RDP Tanpa Eksekusi: Komisi II DPRD Batang Hari Gadaikan Kepercayaan Publik

Suaralugas

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image_print

Batang Hari, Jambi – Kinerja Komisi II DPRD Kabupaten Batang Hari jadi sorotan publik. Pasalnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar beberapa waktu lalu dinilai hanya sebagai macan kertas, Jumat (31/07/2026).

Hal itu disampikan oleh Ketua Perkumpulan Wana Andalas Lestari Randy Pratama, S.Pd., yang merasa kepercayaan masyarakat telah digadai oleh Komisi II DPRD Kabupaten Batang Hari.

“Kepercayaan kami masyarakat sepertinya sudah digadai. Dan akan ditebus ketika pileg baru akan dimulai,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

ia menyampaikan bahwa laporan mengenai permasalahan soal berlabuh bebas tongkang batubara di bantaran sungai batanghari wilayah Kelurahan Pasar Muara Tembesi sudah di RDP dan ditinjau ke lapangan.

BACA JUGA  Tas Pembungkus Sembako Bantuan Banjir Diduga Menjadi Syarat Korupsi

“RDP sudah digelar sejak 21 April, turun ke lapangan 11 Mei. Sampai detik ini tidak ada kelanjutan yang nyata dari Komisi II DPRD Kabupaten Batang Hari. Sudah hampir tiga bulan tidak ada kabar dari hasil rapat bagaikan angin lalu,” ungkapnya kesal.

Randy menambahkan, “Ditelepon saja sudah tidak mau merespon apalagi memberikan rekomendasi dari hasil RDP.”

Masyarakat diundang, mendengarkan, dan membeberkan masalah, namun Komisi II justru memilih ‘diam’ tanpa memberikan keputusan final.

BACA JUGA  Embung Sawah Tidak Berfungsi, Kelompok Tani Terancam Gagal Panen

“Menggantung laporan masyarakat pasca-RDP adalah bentuk pembiaran yang beracun bagi demokrasi. Jika Komisi II DPRD Batang Hari tidak berani menelurkan keputusan dan rekomendasi tegas, maka jargon ‘wakil rakyat’ yang mereka sandang tak lebih dari sekadar perhiasan politik,” imbuhnya.

Menutup RDP tanpa mengeluarkan surat rekomendasi maupun keputusan tertulis menunjukkan adanya indikasi pembiaran, ketakutan politik, atau bahkan kompromi di balik layar. Komisi II DPRD tidak boleh menjadi tempat “pemakaman” bagi aspirasi masyarakat. Buka suara, ambil keputusan, dan tunjukkan di mana posisi wakil rakyat yang sebenarnya!

BACA JUGA  Manager Cafe Layri juga Melarang Pengunjung Wisata Saung Tapa Melenggang Bawa Makanan dari Luar

“Komisi II DPRD seolah mengerdilkan RDP hanya sebagai formalitas penggugur kewajiban atau panggung seremoni belaka. Rakyat hadir membawa bukti, harapan, dan kepastian hukum; namun pulang membawa tangan kosong.”

“Ketidakberanian Komisi II dalam mengambil keputusan tegas menelanjangi ketidakberdayaan mereka di hadapan persoalan nyata. Jika RDP tidak bermuara pada rekomendasi yang mengikat, untuk apa ruang rapat yang dibiayai uang rakyat itu dibuka?” tutup Randy Pratama. (ags)

Berita Terkait

GMBK Tagih Janji Kejari Batang Hari Soal Kasus Korupsi Pupuk Subsidi Siap Aksi
Tanpa Nopol, PT Khanza Energi Trans Diduga Angkut Minyak Ilegal Bebas Melenggang
Tedi Bantah Soal Jual Anak ke SAD
Hari Anak Nasional Sementara Kasus Dugaan Penganiayaan Anak Belum Terungkap Polres Sarolangun
Belum Resmi Bercerai, Oknum PPPK Umbar Kemesraan Dengan Pria Lain
Kepsek dan Pengawas Kompak Blokir WA Wartawan Pertanyakan Dana Bos
Terduga Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur Masih Bebas, Polisi Butuh Satu Saksi
Diduga Palsukan Tandatangan Istri, Kepsek Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:36 WIB

RDP Tanpa Eksekusi: Komisi II DPRD Batang Hari Gadaikan Kepercayaan Publik

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:44 WIB

GMBK Tagih Janji Kejari Batang Hari Soal Kasus Korupsi Pupuk Subsidi Siap Aksi

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:15 WIB

Tanpa Nopol, PT Khanza Energi Trans Diduga Angkut Minyak Ilegal Bebas Melenggang

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:06 WIB

Tedi Bantah Soal Jual Anak ke SAD

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:47 WIB

Hari Anak Nasional Sementara Kasus Dugaan Penganiayaan Anak Belum Terungkap Polres Sarolangun

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:12 WIB

Kepsek dan Pengawas Kompak Blokir WA Wartawan Pertanyakan Dana Bos

Senin, 20 Juli 2026 - 17:23 WIB

Terduga Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur Masih Bebas, Polisi Butuh Satu Saksi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:52 WIB

Diduga Palsukan Tandatangan Istri, Kepsek Dilaporkan ke Polisi

Berita Terbaru

Batanghari

Tedi Bantah Soal Jual Anak ke SAD

Selasa, 28 Jul 2026 - 16:06 WIB