Batang Hari, Jambi – Salah satu karyawan di bidang mekanik PT Kedaton Mulia Primas Kecamatan Batin XXIV Desa Simpang Jeluti diduga mengalami kecelakaan kerja saat melakukan perbaikan mesin rebusan. Nyawanya tidak tertolong seketika saat tergelincir masuk ke dalam suatu alat karena luka yang fatal, Sabtu (06/06/2026).
Salah seorang pria yang dikenal dengan nama sapaan ucok tersebut bernasib naas ketika ingin memperbaiki mesin rebusan di pabrik pada malam hari (04/06) lalu.
Isu beredar, Ucok ingin mengambil sebuah kunci Inggris yang terjatuh ke dalam mesin penggiling lalu ia tergelincir ke dalam mesin tersebut yang masih beroperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beruntung rekan kerjanya cepat mematikan mesin itu sebelum korban masuk ke dalam tempat rebusan kelapa sawit. Namun, karena lukanya cukup fatal nyawa ucok tidak tertolong.
Informasi yang didapat dari masyarakat sekitar, jenazah korban cepat dilarikan ke Puskesmas Bantin XXIV dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan langsung dikebumikan pada malam itu juga.
Pasca kejadian kecelakaan tersebut, terpantau aktivitas pabrik tetap beroperasi. Terlihat mobil CPO masih aktif keluar dari PKS.
Tidak hanya itu kondisi pabrik terlihat tidak ada tanda-tanda police line atau identifikasi yang ketat oleh penyidik Polri dan PPNS Pengawas Ketenagakerjaan.
Hal tersebut menjadi tanda tanya publik dan duka mendalam terkait penegakan hukum dan pengawasan ketenagakerjaan di Batang Hari Provinsi Jambi.
Publik berharap pihak penyidik Polri selaku penyidik utama berkoordinasi dengan PPNS bidang ketenagakerjaan melakukan penegakan hukum yang transparan. Apakah perbuatan tersebut masuk dalam UU tindak pidana pasal 474 ayat 3 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
“Setiap Orang yang karena kealpaannya mengakibatkan matinya orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Kategori V (setara dengan Rp500 juta).”
Sementara Kapolsek Batin XXIV membenarkan adanya kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian.
“Kejadian itu benar pada malam kemarin, pihak kepolisian sudah datang dan melakukan pendalaman. Terkait informasi yang lainnya silakan konfirmasi ke penyidik yang membidanginya,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan pihak perusahaan tidak ada di lokasi pabrik dan tidak dapat dikonfirmasi. (Red)








