Total 393 Juta Aset Milik Daerah di Dinkes Batang Hari Tidak Ditemukan

Batang Hari, Jambi – Aset milik daerah yang diajukan oleh Dinas Kesehatan Batang Hari berupa medicine cabinet sebanyak 47 unit dan kursi tunggu dudukan tiga baris sebanyak 41 unit, medicine cabinet tidak diketahui keberadaannya berjumlah 21 unit, sedangkan kursi tunggu berjumlah 12 unit, Rabu (06/07/2022).

Medicine cabinet dengan harga satuan sebesar Rp. 11.518.000, total yang tidak ditemukan Rp. 241.878.00.

Kursi tunggu dudukan tiga baris, harga satuan Rp. 12.625.000, total yang tidak ditemukan Rp. 151.500.000.

Total keseluruhan aset yang tidak temukan sebesar Rp. 393.378.000.

Hal itu disampaikan oleh BPK Perwakilan Jambi dalam LHPnya Tahun 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Batang Hari dr Elfie Yennie saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp mengatakan, semua LHP BPK sudah ditindak lanjuti.

Mengenai aset yang tidak ditemukan, “Masih mereka telurusi, dan saya suruh mereka pastikan,” ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan awak media masih menunggu informasi keberadaannya.




Rudi Warga Pasar Baru Jadi Korban Maling Saat Hujan Lebat, Uang Puluhan Juta Raib

Batang Hari, Jambi – Hujan Lebat di malam hari pada senin (12/09) yang mengguyur wilayah Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari. Menjadi kesempatan maling untuk menjalankan aksinya, Rabu (14/09/2022).

Salah satu warga Lorong Setia Rt 03 Rw 01 Pasar Baru Rudi Siswanto menjadi korban aksi maling, tidak hanya uang puluhan juta rupiah, Hp korban pun raib.

Rudi yang merupakan Ketua IWO Batang Hari menjelaskan, jelang tidur ia bermain handpone satunya lagi, disela suara hujan ia mendengar suara aneh yang berasal dari ruangan tamu lalu ia keluar mengontrol keadaan.

“Saya keluar cek ruangan tamu dan mebuka tabir jendela melihat keluar tidak ada orang satupun. Tapi tidak berfikir untuk melihat kunci jendela ataupun depan pintu,” katanya.

“Kemungkinan ketika saya membuka tabir pelaku bersembunyi diteras depan pintu masuk ruangan tamu atau bisa juga sembunyi dibalik mobil,” Terangnya.

Setelah merasa aman Rudi kembali masuk kamar dan tidur pulas sampai pagi.

Ketika pagi hari, ia merasa ada yang tidak beres, lalu langsung memeriksa tas handbag yang berisi uang pecahan seratus dan lima puluh ribuan dengan jumlah puluhan juta sudah tidak ada lagi.

“Saya cek sudah kosong, langsung menuju jendela sudah terbuka kuncinya rusak dan tas pakian, Handpone, casan tidak ada diruangan, lalu saya cek lagi tas Handbag yang isinya uang sudah kosong,” terangnya.

Tak hanya Rudi, istrinya pun juga menceritakan kronologi kejadian itu.

Sebelum berangkat mengajar Sang isteri sekira Pukul 04 : 30 WIB bangun hendak membereskan ruangan tamu yang berserakan, ia sama sekali tidak mengetahui kalau rumahnya telah disatroni maling.

“Awalnya saya tidak tahu, saya kira kartu berserakan itu karena dompet suami saya basah kehujanan semalam. Saya dijalan ditelpon suami kalau rumah semalam disatroni maling,” ungkap Sari.

Ketika membereskan ruangan tamu, sang isteri juga sempat heran ada bercak lumpur bekas kaki dikursi tamu, namun kecurigaannya tidak begitu diindahkan malah dibersihkan dengan kain pel. Langsung mandi bersiap berangkat kerja.

“Tidak begitu curiga mendalam karena saya melihat Laptop, Komputer, Printer dan tas Handbag dirungan tamu masih ada,” Ungkap Sari.

Menurut Rudi, masalah ini sudah dilapor langsung ke Polres Batang Hari pada Senin (12/09/2022) siang, sebelum membuat laporan, pagi itu Ia telah menghubungi langsung Kapolres melalui Via Telepon.

