Diduga Anggota DPRD Kabupaten Batang Hari Dapil III Tidak Ada yang Reses Sejak 2019 hingga 2022

Batang Hari, Jambi – Masa reses adalah masa di mana anggota DPRD bekerja di luar gedung atau di luar kantor. Reses merupakan waktu anggota DPRD melakukan kunjungan ke konstituen atau Daerah pemilihan (Dapil) untuk menjalankan tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat.

 

Sebab itu, kegiatan reses sangat efektif digunakan dalam rangka menjalankan ketiga fungsi DPRD. Reses dapat menjadi instrumen yang baik untuk memperoleh aspirasi dan masukan dari konstituen, serta untuk melihat langsung implementasi berbagai kebijakan yang dibuat oleh eksekutif.

 

Di sisi lain, reses juga merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan keputusan sebagai salah satu prinsip demokrasi.

 

Sebagai pemilih yang mempunyai wakil di DPRD, masyarakat mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam proses pembentukan keputusan, melalui mekanisme yang telah ditentukan.

 

Maka dari itu, reses adalah salah satu mekanisme resmi yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam pembuatan keputusan.

 

Hasil pantauan awak media di lapangan menemukan dugaan bahwa anggota DPRD Kabupaten Batang Hari khususnya Dapil III tidak melakukan reses sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, Minggu (28/05/2023).

 

Seperti yang diamanatkan dalam Pasal 58 ayat 1, 2 dan 3 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 162 Tahun 2004 tentang pedoman penyusunan peraturan tata tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

 

Berbunyi tahun persidangan DPRD dimulai pada tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember dan dibagi dalam 3 (tiga) masa persidangan, masa persidangan meliputi masa sidang dan reses. Reses dilaksanakan 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) tahun paling lama 6 hari kerja dalam satu kali reses.

 

Yang berarti, dalam satu tahun 7 Anggota DPRD Kabupaten Batang Hari dari Dapil III melaksanakan 21 (dua puluh satu) kali reses ke tiap Desa/Kelurahan di wilayah Kecamatan Muara Tembesi dan Batin XXIV.

 

Terhitung sejak 2019 hingga 2022 (selama empat tahun) di kalikan 21 (dua puluh satu Desa/Kelurahan dalam satu tahunnya, total semuanya 84 Desa/Kelurahan yang seharusnya dikunjungi anggota DPRD untuk reses.

 

Sedangkan, hampir 50% Kepala Desa/ Lurah Dapil III Kecamatan Muara Tembesi dan Kecamatan Batin XXIV mengaku wilayahnya tidak pernah dikunjungi anggota DPRD untuk melakukan reses.

 

Kecamatan Muara Tembesi sendiri terdiri dari 13 (tiga belas) Desa/Kelurahan. Kecamatan Batin XXIV terdiri dari 17 (tujuh belas) Desa/Kelurahan.

 

Untuk diketahui, Pasal 9 ayat 3 Peraturan Bupati Batang Hari Provinsi Jambi Nomor 64 Tahun 2018 Tentang Besaran Tunjangan Komunikasi Insentif dan Tunjangan Reses Bagi Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Dana Operasional Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2019.

 

Berbunyi, tunjangan reses untuk pimpinan untuk anggota DPRD adalah sebesar Rp. 10.500.000.

 

Berikut nama-nama anggota DPRD Kabupaten Batang Hari Dapil III:

 

Anita Yasmin, SE (ketua DPRD) Fraksi PAN. Minarti, SH, fraksi PPP. Febri Nurhalimah, S.Hum, fraksi Demokrat. Ilhamsyah, Fraksi PKB. Purwanto, Fraksi PDIP. Adi Susanto, Fraksi Demokrat. Risno, S.H., M.H., Fraksi Nasdem.

 

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih menunggu klarifikasi dari anggota DPRD yang bersangkutan. (Red)




Raih WTP Dari BPKP Jambi, Fadhil sebut Akan Merencanakan Aksi Menindaklanjuti Temuan

Batang Hari, Jambi – Pemerintah Kabupaten Batang Hari menerima kembali penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke 8 Kalinya pada penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester I Tahun 2023.

