Wartawan dengan Sepatu Lusuhnya

Avatar

- Penulis

Rabu, 14 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Randy Pratama, S.Pd.

 

Berjalan seorang pria dengan pakaian rapi dan rambut klimis dengan kartu pengenal di dadanya ke arah ruang kerja salah satu pejabat publik. Mengetok pintu, lalu masuk ke dalam ruangan menghadapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Terdengar dari luar ruangan tersebut suara pembicaraan yang selalu bersambung, sesekali diiringi dengan tawa yang lepas.

 

Tidak semua pejabat publik yang menerima kedatangannya. Terkadang ada juga yang tidak bisa ditemui dengan beribu alasan.

 

Ketika ia keluar dari ruangan, seketika mata turun ke bawah dan terlihat sepatu lusuh yang masih ia gunakan.

 

Aku melihat tidak ada wajah murung diwajahnya, selalu ada canda tawa di setiap pembicaraannya. Meskipun sedikit ghibah namun dibumbui dengan candaan sehingga bagaikan komika yang sedang memaparkan suatu masalah dengan lawakan.

 

Tidak pernah terdengar keluhan kehidupan yang ia hadapi. Walaupun sesekali udara dingin masuk ke rongga sepatu yang menciptakan rasa dingin hingga ke kepalanya dan sesekali terpeleset ketika berjalan diatas keramik.

BACA JUGA  Diduga Manunggal Jaya Rentenir Berkedok Koperasi

 

Seseorang yang tidak memperdulikan penampilannya, namun tetap menggeluti profesi yang ia cintai sebagai pemburu informasi. Padahal masih banyak pekerjaan lain yang bisa mencukupinya untuk sekadar membeli sepatu.

 

Menjadi hal yang menarik, tentang sepatu lusuh dan profesi wartawan yang ia geluti.

 

Pertanyaan demi pertanyaan datang dalam benakku, apa yang menjadi alasan ia untuk tidak membeli sepatu dan tetap menggeluti profesinya.

 

Apakah profesi ini tidak menjanjikan kemaslahatan hidup seseorang?

 

Setiap hari, ia berkeliling menemui pejabat publik atau pun ke masyarakat demi sebuah informasi yang akan disajikannya di media tempat ia bekerja.

 

Mencari informasi tidak sama seperti menjual suatu barang. Orang-orang bisa menikmati barang dengan cara membelinya. Namun, berita yang ia sajikan tidaklah dibayar oleh pembacanya.

 

Kebanyakan orang lebih memilih tidak membaca sama sekali daripada harus membayar. Berbeda dengan tulisan pada buku pelajaran, mau tidak mau harus dibeli untuk menambah ilmu.

 

Padahal, untuk mendapatkan informasi yang akurat membutuhkan waktu dan modal yang kuat dari orang yang menjalani profesi wartawan.

BACA JUGA  Tiga Mobil Terperosok di Jalinsum Jambi-Bungo, Lalin Macet Total

 

Terbesit dalam benakku, sepatu itulah bukti jauhnya perjalanan untuk mencari informasi yang berharga untuk masyarakat.

 

Bukan karena tidak mampu membeli, namun kebutuhan untuk keluarganya pas-pasan dengan rezeki yang ia peroleh.

 

Berbeda dengan oknum-oknum yang bersepatu lancip hitam yang mengkilat. Mereka akan turun menindaklanjuti laporan masyarakat setelah adanya Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), ketika itu tidak dianggarkan tahun ini maka tahun depan baru bisa turun ke lapangan.

 

“Di tahun ini memang belum dianggarkan untuk turun langsung ke sana (lokasi yang dilaporkan wartawan), mungkin tahun depan akan kita anggarkan,” ucap oknum pejabat publik.

 

“Wai pak masa iya seperti itu, bapak kan sudah diberi mandat oleh negara sebagai pelayan masyarakat, yang digaji untuk melaksanakan kewenangan yang bapak miliki. Kami saja swadaya turun ke lokasi itu, masa bapak yang sudah digaji masih menunggu SPPD,” ucap wartawan dengan tegas saat menanggapi ucapan pejabat publik yang ia temui untuk melaporkan suatu kejadian agar ditindaklanjuti olehnya.

