Salah Satu Warga Rangkiling Mandiangin Ditembak Orang Tidak Dikenal

Sarolangun, Jambi – Royrup warga Desa Rangkiling Bhakti Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun menjadi korban penembakkan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Jumat (03/02) sekitar pukul 21.30 WIB, Senin (06/02/2023).

Kakak kandung korban Kaap mengatakan, saat ini korban sudah menjalani operasi pengambilan proyektil peluru yang bersarang di badannya.

Ia menceritakan, saat itu dirinya sedang berada di konter lalu ia ditelepon oleh keponakannya memberitahukan bahwa adiknya ditembak orang sudah dibawa ke puskesmas setempat.

“Setiba disana saya melihat adik saya Royrup (korban) terbaring dengan keadaan luka dibagian pinggang sebelah kiri, pada saat itu juga saya mendengar korban mengatakan bahwa korban kena tembak dijalan buruk berlobang di Desa Rangkiling Bhakti,” ucapnya.

Ia menambahkan, menurut keterangan korban, pelaku menggunakan mobil AVANZA warna hitam dengan plat BG namun untuk nomor polisinya korban tidak tahu.

Mengenai hal ini, Kaap sudah melapor kepada pihak Polres Sarolangun yang sudah diterima oleh piket Reskrim tertanda tangan Bripda Hanapi Lubis.

“Saya berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap kejadian ini dan menangkap pelaku penembakan,” tutupnya. (Red)




Kecelakaan Maut di Kelurahan Kampung Baru Tewaskan Dua Orang

Batang Hari, Jambi – Kecelakaan maut roda dua terjadi di jalan lintas Jambi – Sarolangun RT 07 Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Muara Tembesi terjadi Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB (04/02/2023).

 

Kasatlantas Polres Batang Hari AKP Eko Sudiharsono membenarkan kecelakaan maut tersebut.

 

“Kecelakaan kendaraan roda dua Honda Beat vs Honda Scoopy mengakibatkan dua orang meninggal dunia di tempat dan satu orang luka ringan, dua kendaraan tersebut tanpa TNKB,” ujarnya.

 

Kronologi kecelakaan saat Honda Scoopy berjalan dari arah Sarolangun menuju Jambi dari jalur kanan hendak ke kiri menuju lorong jeruk.

 

Setiba di TKP saat jalan lurus beraspal bagus, Honda Beat datang dari arah depan dengan kecepatan tinggi, dikarenakan jarak terlalu dekat Honda Beat menambrak samping kanan Honda Scoopy.

 

AKP Eko Sudiharsono mengingatkan agar selalu berhati-hati saat berkendara dan selalu menggunakan helm. (Red)




Tagih Hutang Nasabah, FT Karyawan BRI Umbar Piutang dan Ancam Penyitaan

Batang Hari, Jambi – EM nasabah pinjaman Bank Rakyat Indonesia (BRI) warga Kecamatan Muara Bulian mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari FT salah satu karyawan BRI Cabang Muara Bulian. Pasalnya FT menagih hutang dengan mengumbar besaran hutang kepada keluarganya dan melakukan pengancaman pada Selasa (31/01) lalu, Kamis (02/02/2023).

 

Ia sangat menyayangkan sikap dan etika yang dilakukan oleh salah satu karyawan BRI saat hendak melakukan penagihan cicilan pinjaman yang mesti dibayar pada bulan Januari itu

 

“Karyawan BRI inisial FT melakukan penagihan dengan mendatangi rumah orang tua saya dan juga adik saya,” ujarnya.

 

Menurut EM, biasanya di bulan-bulan sebelumnya karyawan BRI berinisial SND yang ditugaskan menagih. Dan dia pun selalu menghubungi EM untuk mengingatkan batas waktu pembayaran cicilan dan saling konfirmasi di hari itu.

 

Namun kali ini FT yang menagih justru tiba-tiba mendatangi kediaman orangtua dan adiknya EM untuk menagih dan juga mengancam akan melakukan penyegelan dan penyitaan asset.