 

Pemberian penghargaan WTP terkait LHP tersebut dilaksanakan di Auditorium Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia(BPK RI) Perwakilan Jambi,  pada Jum’at, (26/5/2023).

 

Dalam sambutan singkatnya, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menyampaikan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 beserta perubahannya tentang Pemerintahan Daerah, Pemerintah Daerah Kabupaten Batang Hari telah melaksanakan kewajiban untuk menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah kepada Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jambi untuk dilakukan audit.

 

“Pada kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya atas nama Bupati dan Masyarakat Kabupaten Batang Hari menghaturkan terima kasih kepada Ketua BPK Perwakilan Provinsi Jambi dan Jajaran khususnya kepada Tim Audit BPK Wilayah Kabupaten Batang Hari yang telah berkenan melakukan audit terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2022,” kata Mhd Fadhil Atief.

 

“Kami mengucapkan terimakasih kepada BPK Perwakilan Provinsi Jambi yang selalu memberikan pembinaan kepada Pemerintah Kabupaten Batang Hari dalam menjaga, mengelola, membangun dan mempertanggungjawabkan keuangan daerah,” sambungnya.

 

Karena uang daerah adalah milik masyarakat, dan sudah seharusnya untuk membangun kesejahteraan,penjaga keuangan pemerintah daerah yang amanah, profesional, kompeten dan akuntabel.

 

Menurutnya, karena kelemahan dan kekurangan kami dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sehingga masih terdapat temuan-temuan yang harus kami tindaklanjuti demi perbaikan ke depan.

 

“Selanjutnya dalam menindaklanjuti temuan-temuan tersebut kami telah menyusun Rencana Aksi (Action Plan) yang dalam implementasinya kami mohon bimbingan dan arahan dari Badan Pemeriksa Keuangan agar tindak lanjut hasil audit dapat terselesaikan tepat waktu,” ujarnya.

 

“Besar harapan kami Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jambi beserta jajarannya agar dapat memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Batang Hari dengan memberikan Opini yang dapat menjadi perbaikan dimasa yang akan datang.”

 

“Atas audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2022, serta atas kerjasama yang telah terbina dengan baik selama ini dan untuk masa mendatang kami harapkan dapat lebih ditingkatkan,” tutupnya.

 

Turut hadir pada penyerahan penghargaan Sekda Batang Hari, Ketua DPRD Batang Hari, Kaban Bakeuda Batang Hari, Inspektur pada Inspektorat Daerah dan para OPD undangan lainnya. (***)




Pemda Batang Hari Gelar Rakor Mensukseskan Pembangunan dan Penyelesaian Masalah Aktual

Batang Hari, Jambi – Guna mensukseskan pelaksanaan pembangunan dan penyelesaian masalah aktual di daerah selama tahun 2023, Pemda Batang Hari bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi (Rakor), Kamis (25/05/2023).

 

Sekda Batang Hari, M Azan menyebutkan, dengan digelarnya rakor diharapkan mampu menyamakan kembali persepsi kesatuan pandangan strategi dan sinergitas untuk bersama-sama memajukan daerah.

 

“Agar forum ini juga dapat menjaring, menampung mengkoordinasikan dan mendistribusikan potensi-potensi ancaman keamanan di Kabupaten Batang Hari terutama dalam menghadapi Pemilu 2024 ini,” pungkasnya.

 

Kepala Kantor Kesbangpol Batang Hari, Ansori mengatakan, tujuan diadakannya rakor, untuk memaksimalkan unsur koordinasi antar unsur Forkopimda dalam pelaksanaan pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah aktual.

 

“Selain itu juga sebagai percepatan koordinasi dari setiap permasalahan yang terjadi sekalipun di ujung pelosok maupun di kawasan perbatasan pada hari itu, detik itu juga informasi sudah sampai ke pimpinan yang lebih tinggi,” ujarnya.

 

Tidak hanya itu saja, dilanjutkannya, forum ini juga sebagai wadah komunikasi dan koordinasi dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini.

