenuhan hak prosedural (500 terlindung), Rehabilitasi psikologis (236), Restitusi (189), Rehabilitasi Psikososial (76) serta program lainnya.

LPSK mencatat, pada 2021 terdapat 27 terlindung penyandang disabilitas yang mendapatkan perlindungan dari LPSK. Mereka terdiri dari disabilitas rungu wicara (6), disabilitas intelektual (20), dan disabilitas wicara (1).

“Banyak penyandang disabilitas tersebut berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga tidak mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk dalam memahami bahasa isyarat,” kata Hasto.

Hasto lebih lanjut menjelaskan, jumlah perlindungan yang diberikan LPSK pada 2021 meningkat dengan jumlah 547 terlindung dibanding tahun sebelumnya dengan angka 533 terlindung. Peningkatan jumlah ini tidak lepas sinergi yang terjalin antara LPSK dengan aparat penegak hukum dan para pemangku kepentingan lainnya” tandasnya. (**)




Aset Tetap Peralatan Mesin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari Senilai 1,2 Milyar Tidak Ditemukan

Batang Hari, Jambi – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan jambi, menemukan aset tetap peralatan mesin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari senilai 1,2 Milyar tidak ditemukan, Minggu (31/07/2022).

Sebanyak tiga jenis barang, yaitu 120 unit (60,60) Client Clearing House dengan total Rp. 763.952.400, 82 unit client PC Rp. 522.034.140. Dengan total keseluruhan Rp. 1.285.986.540.

Saat melakukan cek fisik pada 13 April 2022 client clearing house yang ditemukan hanya satu buah, sementara client PC tidak ditemukan sama sekali keberadaannya.

Mengenai hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang Hari Zulpadli melalui Sekretaris Rokim, Senin (25/07/2022) mengatakan, sudah menemukan apa yang barang tersebut, sudah siap untuk dipertanggungjawabkan dan sudah disampaikan.

“Ini yang perlu kami klarifikasi, karena ada kesalahan atau ketidak tahuan pada kami, setelah ditelusuri barang itu ada, 80 unit, 120 unit. Yang katanya tidak ditemukan kami sudah bisa menunjukkan dimana barangnya.”

“Karena ada kesalah pahaman tentang namanya, saat ditanya client clearing house yang ditunjukkan vacum cleaner,” katanya.

Ia menambahkan, “Barangnya ada di SMPN 21, SMPN 3, dan SMPN6. Sesuai dengan jumlah tersebut.”

“Cleant clearing house itu berupa komputer yang sudah didesain menyatu dengan satu induk, jadi komputer itu tidak akan bisa dicuri, walaupun dicuri komputer itu tidak akan bisa digunakan,” jelasnya. (Red)