Bupati Batang Hari Panen Padi di Desa Simpang Aurgading 

Batang Hari, Jambi – Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief melakukan panen raya padi di Desa Simpang Aurgading Kecamatan Batin XXIV, selasa (10/10/2023). 

Kegiatan panen juga dihadiri oleh Asisten II Setda Batang Hari, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (PPP), Kepala OPD di Lingkup Pemerintah Daerah Batang Hari, maupun pihak Pemerintah Kecamatan, dan para Tokoh Masyarakat di wilayah setempat. 

Fadhil mengaku sangat bangga atas hasil kerja keras para petani. Sebab mereka mampu mendapatkan hasil panen yang sangat memuaskan meski daerah setempat sedang dilanda musim kemarau. 

“Panen perdana di Umo Tunggul Buto Desa Simpang Aur Gading. Alhamdulillah hasilnya sangat baik, rata-rata 8 ton lebih perhektarnya. Ini suatu hal yang luar biasa, karena biasanya di Batang Hari tahun lalu hanya 4,7 per hektar,” tutur Fadhil Arief. 

“Kita harapkan tidak hanya ditanam dalam satu kali setahun, tapi kalau bisa dua sampai tiga kali tanam dalam satu tahun, dan perlu perluasan optimasi. Karena potensinya masih ada, dan kita berharap Simpang Aur Gading ini bisa menjadi Desa nomor satu di Batang Hari,” imbuhnya. (*) 




Demi Memotivasi Masyarakat, Fadhil Tetap Ikut Panen Raya Meski dalam Keadaan Cidera

Batang Hari, Jambi – Demi memotivasi masyarakatnya, Bupati Batang Hari tetap mengikuti panen raya Meski dalam keadaan cidera.

Terlihat tangan yang masih dalam kondisi sakit dan berbalut perban tak menghalangi Muhammad Fadhil Arief untuk hadir yang tengah petani melaksanakan panen raya di Desa Pematang lima suku, Senin (18/09/2023).

Sakit tangan inipun, terjadi ketika beliau mengikuti kegiatan trail adventure bersama masyarakat di Desa Tidar Kuranji, yang menyebabkan bahu tangannya bergeser dan beberapa urat terputus.

Panen raya ini, merupakan salah cara Fadhil memotivasi petani sawah agar lebih produktif lagi dalam mengelola sawah mereka, target swasembada pangan di Kabupaten Batang Hari adalah cita-cita yang ingin di wujudkan Fadhil di Kabupaten tanah kelahirannya tersebut.

Seperti kita ketahui, saat ini banyak masyarakat yang telah mengalih fungsikan lahan persawahan mereka ke komoditas lain seperti sawit, hal ini dilakukan karna lemahnya pengetahuan petani akan feedback ekonomi tentang hasil sawah kalau dilakukan secara profesional maka lebih besar dari hasil sawit itu sendiri.

Kabupaten Batang Hari merupakan daerah Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP), yang di tetapkan oleh Pemerintah Pusat, hal ini selaras dengan visi misi Batang Hari Tangguh yang dinahkodai Fadhil- Bakhtiar.

Karna dalam program unggulannya, terdapat Program Petani Cerdas yang di kawal oleh para penyuluh tangguh.

“Hari ini kita bersama masyarakat Desa Pematang Lima Suku melaksanakan panen raya di lahan seluas 130 ha, yang efektif baru tertanam sekita lebih kurang 80 ha, dan kita melihat semangat para petani untuk bersawah dan itu wajib kita apresiasi,” tuturnya.

“Saya juga menghimbau kepada petani untuk tidak mengalih fungsikan lahan ke jenis tanaman lain, karna hasil sawah ini kalau di kelola dengan baik akan menghasilkan sumber ekonomi yang mungkin lebih dari yang lain.”

“Kita fokus untuk mengawal para petani kita agar hasil mereka maksimal, melalui pemberian bibit terbaik dan bantuan lainnya yang di butuhkan petani, dan kita targetkan dengan hasil yang maksimal kabupaten batang hari bisa swasembada pangan” ujar Fadhil. (*)




Hadiri Panen Raya, Fadhil Sebut Visi Misi yang Utama Disektor Pertanian

Batang Hari, Jambi – Panen Raya di Desa Teluk Leban, Kecamatan Maro Sebo Ulu, langsung diikuti oleh Bupati Batang hari, (07/06/2023).

 

Panen Raya tersebut berpusat di ladang persawahan kelompok Tani Tekad Jaya dan Tekad Makmur.

 

Selain Bupati, panen raya juga dihadiri juga oleh Para Asisten, kepala OPD, Camat dan Kapolsek MSU, para kelompok tani serta para tamu undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya Bupati Muhammad Fadhil Arief menyampaikan bahwa sektor pertanian tersebut merupakan salah satu bagian dari 36 program visi dan misi Batang Hari Tangguh.

 

“Di Visi Misi kami bersama bang H Bakhtiar yang pertama kali itu adalah di sektor pertanian,” katanya.

 

Menurutnya, secara hitungan ekonomi yang paling besar pendapatan dari sektor pertanian yaitu persawahan (petani padi) dibandingkan dengan sektor pertanian lainnya.

 

“Coba di hitung berapa pendapatan satu hektar tanaman padi dengan satu hektar tanama sawit, dan sampai saat ini kita belum pernah mendengar harga beras itu turun, tapi kalau harga sawit sering kita terdengar,” imbuh Fadhil.

 

Ditempat yang sama, Sargawi yang merupakan perwakilan dari kelompok tani tekad jaya dan tekad makmur menyampaikan ucapan terima kasih telah menyempatkan hadir pada acara tersebut.

 

“Syukur Alhamdulillah memang kesempatan ini yang kami tunggu, karena selama ini kami ingin ketemu ayah (Bupati Batang Hari),” Katanya.

 

Sargawi juga memaparkan lahan persawahan yang ada di Desa tersebut memiliki luasan lahan sebanyak 252, 52 hektar terdiri dari 14 kelompok tani dengan anggota berjumlah 928 orang.

 

Tak hanya itu, dihadapan Bupati Batang Hari Sargawi juga meminta bantuan agak para petani dpat lebih muda untuk menggarap lahan persawahan tersebut.

 

” Saya mewakili para petani yang ada disini meminta bantuan Jonder (Traktor Sawah) agar para petani dapat lebih mudah mengelola tanah sawah kepada bapak Bupati,” Sampainya.

 

Selain itu, para petani juga meminta agar dibangun jalan usaha tani yang bertujuan mempermudah untuk mengangkut hasil pertanian dan memperkecil biaya petani dalam mengangkut hasil panen serta beberapa permohonan lainnya

 

” Untuk benih unggul mohon agar disubsidi kan pak setiap tahun tanam, supaya kami menanam padi yang bagus tidak sembarang tanam benih padi,” harapnya. (Red)