 

“Optimalisasi dalam upaya mewujudkan ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat terhadap potensi ancaman keamanan dan gejala atau peristiwa bencana alam, masa pandemi dan bencana atas ulah manusia,” pungkasnya.

 

Kegiatan rakor digelar di Gazebo Kolam Rumdis Batang Hari, rakor yang dibuka secara langsung oleh Sekda, diikuti oleh Ketua DPRD, Kejari, Perwakilan Polres dan peserta rakor lainnya. (Red)




Sekda Ikut Tanam Padi di Sawah Depan Rumdis Bupati

Batang Hari, Jambi – Kawasan persawahan pematang umo tinggal yang menjadi lokasi Destinasi Wisata Taman Tapah Malenggang dihijaukan dengan penanaman bibit padi yang dilakukan oleh Pemda Batang Hari bersama kelompok tani setempat, Kamis (25/05/2023).

 

Mewakili Bupati Batang Hari, Sekda M Azan menyebutkan bahwa pemerintah daerah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif pelaksanaan tersebut.

 

“Dengan terlaksananya Tanam Perdana ini diharapkan akan memicu semangat untuk terus meningkatkan pembangunan pertanian di Kabupaten Batanghari,” ujarnya.

 

Dikatakannya, tentunya pemda mendukung penuh aktivitas tersebut, sebab hal ini merupakan salah satu dari program visi dan misi dari Pemkab Batanghari menuju Batanghari Tangguh.

 

“Saya juga berharap perubahan arah pembangunan pertanian di Kabupaten Batang Hari melibatkan dan membina para generasi muda menjadi petani-petani milenial,” ungkap Sekda Batanghari.

 

“Saya juga berpesan untuk semua elemen harus saling bersinergi serta menyatukan gerak langkah serta berkesinambungan agar program-program yang telah dicanangkan dapat terwujud sesuai target yang kita harapkan,” pungkasnya.

 

Adapun penanaman padi perdana tersebut juga diikuti oleh Kepala Dinas PPP Fahrizal, Kepala DLH, Kasat Pol PP, Kadis PMD serta para tamu undangan lainnya. Dari pantauan awak media, Sekda Batang Hari ikut terjun langsung ke lahan persawahan untuk menanam bibit padi tersebut. (Red)




Fadhil Sebut Kepala Dinas Tidak Perlu Kuliah Magister, yang Dibutuhkan Skill bukan Titel

Batang Hari, Jambi – Muhammad Fadhil Arief Bupati Batang Hari tidak memperbolehkan kepala dinas lingkup Pemda untuk kembali meneruskan pendidikan di tingkat Strata II (S-II), Selasa (23/05/2023).

Pernyataan tersebut ia sampaikan di hadapan 343 pejabat fungsional yang dilantik. Berawal saat ia menyinggung kepada ASN yang berprofesi sebagai guru agar tetap berlaku adil dalam memberikan nilai kepada anak-anak didiknya, dan jangan sampai mereka memanipulasi nilai siswa hanya karena ingin memperlihatkan nilai tinggi di ijazah.

“Proses pendidikan formal merupakan proses membentuk pola pikir orang. Soal dia terbentuk atau tidak, tidak perlu ijazah yang mengakui, tapi diri sendiri yang mengakui,”ujarnya.

Fadhil pun menyebutkan bahwa perusahaan raksasa bernama Microsoft tidak pernah menjadikan ijazah sebagai syarat utama dalam perekrutan karyawan, melainkan menilai dari skill. Dan menurutnya, dampak tersebut akan merambah ke Indonesia, ke depan yang menjadi penilaian utama tentunya skill bukan dari nilai ijazah.

“Sehingga tes dengan skill-nya masing-masing dan ini akan merembet ke Indonesia nantinya. Apalagi dengan orang curiga soal ijazah yang diangkat-angkat nilainya. Akhirnya orang dak peduli lagi ijazah, tengok bae skill-nyo,” sambungnya.