“Polisi langsung mendatangi TKP, Tim melakukan Identifikasi,” tutupnya. (Red)




Kemacetan Masih Terjadi, Netizen Ingatkan Jangan Sampai Berakhir dengan Cap Bupati dan Gubernur Gagal

Batang Hari, Jambi – Kemacetan yang tidak kunjung teratasi di Jalinsum Batang Hari – Jambi menuai sorotan dari masyarakat. Keluh kesah hanya mampu mereka sampaikan melalui media sosial Facebook, Selasa (13/09/2022).

Pemilik akun FB Hakbi Khoirudin dalam statusnya mengatakan, perasaan dari segala jenis dan kasta kendaraan ada dikemacetan tembesi ini, mulai dari supir meninggal di mobil pas macet.

Ambulance terhambat berjam-jam dan banyak lah yg lain.

“Tapi yang herannya tidak ada nampak mobil patwal pejabat lewat, seolah-olah tutup mata para orang-orang hebat di Batang Hari dengan kondisi macam ini,” tulisnya.

Ia menambahkan, Jangan berdalih di balik kalimat ‘ini jalan nasional’. Jambi ni rumah kita, orang yang lewat jambi ini kalau melihat jalan jelek tidak betanya siapo presidennya, tetapi siapo gubernur dan bupati nyo.

“Mano promosi bupati dengan program kerja segunung? Mano slogan JAMBI MANTAP ?

KAMPANG (kampanye kencang, sudah jadi ngilang). Baru satu ni pak, jangan sampe ada orang-orang yang lebih pintar atau para pembicara senior jugo ikutan turun tangan. Selesai itu la merek nyo,” tulisnya dengan bahasa Jambi.

Menurutnya, Jambi dan Batang Hari sedang tidak baik-baik.

“Cepat lah ambil tindakan, biar cepat dapat solusi. Jangan sampe berakhir dengan cap BUPATI DAN GUBERNUR GAGAL!” tulis Hakbi.

Tak hanya Hakbi, Ucup Buayo juga mengomentari atas status yang dibuat Hakbi. Ucup mengatakan, sinergisitas itu sangatlah penting pusat membangun jalannya (Jalan Nasiona).

“Pemerintah daerah yg punya wilayah dan yg makeknyo tentulah menjago,merawat dan mengatur lalu lintasnyo,mungkin di pihak kabupaten biso menurunkan pasukan dinas perhubungan,atau instansi terkait koordinasi dg pihak kepolisian kalo ado mobil yg rusak atau patah as,” katanya dengan bahasa jambi.

Menurutnya, mungkin pihak provinsi biso jugo nulung nurunkan mobil derek, diderek tempat yg luas jdi dak melintang pukang di jalan, sebenarnyo banyak lagi langkah2nyo asal ado kemauan dan tidak menutup mato.

“semangat lur suarakan kebenaran kebetulan ambulance yg terjebak macet kemaren yang orangnyo meninggal itu masih keluargo sayo, org jelutih asli,” tulis Ucup Buayo. (Red)




Viral Mengenai SPBU Sungai Bengkal, Ini Tanggapan Netizen

Tebo, Jambi – Viral pemberitaan mengenai berita pelangsiran di SPBU Sungai Bengkal Kabupaten Tebo, beberapa netizen mengomentari pemberitaan yang beredar, Sabtu (10/09/2022).

Pro dan kontra adalah hal yang biasa dalam pemberitaan, ini dia ulasan netizen yang dirangkum media suaralugas.com.

Pemilik akun Facebook Aisyah Adr dalam kolom komentar mengatakan, bukan lagi diduga, itu memang benar sekali.

“Saya pernah mengisi di SPBU sungai bengkal banyak yang melangsir dari pada pembeli biasa dalam perjalanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, melansirnya menggunakan mobil dan motor.

“Bahkan, motor yang tidak hidup atau rusak pun didorong untuk melansir minyak, situasinya pun kacau balau,” jelasnya.

Bang hend bang hend mengomentari, “Tidak ada yang tidak tahu, kalau jatah sudah dikasih dalam perbulannya.”

“Tangkap saja siapa yang melangsir itu, biar tahu rasa dia tidur didalam sel seperti apa,” ujar Andika Pratama.

Reno Rafis, “Laporkan,” singkatnya.

Nenny triana, “Betul.”