 

“Terus dia mengancam akan melakukan penyegelan dan penyitaan penyitaan asset. Tidak hanya itu saja, yang nagih itu juga memberitahukan besaran pinjaman saya ke orangtua dan adik saya. Apakah itu diperbolehkan?,” tanya EM dengan heran.

 

Menurutnya hal itu tidak perlu dikasih tau, karena yang melakukan peminjaman kan saya, bukan orangtua atau adik saya dengan nada kasar seperti tidak mengedepankan akhlak, sesuai dengan selogan BUMN saat ini.

 

“Sampai FT bilang ke kerabat saya, saya tidak akan bikin hidup dia tenang, saya akan melakukan penyegelan, saya akan melakukan penyitaan. Dan masih bnyak lagi bahasa-bahasa kasar yang di lontarkan. Sampai orang lain yang ada di situ tercengang melihat sikap FT,” sambungnya.

 

EM pun menyebutkan, selama ini ia selalu membayar cicilan tidak pernah lewat dari batas akhir bulan pembayaran.

 

“Saya selalu bayar cicilan pinjaman di akhir bulan. Tapi kok kali ini cara penagihannya seperti itu, saya pun sudah melakukan complain ke penagih biasanya,” ucapnya.

 

Sementara itu, saat dihubungi awak media melalaui via whatsapp terkait cara penagihan terhadap nasabah peminjam tersebut, Karyawan BRI Cabang Muara Bulian berinsiial FT tidak memberikan respon. (Tim)




Tak Peduli Teguran, Warga Kempeskan Ban Angkutan Batu Bara yang Parkir di Bahu Jalan

Batang Hari, Jambi – Merasa kesal bercampur jengkel warga Kelurahan sridadi terpaksa Kempeskan ban armada truk batu bara bermuatan yang parkir di pinggir jalan, Jumat (11/11/2022).

Salah seorang warga mengatakan, jika dirinya dan beberapa warga lain sudah menghimbau agar tidak ada lagi armada truk Batu bara bermuatan yang parkir dipinggir jalan.

“Kami sudah bosan memberi teguran mulut, bahkan dengan cara memasang spanduk dan himbauanpun sudah kami lakukan,” kata Bambang dengan nada kesal.

Padahal pemerintah juga telah membuat aturan baik itu pemilik tambang, DO dan para sopir armada truk batubara agar tidak parkir dipinggir jalan.

Menurut Bambang pemerintah dan stake holder terkait harus cepat mengambil langkah tegas terkait tambang dan armada yang melanggar.

“Kalau sopir armada truk batubara tidak mau mentaati aturan pemerintah, dengan cara kami terpakasa yang menindak,” tambahnya.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu warga Kelurahan Sridadi sudah melakukan aksi pemblokiran jalan dengan  persoalan yang serupa.

Banyaknya sopir-sopir bandel yang kerap parkir disepanjang jalan wilayah tersebut membuat warga murka kembali.

Armada truk batu bara padati jalan, sering terjadi macet panjang di jalan lintas Kabupaten Batang Hari, Jambi membuat aktivitas warga menjadi lumpuh, dan aktivitas ASN jadi sedikit terganggu.

Warga sekitar dan pengguna jalanan mengeluh, banyaknya Armada batu bara di sepanjang perjalanan simpang Tenam menuju Muara bulian memakan waktu kurang lebih 3 jam.

“Kami mengejar jam masuk dinas jadi terhambat akibat sering macet panjang,” Kata ASN yang tidak mau ditulis namanya.

Hampir setiap hari terjadi macet panjang dijalan lintas Muara Bulian-Muara Tembesi. Rata-rata Armada truk batubara padati macet panjang tersebut.

“Biasanya dari rumah menuju perkantoran cuma memakan waktu 30 menit, ketika terjebak macet panjang terpaksa terlambat jam,” tambahnya.