Orang nomor satu di Batanghari ini pun bertanya kepada pejabat fungsional tersebut, apakah di angkatan tersebut ada yang sudah mengambil pendidikan di tingkat S-II dan S-III.

“Adik-adik sudah ado dak yang S-II dan S-III kawan-kawan seangkatannya? Kalau dak, kagek ambil S-II. Atau adik adik berpikir, ado dak S-2 yang kayak nyo dak ado lebih dari aku (pegawai,red )yang S-I,” sebut Fadhil.

Bahkan menurut Fadhil,ia kerap bertanya-tanya di dalam hati, pejabat dinas atau ASN Batanghari yang melanjutkan pendidikan di tingkat S-II apakah benar-benar serius menimba ilmu atau hanya sekedar mengejar titel saja.

“Dalam hati saya, ini dia sekolah nian atau main main sekolahnya. Saya, kepala dinas tidak boleh lagi S-II, saya tau dia ngejar ijazah saja, untuk nambah-nambahin titel-nyo supaya orang takut,” ujarnya.

“Pas rapat, pening kepala kita dengarnya bercakap, ini sekolahnya tinggi S-II, S-III, tapi kok kita pening dengar cakapnya,” sambung Fadhil.

Menurut Fadhil, sebagai kepala daerah tentunya ia sangat berharap banyak terhadap pejabat dinas yang mempunyai gelar magister tersebut, agar ilmu yang diperoleh itu dapat diimplementasikan di bidang pekerjaan masing-masing.

“Karena Bapak/ibu semua, dengan sekolah tinggi orang berharap lebih dari kita. Dan itu betul. Pasti berfikir, wai gelarnya banyak, pasti hebat ni,” paparnya.

Menurutnya, pribadi yang cerdas tentunya mereka yang cepat mengenali masalah di bidang pekerjaannya dan mampu menyelesaikan masalah secara cepat dan jitu.

“Sama dengan dokter dan guru, dia akan cepat mengenali masalah terhadap pekerjaan, dan akan mencari solusi terhadap itu,” pungkasnya.




Fadhil Komitmen Dukung Kota Layak Anak Dengan Pelatih dan Guru Ngaji Tangguh

Batang Hari, Jambi – Guna menjamin fasilitas dan kelayakan Kabupaten Batang Hari sebagai Kota Layak Anak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang Hari mengikuti Verifikasi Lapangan Hybryd (VLH) Evaluasi Kabupaten Layak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tahun 2023, Selasa (23/05/2023).

 

Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menyampaikan komitmennya, atas dukungan terhadap Kabupaten sebagai Kota Layak Anak. Terlebih lagi dalam tiga tahun terakhir, menjadi KLA dengan status Pratama.

 

Dikatakan Fadhil, sudah banyak program dari Batang Hari Tangguh yang dijalankan untuk mendukung Kota Layak Anak. Salah satunya Pelatih Tangguh yang merupakan bentuk dukungan kepada anak-anak untuk difasilitasi pelatih yang mendampingi dalam aktivitas dan kegiatan olahraga.

 

“Bahwa Batang Hari menuju kabupaten yang mendukung anak-anak tumbuh dan memiliki akhlak yang baik,” ucap Bupati Fadhil.

 

Selain dari pelatih Tangguh, ada program Guru Ngaji Tangguh yang membimbing anak-anak dan membentuk akhlak baik kepada anak-anak.

 

“Kita harapkan impact dari program-program Batang Hari bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Batang Haei, Muhammad Khadafi meyakini bahwa, program dan fasilitas yang disediakan pemerintah Kabupaten sudah mampu menjadi Kota Layak Anak.

 

“Kementerian lakukan evaluasi, saat turun di lapangan data-data akan kita lengkapi,” ujarnya.

 

Pihaknya juga optimis dapat meningkatkan status Kabupaten Batang Hari, yang sebelumnya Pratama menjadi Madya.

 

“Insyaallah kita yakin, bisa naik status menjadi Madya,” ungkapnya. (Red)




Lantik 343 Pejabat Fungsional, ini Pesan Bupati Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief melantik 343 orang pejabat fungsional tertentu di lingkup Pemda, Selasa (23/05/2023).