“Tangkap Managernya,” kata Bambang Hardinata.

Aisya Humairo mengomentari, “Yg di poto tu2kan dex jdi yg moto tu tau dak dgn aturan jgn buat aturan be yg biso banyak yg dk berpendidikan yg Moto2 tu,” tulisnya yang sulit diterjemah.

M Syufriadi Syufriadi mengatakan, “Kalau melangsir bukan di sungai bengkal saja lup, seluruh SPBU di Provinsi Jambi banyak mobil melangsir cuma media dan aparat penegak pura-pura tidak tahu.”

“Kalau dex nak pakek tengki nian boleh,asal telap di duett bee,yg moto berita  ni jugo dak karuan dak di tampak i isi apo,” ujar Erry.

“Kyk mno nk lapor polisi yg  ngepam di diditu dpt phi, Tander dk hidup be biso lamgsir Di dorong,” tulis Adi intan. (Red)




SPBU Biarkan Kelompok Tani Madu Sungai Bengkal Langsir BBM Dexlite Gunakan Drum

Tebo, Jambi – Stasiun Pengisan Bahan Bakar Umum (SPBU) Sungai Bengkal biarkan kelompok tani madu bengkal melakukan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis dexlite menggunakan drum, Jumat (09/09/2022).

Seperti berita yang telah terbit beberapa waktu lalu, saat dilokasi awak media melihat mobil jenis Truk yang membawa galon mengisi BBM jenis Dexlite.

Saat dikonfirmasi, Sopir truk tersebut mengaku, minyak ini untuk kelompok tani SMB. Sedangkan informasi dari warga setempat SMB itu perusahaan kebun sawit yang ada di Sungai Bengkal dalam.

“Hari ini mengambil sekitar 10ton. Biasanya satu minggu itu dua kali bang. Sudah lama ambil disini dan  berlangganan sama pihak SPBU,” tuturnya.

Ternyata Manager SPBU mengklarifikasi bahwa yang bersangkutan bukanlah dari pihak perusahaan, namun kelompok tani madu.

“Itu bukan untuk perusahaan, tetapi untuk kelompok tani madu bengkal atau gultom, kalau untuk muatan hingga 10 ton itu tidak benar, dia hanya membawa kurang lebih 4 ton,” ujarnya.

Menurutnya, kalau pembelian BBM jenis dexlite yang tidak bersubsidi itu boleh dilakukan oleh siapa saja, tidak ada aturan yang melarang.

“Aturan pembelian menggunakan drum juga tidak ada,” ujarnya.

Sedangkan, Pasal 53 UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 berbunyi, pengangukutan tanpa izin usaha Pengangkutan dipidana penjara paling lama 4 Tahun dan denda paling tinggi 40 Milyar.

Kapolsek Tebo Ulu Iptu Minarno mengatakan, belum mengetahui kelompok tani itu sudah memiliki izin atau belum.

“Terkait izin pengangkutan itu belum kami ketahui, dan akan melakukan penyidikan atas izinnya. Dan yang melakukan penyidikan adalah pihak dari polres,” ujarnya.(Red)




Dua Orang Terduga Pemerkosaan di MSU Sudah Diamankan Polres Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Diduga telah terjadi tindak pidana pemerkosaan yang dilakukan tujuh pemuda di wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batang Hari. Seorang gadis sebut saja mawar usia (16) tahun, harus menjadi korban pemerkosaan tujuh orang pemuda beberapa waktu lalu, Jumat (09/09/2022).

Kapolres Batang Hari AKBP M Hasan, S.I.K., menjelaskan, perkara dugaan masih dalam tahap pendalaman.

“Masih dilakukan pemeriksaan visum dan mengumpulkan alat bukti,” katanya.

Ia menambahkan, Saat ini pihak Polres sudah mengamankan dua terduga pelaku pemerkosaan, untuk yang lain sedang dalam pencarian. (Red)




Hingga Saat ini Belum Ada Kejelasan Proses Hukum Atas Dugaan Pemerkosaan di MSU

Batang Hari, Jambi – Diduga telah terjadi tindak pidana pemerkosaan yang dilakukan tujuh pemuda di wilayah Kecamatan Maro Sebo Ulu Kabupaten Batang Hari. Seorang gadis sebut saja mawar usia (16) tahun, harus menjadi korban pemerkosaan tujuh orang pemuda beberapa waktu lalu, Jumat (09/09/2022).

