Proyek Rahasia Ilahi di Tebo Menjadi Sorotan

Avatar

- Penulis

Rabu, 7 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tebo Jambi – Proyek rahasia Ilahi ini berada di Jalan Lintas Batang Hari – Tebo Kecamatan Tebo Tengah, seperti pembangunan turap, Rabu (07/9/2022).

Bak Sinetron rahasia ilahi, proyek tersebut hanya diketehui oleh perusahaan sama Tuhan Yang Maha Esa, karena tidak ada papan merek sehingga masyarakat tidak mengetahui apa, siapa dan berapa anggaran yang digunakan.

Tak hanya menjadi rahasia ilahi, pekerjanya pun sudah yakin dengan keselamatannya, hal itu terlihat beberapa pekerja saat beraktifitas tidak mengunakan alat keselamatan saat bekerja. Tanpa menggunakan pelindung diri seperti sepatu boot dan helm, sementara resiko keselamatan saat bekerja cukup rawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambah lagi, penanggung jawab pekerjaan tersebut tidak mengizinkan pengawas memberikan nomor hpnya kepada awak media untuk bertanya lebih jelas. Kendati demikian, kemungkinan hanya Tuhan yang boleh memanggilnya dan hanya malaikat yang boleh bertanya tentang pekerjaan turap.

BACA JUGA  Buruh di Indonesia Tidak Akan Sejahtera Jika Masih Seperti Ini

Pembangunan tersebut menjadi sorotan beberapa awak media. Pasalnya, baru seumur jagung proyek pembangunan penahan tebing itu sudah mulai retak-retak. Disinyalir, kualitas bahan beton dan pengecorannya asal-asalan.

Saat awak media ingin menjumpai penanggung jawab proyek tersebut dan meminta nomor telepon kepada salah satu pengawas yang berada dilokasi tetapi pengawasnya menghindar.

“Bos tidak ada pak, lagi dijambi. Kalau nomor telepon pimpinan saya tidak bisa kasih pak, karena itu pesan beliau kepada saya siapun itu,” Katanya.

Akhirnya, pengawas mencoba menghubungi melalui telepon selulernya kepada pimpinan proyek turap tersebut.

BACA JUGA  Kasat Lantas Polres Tebo Diduga Kangkangi Beberapa Aturan dalam Perkara Lakalantas di Sungai Keruh

Awalnya Bambang mengatakan pimpinan akan segera datang. Namun, setelah ditunggu-tunggu tak kunjung datang dengan dalih mobilnya mogok.

Ia mejelaskan bahwa proyek pembangunan turap tersebut sudah memakan waktu hampir 6 bulan.

“Pekerjaan sudah 6 bulan pak, untuk waktu pengerjaan proyek ini selama 8 bulan,” Ujarnya.

“Papan informasinya ada dulu pak, diperbatasan depan, untuk pelaksananya kita dari PT Tembesi Agung,” Ujarnya.

Sementara, Salah satu pengendara yang saat itu melintas, Iwan mengatakan kalau dirinya merasa resah dengan pembangunan yang diduga asal jadi itu.

“Saya sih resah melihat pengerjaanya pak, karena temboknya sudah mulai retak-retak. Tentu, menambah kekhawatiran warga untuk melintas, apalagi dibawahnya jurang,” jelasnya.

BACA JUGA  Setelah Kunker Mendag RI, Nasroel Yasier Ajak Masyarakat Jambi Pantau Kenaikan Harga TBS Minggu Depan

Beberapa pendapat yang berhasil awak media rangkum mengatakan, proyek turap ini sangat rawan karena kalau hancur banyak alibi yang bisa melepaskan tanggung jawab.

Biasanya tanggung jawab terhadap bangunan turap itu hanya selama kurang lebih lima tahun, sesudah itu tidak ada lagi tanggung jawab oleh pemilik proyek.

Menurut mereka, jika sudah lepas masa tanggung jawabnya, ketika hancur maka akan digunakan faktor alam. Kalau sudah faktor alam, artinya sudah tidak ada lagi yang bisa dituntut.

Kendati demikan, pekerjaan turap melalui proses yang panjang dengan meneliti jenis tanah yang ditahan dan ketinggian jurang.

Untuk menyelaraskan pendapat-pendapat masyarakat, penanggung jawab proyek tersebut tidak bisa ditemui. (Red)

Comments Box

Berita Terkait

PSU di Kecamatan Muara Tembesi, Masyarakat: Pengawas TPS Hanya Berfoto-foto
BKPSDMD Akui Hanya Menginput Data Kelulusan PPPK Dari Sistem
HTR Terbakar Ulah Illegal Drilling, Usman LSM Kompihtal: Mabes Polri dan KLHK Harus Tindak Tegas
PTPN 6 Diduga Tanam Kelapa Sawit Dekat Dengan Bibir Sungai
57 Jiwa Gugur Dalam Pemilu 2024, KPU Siapkan Santunan
PPP Berpotensi Kuasai Kursi DPRD Batang Hari
Fakta Baru Dugaan Permainan Penerimaan PPPK, Bagiamana Nasib Pelamar yang Tidak Mendapatkan Penempatan
Tas Sablon dan Stiker Masuk Dalam Anggaran Darurat Bantuan Banjir
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 07:28 WIB

PSU di Kecamatan Muara Tembesi, Masyarakat: Pengawas TPS Hanya Berfoto-foto

Selasa, 20 Februari 2024 - 22:54 WIB

BKPSDMD Akui Hanya Menginput Data Kelulusan PPPK Dari Sistem

Selasa, 20 Februari 2024 - 14:23 WIB

HTR Terbakar Ulah Illegal Drilling, Usman LSM Kompihtal: Mabes Polri dan KLHK Harus Tindak Tegas

Selasa, 20 Februari 2024 - 06:30 WIB

PTPN 6 Diduga Tanam Kelapa Sawit Dekat Dengan Bibir Sungai

Minggu, 18 Februari 2024 - 21:52 WIB

57 Jiwa Gugur Dalam Pemilu 2024, KPU Siapkan Santunan

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:00 WIB

Fakta Baru Dugaan Permainan Penerimaan PPPK, Bagiamana Nasib Pelamar yang Tidak Mendapatkan Penempatan

Selasa, 6 Februari 2024 - 17:32 WIB

Tas Sablon dan Stiker Masuk Dalam Anggaran Darurat Bantuan Banjir

Selasa, 6 Februari 2024 - 17:15 WIB

Formasi yang Dibuka BKPSDMD Guru PPPK Berbeda Dengan Hasil Seleksi, Diduga Sudah Diatur

Berita Terbaru

Batanghari

BKPSDMD Akui Hanya Menginput Data Kelulusan PPPK Dari Sistem

Selasa, 20 Feb 2024 - 22:54 WIB

Batanghari

PTPN 6 Diduga Tanam Kelapa Sawit Dekat Dengan Bibir Sungai

Selasa, 20 Feb 2024 - 06:30 WIB

Berita

57 Jiwa Gugur Dalam Pemilu 2024, KPU Siapkan Santunan

Minggu, 18 Feb 2024 - 21:52 WIB