 

Dikatakannya, sebagai pegawai birokrasi, tentulah harus bisa bekerja sama dengan rekan satu tim. Sebab tidak ada seorang manusia mampu menyelesaikan pekerjaan dengan sendiri tanpa bantuan orang lain.

 

“Tidak ada posisi yang tidak bisa tergantikan di muka bumi ini. Semua profesi apapun tergantikan. Kalau kerjaan kita di pemerintahan apa yang paling berat bapak/ibu, adik-adik? Ya presiden, itu pun kalau ada pendaftaran capres, masih banyak yang daftar. Tandanya apa? masih bisa digantikan jabatan itu, bupati jugo begitu, kadis juga begitu, banyak yang bisa gantikan,” ujar Fadhil.

 

Ia pun berpesan, disaat orang masih membutuhkan mereka, maka para abdi negara tersebut patut bersyukur dengan posisi yang sudah diamanahkan.

 

“Macam mano bentuk syukur itu?, bekerja dengan baik, keluarkan semua kemampuan kito, potensi kito, dan ingat jangan pernah pelit berbagi ilmu,”pesannya.

 

Untuk diketahui, pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan tersebut, dilakukan di 2 tempat yang terpisah, untuk PNS laki-laki ditempatkan di Ruang Kaca Rumdis, sementara untuk PNS wanita dilantik di Serambi Rumdis Bupati Batang Hari.

 

Pelantikan pejabat fungsional tersebut juga dihadiri oleh beberapa orang pejabat Eselon II dan III. Selain itu, empat orang ASN mengikuti pelantikan secara zoom meeting. (Red)




Hadiri Pembukaan MTQ di Kecamatan Bajubang, Fadhil sebut Merupakan Agenda Rutin Keagamaan Masyarakat Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief menghadiri Pembukaan MTQ ke 19 Tingkat Kecamatan Bajubang bertempat di Desa Bungku.

Musabaqoh Tilawatil Qur’an bukanlah sekedar lomba untuk mencari qori-qoriah dan hafid hafidzah terbaik, akan tetapi MTQ adalah suatu upaya konkrit umat Islam untuk menggali nilai-nilai luhur yang terkandung didalam Al qur’an supaya dijadikan sebagai pedoman hidup.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief pada acara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) di Desa Bungku Kecamatan Bajubang, Jum’at (19/5).

Menurut Fadhil, Salah satu upaya kita untuk mendalami arti, makna, kandungan dan keindahan Al Qur’an sekaligus meningkatkan ketaqwaan kita kepada allah swt adalah penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sebagai salah satu media untuk menebarkan syiar islam merupakan agenda rutin lembaga pengembangan tilawatil qur’an (lptq) agar umat islam lebih tekun membaca, mempelajari dan mengamalkan ajaran al qur’an di tengah derasnya arus perubahan sosial dan budaya dewasa ini dan mendukung terwujudnya kehidupan masyarakat Kabupaten Batang Hari yang Agamis.

Ditempat yang sama, Camat Bajubang Ichwan, S.STP mengatakan, tujuan lain dari mtq adalah sebagai wahana silaturahim dan sebagai pendorong semangat dan minat baca masyarakat terhadap Al-Quran.

“Sehingga ke depan semua umat islam, khususnya di kecamatan Bajubang tidak ada lagi yang buta huruf al qur’an, bahkan bisa memahami isi kandungan al qur’an secara mendalam, sehingga setiap individu mampu membangun kesalehan diri dan kesalehan sosial,” tuturnya. (***)




Hadiri Sunat Massal di Desa Sungkai, Bupati Dapat Permintaan Dari Kades

Batang Hari, Jambi – Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief memenuhi undangan Kepala Desa (Kades) Sungkai dalam rangka Sunatan Massal, Kamis (18/05/2023).

 

Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara orang nomor satu tersebut dengan warga Desa Sungkai.