BACA JUGA  Pengurus Komisariat Federasi Hukatan Ajukan Pencatatan ke Disnakertrans Batang Hari

 

Benar seperti pernyataan guru besar Columbia Amerika Serikat, John Hohenberg, 1978, dalam buku jurnalisme dasar.

 

“Jurnalis/wartawan adalah orang yang ditakdirkan selalu mencoba sesuatu yang mustahil, yakni menemukan, mengumpulkan, menyusun, menjelaskan, dan menyebarkan berita, gagasan, atau pendapat hari itu kepada masyarakat. Oleh karena kemustahilan itu, motivasi menjadi seorang jurnalis bukan karena harta kekayaan, jaminan sosial, kemasyhuran, dan bukan pula karena romantika, melainkan karena keresahan terhadap fakta atau realitas yang dihadapinya,” John Hohenberg.

 

Dalam ajaran agama pun menyatakan, jika sang pencipta menakdirkan hambanya menjadi orang yang kaya raya, dengan cara apapun ia akan menjadi kaya raya dengan tidak memandang apapun profesinya.

 

Jika ingin menjadi kaya raya bukanlah harus memilih suatu profesi tertentu namun harus mencintai profesi itu sendiri, karena sehebat apapun profesi itu jika belum ditakdirkan menjadi kaya raya maka tetap biasa saja.

Comments Box

Berita Terkait

Kasus Pembunuhan di Rantau Puri, Kasat Reskrim Imbau Pelaku untuk Menyerahkan Diri
Pemicu Aksi Unras PK Hukatan Kabupaten Batang Hari
Setelah Viral, Dua Fakta Saung Tapa Melenggang Terkuak
Polemik Batubara, Jamhuri: Teka-Teki Hitam Kelam Tanpa Jawaban
Tidak Hanya Taman Wisata, Raden Suhur Juga Bangun Sport Center Bintang Tembesi
Visi Misi Sukses, Wabup Batang Hari Kunjungi Kelompok Tani Simpur
Banyak Program untuk Masyarakat Miskin, Bupati Batang Hari Minta Kades dan Lurah Update Masyarakatnya
Ini Dia Besaran Pendapatan Asli Daerah dari Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Hari
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 Agustus 2023 - 12:12 WIB

Kasus Pembunuhan di Rantau Puri, Kasat Reskrim Imbau Pelaku untuk Menyerahkan Diri

Rabu, 9 Agustus 2023 - 08:22 WIB

Pemicu Aksi Unras PK Hukatan Kabupaten Batang Hari

Rabu, 14 Juni 2023 - 07:20 WIB

Wartawan dengan Sepatu Lusuhnya

Selasa, 9 Mei 2023 - 11:10 WIB

Setelah Viral, Dua Fakta Saung Tapa Melenggang Terkuak

Selasa, 28 Maret 2023 - 21:48 WIB

Polemik Batubara, Jamhuri: Teka-Teki Hitam Kelam Tanpa Jawaban

Jumat, 3 Maret 2023 - 22:04 WIB

Tidak Hanya Taman Wisata, Raden Suhur Juga Bangun Sport Center Bintang Tembesi

Kamis, 16 Februari 2023 - 18:12 WIB

Visi Misi Sukses, Wabup Batang Hari Kunjungi Kelompok Tani Simpur

Kamis, 9 Februari 2023 - 05:55 WIB

Banyak Program untuk Masyarakat Miskin, Bupati Batang Hari Minta Kades dan Lurah Update Masyarakatnya

Berita Terbaru

Batanghari

BKPSDMD Akui Hanya Menginput Data Kelulusan PPPK Dari Sistem

Selasa, 20 Feb 2024 - 22:54 WIB

Batanghari

PTPN 6 Diduga Tanam Kelapa Sawit Dekat Dengan Bibir Sungai

Selasa, 20 Feb 2024 - 06:30 WIB

Berita

57 Jiwa Gugur Dalam Pemilu 2024, KPU Siapkan Santunan

Minggu, 18 Feb 2024 - 21:52 WIB