Mawar merupakan siswi SMAN 7 Batang Hari, yang saat ini sedang mengalami trauma dan tidak mau masuk sekolah.

“Kami dari pihak sekolah sudah berkunjung kerumah korban, untuk mengajak kembali ke sekolah, Namun dirinya masih trauma dan tidak mau datang ke sekolah lagi,” Kata Kepsek A. Fattah, S.Pd

Berdasarkan informasi yang disampaikan korban kepadanya, kata Kepsek, korban Mawar (16) merupakan warga Desa Buluh Kasab, Kecamatan Marosebo Ulu. Yang mana dirinya harus menjadi korban daripada peristiwa dugaan pemerkosaan oleh tujuh pemuda terjadi di belakang kantor Camat Marosebo Ulu pada (9/7/2022) lalu.

“Menurut pengakuan korban, kejadiannya dibelakang kantor Camat Marosebo Ulu,” Ungkap Kepsek.

Pihak keluarga sudah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

“Meski sudah melapor, belum ada ditindaklanjuti, dan jadi tersangka dari tujuh orang pemuda ini,” Katanya.

Saat ini, awak media mencoba mengkonfirmasi kepada pihak kepolisian bagian PPA Polres Batang Hari. (Red)




Proyek Rahasia Ilahi di Tebo Menjadi Sorotan

Tebo Jambi – Proyek rahasia Ilahi ini berada di Jalan Lintas Batang Hari – Tebo Kecamatan Tebo Tengah, seperti pembangunan turap, Rabu (07/9/2022).

Bak Sinetron rahasia ilahi, proyek tersebut hanya diketehui oleh perusahaan sama Tuhan Yang Maha Esa, karena tidak ada papan merek sehingga masyarakat tidak mengetahui apa, siapa dan berapa anggaran yang digunakan.

Tak hanya menjadi rahasia ilahi, pekerjanya pun sudah yakin dengan keselamatannya, hal itu terlihat beberapa pekerja saat beraktifitas tidak mengunakan alat keselamatan saat bekerja. Tanpa menggunakan pelindung diri seperti sepatu boot dan helm, sementara resiko keselamatan saat bekerja cukup rawan.

Ditambah lagi, penanggung jawab pekerjaan tersebut tidak mengizinkan pengawas memberikan nomor hpnya kepada awak media untuk bertanya lebih jelas. Kendati demikian, kemungkinan hanya Tuhan yang boleh memanggilnya dan hanya malaikat yang boleh bertanya tentang pekerjaan turap.

Pembangunan tersebut menjadi sorotan beberapa awak media. Pasalnya, baru seumur jagung proyek pembangunan penahan tebing itu sudah mulai retak-retak. Disinyalir, kualitas bahan beton dan pengecorannya asal-asalan.

Saat awak media ingin menjumpai penanggung jawab proyek tersebut dan meminta nomor telepon kepada salah satu pengawas yang berada dilokasi tetapi pengawasnya menghindar.

“Bos tidak ada pak, lagi dijambi. Kalau nomor telepon pimpinan saya tidak bisa kasih pak, karena itu pesan beliau kepada saya siapun itu,” Katanya.

Akhirnya, pengawas mencoba menghubungi melalui telepon selulernya kepada pimpinan proyek turap tersebut.

Awalnya Bambang mengatakan pimpinan akan segera datang. Namun, setelah ditunggu-tunggu tak kunjung datang dengan dalih mobilnya mogok.

Ia mejelaskan bahwa proyek pembangunan turap tersebut sudah memakan waktu hampir 6 bulan.

“Pekerjaan sudah 6 bulan pak, untuk waktu pengerjaan proyek ini selama 8 bulan,” Ujarnya.

“Papan informasinya ada dulu pak, diperbatasan depan, untuk pelaksananya kita dari PT Tembesi Agung,” Ujarnya.

Sementara, Salah satu pengendara yang saat itu melintas, Iwan mengatakan kalau dirinya merasa resah dengan pembangunan yang diduga asal jadi itu.

“Saya sih resah melihat pengerjaanya pak, karena temboknya sudah mulai retak-retak. Tentu, menambah kekhawatiran warga untuk melintas, apalagi dibawahnya jurang,” jelasnya.