 

Dalam momen tersebut, Kades Sungkai, Sumardi juga menyampaikan beberapa permintaan terhadap Pemkab terkait pembangunan sarana dan prasarana di Desa Sungkai, salah satunya yakni pembangunan akses jalan desa yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

 

Menanggapi permintaan tersebut, Muhammad Fadhil Arief menyebutkan, saat ini pemda tengah menyelesaikan 36 program prioritas Batang Hari Tangguh yang merupakan janji kampanye pasangan Fadhil-Bakhtiar.

 

“33 diantaranya sudah terlaksana, salah satunya dokter tangguh. Dan pembangunan jalan juga menjadi program prioritas Batang Hari Tangguh,” ujarnya.

 

Lanjutnya, terkait pembangunan akses jalan, selama ia menjabat lebih dari 2 tahun ini, pembangunan jalan sudah terlaksana sepanjang 120,7 KM. Tentunya angka tersebut menambah persentase jumlah jalan mulus yang menjadi tanggung jawab Pemkab.

 

“Dari jumlah 70 persen jalan dalam kondisi rusak, kini persentase tersebut sudah berkurang. Dan selama 2 tahun ini sudah 120.7 KM jalan yang kita bangun atau perbaiki,” tuturnya.

 

Selain Bupati, kegiatan sunatan massal yang diikuti oleh 17 orang peserta tersebut juga dihadiri oleh Sekda Batanghari M Azan beserta OPD lainnya. (Red)




Hadiri Perpisahan Siswa-siswi, ini Pesan Ilhamuddin Waka II DPRD Batang Hari

Batang Hari, Jambi – Ilhamuddin, S.Pdi., Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari menghadiri kegiatan pentas seni dan perpisahan siswa-siswi kelas XII Sekolah Menengah Atas Negeri 4 (SMAN 4) Batang Hari di Kecamatan Mersam, Rabu (17/05/2023).

 

Kegiatan berlangsung di halaman sekolah, dihadiri oleh Kasi peserta didik Sumantri, S.E, Kordinator Pengawas SMA Kabupaten Batang Hari, Moncot Fauzi Nasution, S.Pd, Nuriwan Bhakti, S.Pd., Waka DPRD Kabupaten Batang Hari Ilhamudin, S.Pdi, seluruh kepala sekolah sekabupaten Batang Hari, perwakilan Camat Mersam, Perwakilan Kapolsek Mersam, komite sekolah dan tamu undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Ilhamuddin putra asli Mersam mengingatkan kepada siswa-siswi yang baru lulus untuk tetap semangat berjuang dan tidak mudah putus asa.

 

“Yakinlah bahwa kalian itu hebat, karena banyak orang Mersam yang sukses, jadi menteri, Kepala Dinas, Politikus, dan lain sebagainya. Tapi ingat sama kampung halaman, ingat sama daerah kita Mersam,” ungkapnya.

 

“Jangan menjadi kacang lupa dengan kulitnya,” tegas Ilhamuddin.

 

Melihat penampilan projek profi siswa yang menampilkan adat budaya pernikahan daerah Mersam, Ilham sangat bangga.

 

“Kalau penampilan tadi tentang budaya adat Mersam dalam pernikahan, ada yang naik Garudo, itu saya acungkan dua jempol untuk seluruh keluarga SMA N 4 Batang Hari,” imbuhnya sambil mengacungkan dua jempol.

 

Tidak hanya memberikan apresiasi, Ilhamuddin juga memberikan masukkan kepada guru untuk mengangkat budaya berbahasa dengan orang yang lebih tua.

 

“Saya ingin memberikan masukkan untuk mengangkat panggilan berbahasa adat Mersam, seperti kapan harus memanggil Pak Ning, Pak T, Pak cik, Datuk Nga, Datuk Do, Datuk Cik. Karena anak buah saya sendiri ada yang memanggil saya Abang,” tambahnya.

 

Menurutnya, berbahasa panggilan budaya adat itu sudah hampir tergerus oleh perkembangan zaman.

 

“itu harus digali dan diajarkan pada penerus agar tetap terjaga,” tutur Ilhamuddin. (Red)