Tedi Bantah Soal Jual Anak ke SAD

Suaralugas

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image_print

Batang Hari, Jambi – Kisruh soal dugaan penculikan dan penjualan anak kandung kepada warga Suku Anak Dalam (SAD), pihak Tedi bersama sejumlah saksi kunci akhirnya angkat bicara untuk meluruskan duduk perkara yang sebenarnya, Selasa (28/07/2026)

Dalam keterangannya, Tedi membantah keras seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah menjual sang buah hati.

“Saya tidak pernah menjual anak saya. Yang sebenarnya terjadi adalah saya hanya menitipkan anak saya kepada sepupu. Soalnya saya mau pergi ke Malaysia, tidak benar ,saya tidak pernah menjual anak dan saya sangat sayang kepada nya,” ungkapnya.

Kalau terkait uang Rp.20 juta Tedi menuturkan itu pemberian dari keluarga untuk modal usaha saya dan ongkos saya. Tapi saya tidak jadi berangkat ke Malaysia karna itu tadi soal persyaratannya.

Tuduhan penculikan yang dilaporkan oleh Pemi juga dibantah tegas oleh saksi yang berada di lokasi kejadian. Menurut saksi mata di lapangan, tidak ada aksi paksa maupun penculikan sebagaimana yang dituduhkan.

BACA JUGA  Wakil Bupati Batang Hari Apresiasi Pembangunan Rumah Ibadah Suluk

Saksi mengungkapkan bahwa pelapor (Pemi) datang secara langsung ke Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, dengan menggunakan sebuah mobil Honda CR-V berwarna hitam.

Di lokasi tersebut, saksi melihat secara langsung proses penyerahan bayi dari tangan Pemi kepada Tedi tanpa adanya paksaan.

“Pemi sendiri yang turun dari mobil sambil membawa bayi dan langsung menyerahkannya kepada Tedi. Dia bilang, ‘Ambek anak kau nih, urus lah!’ Setelah itu, Pemi langsung masuk lagi ke mobil dan pergi,” ujar saksi mengutip kejadian di lapangan.

Atas simpang siurnya informasi yang beredar di tengah masyarakat, insan pers dan media massa diimbau untuk lebih teliti dan selalu menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

BACA JUGA  Paripurna LKPJ Bupati Batanghari, ini Rekomendasi DPRD untuk Kesbangpol, Satpol-PP, Damkarmat dan BPBD

Langkah klarifikasi ini diharapkan dapat menjadi penyeimbang informasi agar publik mendapatkan gambaran utuh berdasarkan fakta (nyatanya), bukan sekadar asumsi atau isu semata (katanya).

Prinsip cover both sides atau keberimbangan berita dari kedua belah pihak-baik pelapor, terlapor, maupun saksi kunci-sangat krusial untuk menjaga objektivitas, sehingga berita yang disajikan tetap edukatif, akurat, dan bernilai informasi tinggi bagi masyarakat. (Red)

Berita Terkait

Hari Anak Nasional Sementara Kasus Dugaan Penganiayaan Anak Belum Terungkap Polres Sarolangun
Belum Resmi Bercerai, Oknum PPPK Umbar Kemesraan Dengan Pria Lain
Kepsek dan Pengawas Kompak Blokir WA Wartawan Pertanyakan Dana Bos
Terduga Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur Masih Bebas, Polisi Butuh Satu Saksi
Diduga Palsukan Tandatangan Istri, Kepsek Dilaporkan ke Polisi
Diduga Kesewenang-wenangan Kepsek dan RKAS Tersembunyi
Inspektorat Akan Sampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Kode Etik Oknum Guru Poliandri
Kios Pupuk Subsidi Paseban Tani Mersam Diduga Fiktif
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:06 WIB

Tedi Bantah Soal Jual Anak ke SAD

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:47 WIB

Hari Anak Nasional Sementara Kasus Dugaan Penganiayaan Anak Belum Terungkap Polres Sarolangun

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:38 WIB

Belum Resmi Bercerai, Oknum PPPK Umbar Kemesraan Dengan Pria Lain

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:12 WIB

Kepsek dan Pengawas Kompak Blokir WA Wartawan Pertanyakan Dana Bos

Senin, 20 Juli 2026 - 17:23 WIB

Terduga Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur Masih Bebas, Polisi Butuh Satu Saksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:50 WIB

Diduga Kesewenang-wenangan Kepsek dan RKAS Tersembunyi

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:50 WIB

Inspektorat Akan Sampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Kode Etik Oknum Guru Poliandri

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:54 WIB

Kios Pupuk Subsidi Paseban Tani Mersam Diduga Fiktif

Berita Terbaru

Batanghari

Tedi Bantah Soal Jual Anak ke SAD

Selasa, 28 Jul 2026 - 16:06 WIB

Batanghari

Kepsek dan Pengawas Kompak Blokir WA Wartawan Pertanyakan Dana Bos

Selasa, 21 Jul 2026 - 11:12 WIB