Faktor macet panjang bukan hanya Armada truk batubara yang semakin hari semakin bertambah, banyaknya lobang – lobang disepanjang jalan juga menjadi faktor macet panjang.

” Jalan juga banyak yang hancur, banyak lobang-lobang besar menganga dijalan,” Tuturnya. (Red)




Sudah Lama Menahan Sabar, Siswi ini Duel Hingga Berujung Maut

Batang Hari, Jambi – Perkelahian antar siswi di SMP 27 Batang Hari mengakibatkan salah satu diantara mereka menghembuskan nafas terakhir di ruang kepala sekolah, Sabtu (20/08/2022).

Duel terjadi pada hari jumat (19/08), saat jam sekolah di ruang kelas.

Kapolres Batang Hari AKBP M Hasan S.I.K., menyampaikan kronologi kejadian ketika NT dan SN cekcok dan saling menjambak.

Kapolres menyebutkan, SN menerkam balik NT hingga ke bawah dan terjatuh, saat dipisahkan dan dimasukkan ke ruangan berbeda lalu NT pergi ke ruang kepala sekolah dan pingsan.

“NT dipisah dengan SN. NT diruangan kelas, sedangkan SN berada di ruang kepala sekolah, tidak selang lama NT mendatangi ruang kepala sekolah. Saat itu SN sedang ditanyain oleh guru, dan kemudian korban masuk keruangan kepala sekolah, dan hendak ditanya tiba-tiba korban jatuh pingsan cukup lama,” beber Kapolres.

Sempat dibawa ke Bidan Desa, namun nyawa NT (14) tidak bisa tertolong lagi.

Sebelum kejadian, Kapolres menjelaskan kronologi awal cekcok pada kamis (18/08). Saat berkumpul bersama, NT (siswi yang meregang nyawa) mengatakan kepada pelaku bahwa tangannya gatal.

“Tangan saya gatal pingin menjambak kau dari kelas 8, soalnya kau mengatain saya hamil,” ujar NT yang disampaikan SN ke Kapolres.

Dan dijawab SN, “tidak ada aku ngatain kau,” lanjut Kapolres berdasarkan keterangan SN.

Setelah lonceng sekolah berbunyi, keduanya masuk kelas untuk mengambil tas mau pulang sekolah. Ketika hendak keluar kelas, NT menerkam SN.

Namun SN hanya diam dan bergegas pulang kerumah dengan mengalami luka cakaran pada lengan tangan.

Keesokan harinya, sekira pukul 07.30 WIB SN masuk ke dalam ruangan kelas untuk menaruh tas di meja. Pada saat itu ada NT di dalam kelas dan beberapa temannya Mona, Misra, Fitria, Ayu, Cinta, Riski, dan Wili.

“Pada saat itu, SN bertanya kepada NT untuk menanyakan absen yasinan sekolah,” tutur Kapolres.

Seketika, tiba-tiba NT yang sedang berdiri langsung mendatangi SN dan mengatakan ‘apa maksud kamu’, dan NT pun langsung menerkam.

Disitulah terjadinya perkelahian, Kemudian SN membalas dengan menerkam dan menekan kebawah NT.

Sehingga NT yang menerkam duluan terdorong sampai ke pinggir ruangan kelas dan terjatuh ke lantai dengan posisi terlentang.

Meskipun NT sudah terjatuh. Namun SN masih menjambak NT sambil menarik-narik rambutnya.

Saat sedang menjambak, SN mengatakan, “Capek, kesabaranku dari kemarin aku sabar terus, baru tahu sekarang siapa aku”.

Lanjut, SN terus menjambak dan menginjak NT, hingga datanglah guru Reza dan Widia datang memisah dan menyuruh ke kantor.

NT tidak sadarkan diri cukup lama ketika masuk ke ruang kepala sekolah, lalu NT dibawa ke Pustu Bidan di Desa Sungai Lingkar, setelah diperiksa bidan mengatakan bahwa korban sudah meninggal dunia. (Red)