Beberapa pendapat yang berhasil awak media rangkum mengatakan, proyek turap ini sangat rawan karena kalau hancur banyak alibi yang bisa melepaskan tanggung jawab.

Biasanya tanggung jawab terhadap bangunan turap itu hanya selama kurang lebih lima tahun, sesudah itu tidak ada lagi tanggung jawab oleh pemilik proyek.

Menurut mereka, jika sudah lepas masa tanggung jawabnya, ketika hancur maka akan digunakan faktor alam. Kalau sudah faktor alam, artinya sudah tidak ada lagi yang bisa dituntut.

Kendati demikan, pekerjaan turap melalui proses yang panjang dengan meneliti jenis tanah yang ditahan dan ketinggian jurang.

Untuk menyelaraskan pendapat-pendapat masyarakat, penanggung jawab proyek tersebut tidak bisa ditemui. (Red)




Wakapolres Tebo Bersama Kasatlantas Beri Penjelasan Lakalantas Sungai Keruh

Tebo, Jambi – Wakil Kepala Polisi Resort Tebo bersama Kasatlantas memberikan penjelasan mengenai perkara kecelakaan di sungai keruh pada Mei lalu antara truk Hino vs Avanza, Senin (05/09/2022).

Wakapolres Kompol Yuda Lesmana, S.I.K., bersama AKP Iwan Wahyudi di ruangan Kasatlantas mengatakan, perkara lakalantas tersebut sudah berstatus SP3.

“Perkara tersebut sudah di SP3 kan, karena penggugat sudah meninggal dunia dan sudah ada perdamaian dari kedua belah pihak,” ucap Wakapolres.

Wakapolres mengatakan, perkara tersebut sudah selesai dan pihak korban juga sudah mendapatkan hasil rundingan yang sama-sama disepakatinya.

“Korban juga sudah mengucapkan terimakasih kepada pihak Polres Tebo atas selesainya perkara lakalantas yang sudah difalitasi secara kekeluargaan,” tutupnya. (Red)




Jamaah Ajwa Tour Batang Hari Keberangkatan Awal Musim Sudah Kembali

Batang Hari, Jambi – Jamaah Ajwa Tour Umroh dan Haji Plus Batang Hari keberangkat awal musim yang dilepas langsung oleh camat Maro Sebo Ulu Budimansyah pada Sabtu (20/08) sudah kembali ke kediaman masing-masing, Sabtu (03/09/2022).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Cabang Ajwa Batang Hari Khusairozi melalui via WhatsAppnya kepada awak media.

Ia mengatakan, alhamdulillah semua jamaah sudah menunaikan rangkaian dengan maksimal dengan pelayanan prima dari Tim Ajwa Tour Batang Hari. Rabu kemarin (31/08) sudah kembali ke tanah air, mendarat di Bandara Internasional Minang Kabau Padang.

“Jamaah asal Batang Hari saat ini sudah kembali ke kediamannya masing-masing dengan aman dan selamat,” katanya.

Jamaah asal Batang Hari sendiri berjumlah 29 orang, dan digabung dengan jamaah Ajwa Pusat berjumlah 21 orang, termasuk keberangkatan group ke lima.

Khusairozi menambahkan, Saat tiba di Madinah jamaah disambut langsung oleh Direktur Utama PT. Andalas Jaya Wisata (Ajwa) dan Tim Muasasah.

“Keberangkatan kali ini merupakan hal yang spesial karena langsung disambut oleh H. Angga Perdana Dirut Ajwa beserta tim Muasasah di Bandara Madinah,” ujarnya.

Kepala Cabang Ajwa Asal Kecamatan Maro Sebo Ulu ini menjelaskan lebih lanjut mengenai jadwal keberangkatan berikutnya tgl 29 Oktober umroh plus kota thoif masih tersisa 45 seat dari 80 seat.

Sedangkan, keberangkatan bulan September tanggal 03-06-20-24 full seat. Untuk 01 Oktober dan 22 Oktober juga sudah full seat.

“Saya optimis dengan visi misi Ajwa mempermudah keberangkatan tamu Allah, akan lebih banyak lagi tamu Allah dari Batang Hari yang bisa lebih mudah dan nyaman berangkat Umroh dan haji plus bersama travel kami,” tutupnya. (Red)